home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Tinea Corporis

Tinea Corporis
Definisi|Tanda dan Gejala|Penyebab|Faktor risiko dan komplikasi|Diagnosis dan pengobatan|Perawatan di rumah

Definisi

Apa itu tinea corporis (kurap badan)?

Tinea corporis (disebut juga kurap badan atau tubuh) merupakan penyakit yang menyerang kulit. Penyakit yang memiliki istilah lain ringworm ini ditandai dengan ruam merah kecil berbentuk cincin atau bulat melingkar pada tubuh yang terkena infeksi.

Kondisi ini umum terjadi masyarakat dan termasuk penyakit kulit menular. Memang, kurap tubuh tidak termasuk penyakit yang serius, tapi tetap dapat menimbulkan komplikasi kesehatan lainnya.

Sebenarnya, kurap dapat memengaruhi kulit pada bagian tubuh mana saja, seperti kulit kepala, atau telapak tangan dan kaki. Kondisi tersebut memiliki namanya masing-masing bergantung dengan letak terjadinya infeksi. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Tinea pedis (kutu air), kurap yang menyerang telapak kaki, umumnya disebut athlete’s foot.
  • Tinea cruris, kurap yang muncul di selangkangan dan sekitaran kelamin, juga dikenal dengan jock itch.
  • Tinea capitis, kurap yang menyerang kulit kepala.

Seberapa umumkah kondisi ini terjadi?

Tinea corporis umumnya menyerang siapa saja, terutama orang yang tidak menjaga kebersihan kulit badannya. Namun, penyakit kulit ini diduga lebih sering terjadi pada pria daripada wanita. Kondisi ini juga rentan menyerang anak-anak pada usia sebelum pubertas.

Seseorang yang sering memakai pakaian ketat, banyak berkeringat, atau memiliki gangguan sistem kekebalan tubuh berisiko lebih tinggi terkena tinea corporis atau kurap.

Tanda dan Gejala

Apa saja tanda dan gejala tinea corporis (kurap badan)?

Tanda dan gejala penyakit kulit ini yang bisa diamati adalah munculnya bercak merah, bersisik, atau benjolan merah yang gatal di kulit. Seiring waktu, benjolan tersebut berubah menjadi tebal berbentuk cincin atau lingkaran.

Bagian dalam lingkaran kurap biasanya berwarna putih bersisik. Bagian luar kurap kemungkinan bisa bergelombang atau bergaris dengan sisik kulit.

Pada kasus kurap di kulit kepala, umumnya gejala mulai dirasakan dengan adanya benjolan di kepala yang sakit dan cenderung berukuran kecil. Benjolan di kulit kepala ini bisa berubah bersisik lama kelamaan.

Selain itu, kulit kepala Anda mungkin akan terasa lunak dan sakit saat disentuh. Anda juga harus waspada apabila rambut sekitar benjolan sudah mulai rontok.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala tinea corporis di atas, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter spesialis kulit. Ditambah lagi, karena kondisi tubuh orang-orang yang berbeda, mungkin penyakit ini juga bisa menimbulkan gejala lainnya yang belum disebutkan.

Maka dari itu, konsultasikanlah dengan dokter untuk memastikan penyakit yang diderita.

Penyebab

Apa penyebab kurap badan?

Tinea corporis muncul di kulit disebabkan karena sekelompok jamur yang disebut dermatofita. Jamur ini mendiami permukaan kulit banyak orang. Untuk bertahan hidup, jamur menggunakan keratin atau protein penyusun lapisan kulit manusia sebagai sumber makanan.

Terdapat tiga jenis jamur dermatofita penyebab kurap, di antaranya adalah Tricophyton, microsporum, dan epidermophyton.

Tinea corporis termasuk penyakit kulit menular. Anda juga dapat terkena apabila dengan cara-cara di bawah ini.

  • Ditularkan dari orang lain. Kurap sering menyebar melalui kontak kulit ke kulit.
  • Ditularkan hewan peliharaan Anda. Cuci tangan Anda setelah selesai mengusap atau menggaruk hewan peliharan ataupun hewan lainnya.
  • Lewat benda. Jamur dermatofita dapat menempel dan berpindah di permukaan benda, pakaian, handuk, dan di sisir dan kuas makeup.
  • Dari tanah. Jika berjalan atau tidak pakai sandal saat berjalan di tanah yang terinfeksi jamur penyebab kurap, Anda juga bisa berisiko terkena kurap.

Faktor risiko dan komplikasi

Apa yang menjadi faktor risiko saya terkena tinea corporis?

Menurut National Health Service of the United Kingdom, diperkirakan sekitar 10 hingga 20 persen orang memiliki kemungkinan untuk terkena kurap setidaknya satu kali seumur hidup. Beberapa faktor yang membuat orang-orang tersebut rentan terhadap tinea corporis adalah sebagai berikut.

  • Kondisi cuaca yang panas dan lembap.
  • Tubuh mudah mengeluarkan keringat.
  • Obesitas.
  • Sering menggunakan pakaian ketat.
  • Jarang ganti baju atau pakaian dalam.
  • Sering pakai baju yang belum dicuci.
  • Jarang mandi.
  • Berbagi handuk atau pakaian dengan orang lain.
  • Sering menggunakan kamar mandi umum atau kamar ganti.
  • Adanya gangguan sistem kekebalan tubuh.

Apa komplikasi yang bisa terjadi akibat kurap badan?

Sebetulnya kurap bukalah infeksi serius yang dapat membahayakan nyawa. Namun, pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti pengidap HIV/AIDS, kemungkinan akan sulit menyembuhkan penyakit tinea corporis ini.

Seperti jenis infeksi dan kondisi kulit lainnya, kulit yang gatal, teriritasi, atau rusak dapat menyebabkan infeksi bakteri sekunder yang mungkin memerlukan perawatan dengan antibiotik.

Diagnosis dan pengobatan

Bagaimana dokter mendiagnosis tinea corporis (kurap badan)?

Pertama, dokter spesialis kulit tentu akan melakukan pemeriksaan dengan melihat kondisi kulit serta menanyakan gejala-gejala yang Anda rasakan.

Untuk memastikan diagnosis, Anda mungkin juga akan menjalani tes lanjutan yang melibatkan pengambilan sampel kulit (biopsi) untuk diteliti di laboratorium. Nantinya, sampel kerokan kulit bersisik akan diamati menggunakan mikroskop guna mengetahui adanya jamur.

Dokter juga bisa mendiagnosis penyakit lewat tes kultur jamur yang dapat menunjukkan jenis jamur dan pertumbuhannya saat menginfeksi kulit. Namun, pemeriksaan ini dapat memakan waktu yang lama sehingga jarang dilakukan.

Apa saja obat untuk tinea corporis (kurap badan)?

Pengobatan kurap badan akan dilakukan tergantung di mana letak tinea corporis atau kurap dan seberapa parah kondisinya. Dalam banyak kasus, dokter dapat merekomendasikan obat bebas yang dapat Anda beli di apotek.

Umumnya obat yang akan digunakan adalah krim antijamur, lotion, atau bubuk antijamur yang dapat menghilangkan kurap. Beberapa obat yang biasa digunakan untuk mengatasi kurap adalah sebagai berikut.

Dalam kebanyakan kasus, Anda harus menggunakan obat-obatan pada kulit Anda selama 2 hingga 4 minggu untuk memastikan jamur yang menyebabkan tinea corporis telah terbunuh seluruhnya. Hal ini juga akan menurunkan peluang infeksi untuk terjadi lagi.

Jika kurap badan telah tersebar dengan luas dan parah, atau tubuh tidak merespons obat-obatan di atas, dokter mungkin akan meresepkan obat-obatan lain yang lebih kuat.

Biasanya, Anda juga akan diberikan obat-obatan minum. Griseofulvin adalah salah satu pengobatan oral yang umum diresepkan untuk infeksi jamur, termasuk tinea corporis.

Perawatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau perawatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi tinea corporis?

Kurap tubuh sulit untuk dicegah. Hal ini karena jamur adalah penyebab utamanya. Tinea corporis bahkan dapat menular sebelum gejala muncul.

Di bawah ini adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi kurap atau tinea corporis.

Menjaga kebersihan

Selalu jaga kebersihan dengan mandi dan cuci tangan sampai bersih, terutama bila Anda melakukan aktivitas yang membuat tubuh berkeringat seperti berolahraga.

Pastikan juga untuk menjaga kebersihan lingkungan di sekitar Anda serta benda-benda yang Anda gunakan.

Gunakan pakaian yang longgar

Tinea corporis disebabkan oleh infeksi jamur. Jamur sendiri akan lebih mudah tumbuh pada kulit yang berkeringat. Hal ini tentu akan memperburuk kondisi Anda yang sudah terkena penyakit.

Oleh karena itu, jangan kenakan pakaian yang terlalu ketat dan berbahan terlalu tebal dalam waktu yang lama, apalagi bila cuaca sedang hangat. Gunakan pakaian dengan bahan-bahan yang mudah menyerap keringat.

Hindari hewan yang terinfeksi

Infeksi sering terlihat pada bagian kulit hewan yang tidak terdapat bulunya. Jika Anda memiliki hewan peliharaan, periksakan ke dokter secara rutin tentang risiko kurap di badan hewan tersebut.

Tidak berbagi peralatan pribadi

Jangan biarkan orang lain mengenakan pakaian, handuk, sisir, peralatan olahraga Anda. Nantinya, jamur yang menempel dapat menginfeksi kulit orang lain yang menggunakan barang tersebut.

Anda pun tidak disarankan meminjam barang pribadi milik orang lain.

Selain beberapa hal di atas, Anda juga dapat mengikuti tips mudah mengatasi tinea corporis berikut ini.

  • Jaga agar area yang terkena bersih dan kering.
  • Oleskan lotion antijamur, krim, atau salep yang dijual bebas, sesuai petunjuk pada kemasan.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Tinea Corporis: Practice Essentials, Background, Pathophysiology. (2020). Retrieved 15 January 2019, from https://emedicine.medscape.com/article/1091473-overview

Tinea corporis | DermNet NZ. (2020). Retrieved 3 February 2020, from https://dermnetnz.org/topics/tinea-corporis/

Tinea Corporis. (2020). StatPearls. Retrieved 6 October 2020, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK544360/

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Novita Joseph
Tanggal diperbarui 10/11/2020
x