Jika Anda melihat ruam melingkar berwarna kemerahan di kulit, ini bisa menjadi pertanda munculnya tinea corporis. Meski bukan penyakit kulit serius, kondisi kulit bisa menimbulkan komplikasi kesehatan lainnya.
Jika Anda melihat ruam melingkar berwarna kemerahan di kulit, ini bisa menjadi pertanda munculnya tinea corporis. Meski bukan penyakit kulit serius, kondisi kulit bisa menimbulkan komplikasi kesehatan lainnya.

Cari tahu lebih lanjut seputar penyebab, gejala, dan cara mengobatinya dalam ulasan berikut ini.
Tinea corporis adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi jamur. Penyakit yang memiliki istilah lain ringworm ini ditandai dengan ruam merah kecil berbentuk cincin atau bulat melingkar.
Kondisi ini umum terjadi dan termasuk penyakit kulit menular. Tinea corporis dapat memengaruhi kulit pada bagian tubuh mana saja, mulai dari kulit kepala, telapak tangan, dan kaki.
Kondisi kulit ini bisa dibedakan berdasarkan dengan letak terjadinya infeksi. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.
Tinea corporis merupakan penyakit kulit yang umum terjadi dan bisa menyerang siapa saja, baik laki-laki maupun perempuan.
Menurut National Health Service of the United Kingdom, diperkirakan sekitar 10% – 20% orang memiliki kemungkinan untuk terkena tinea corporis setidaknya satu kali seumur hidup.
Namun, ringworm diduga lebih sering terjadi pada pria daripada wanita. Kondisi ini juga rentan menyerang anak-anak pada usia sebelum pubertas.
Seseorang yang sering memakai pakaian ketat, banyak berkeringat, atau memiliki gangguan sistem kekebalan tubuh berisiko lebih berisiko terkena penyakit kulit ini.

Tanda dan gejala penyakit kulit biasanya diawali dengan munculnya bercak merah, bersisik, atau benjolan merah yang gatal di kulit.
Seiring waktu, benjolan tersebut berubah menjadi tebal berbentuk cincin atau lingkaran. Bagian dalam lingkaran biasanya berwarna putih bersisik.
Bagian luar benjolan kemungkinan bisa bergelombang atau bergaris dengan sisik kulit. Di sisi lain, benjolan yang muncul di kulit kepala. bisa memiliki gejala yang berbeda.
Ringworm pada di kulit kepala umumnya diawali dengan munculnya benjolan kecil yang terasa sakit. Seiring berjalannya waktu, benjolan akan berubah menjadi kulit bersisik.
Selain itu, kulit kepala Anda mungkin akan terasa lunak dan sakit saat disentuh. Anda juga harus waspada apabila rambut sekitar benjolan sudah mulai rontok.
Jika Anda memiliki tanda atau gejala tinea corporis di atas, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter spesialis kulit.
Perlu Anda ketahui bahwa setiap orang bisa memiliki gejala lain yang tidak disebutkan di atas. Hal ini karena kondisi tubuh setiap orang berbeda.
Maka dari itu, konsultasikanlah dengan dokter spesialis kulit untuk memastikan penyakit yang diderita.
Tinea corporis disebabkan oleh sekelompok jamur yang disebut Dermatofita. Jamur ini mendiami permukaan kulit manusia.
Untuk bertahan hidup, jamur ini menggunakan keratin atau protein penyusun lapisan kulit manusia sebagai sumber makanan.
Terdapat tiga jenis jamur dermatofita, di antaranya Tricophyton, Microsporum, dan Epidermophyton.
Tinea corporis termasuk penyakit kulit menular. Anda juga dapat terkena apabila dengan cara-cara di bawah ini.
Penyakit kulit ini memang bisa menyerang siapa saja, terutama orang yang tidak menjaga kebersihan kulit.
Namun, ada beberapa faktor yang membuat seseorang rentan terkena tinea corporis adalah sebagai berikut.
Sebetulnya, penyakit kulit ini bukanlah infeksi serius yang dapat membahayakan nyawa. Namun, kondisi ini bisa menimbulkan risiko komplikasi pada sebagian orang.
Mengutip Mayo Clinic, orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti pengidap HIV/AIDS kemungkinan akan sulit sembuh dari penyakit tinea corporis ini.
Seperti jenis infeksi dan kondisi kulit lainnya, kulit yang gatal, teriritasi, atau rusak akibat tinea corporis bisa berisiko memicu infeksi bakteri sekunder yang mungkin memerlukan perawatan dengan antibiotik.
Pertama, dokter spesialis kulit akan melakukan pemeriksaan fisik dengan melihat kondisi kulit serta menanyakan gejala-gejala yang Anda rasakan.
Untuk memastikan diagnosis, Anda mungkin juga akan menjalani tes lanjutan yang melibatkan pengambilan sampel kulit (biopsi) untuk diteliti di laboratorium.
Nantinya, sampel kerokan kulit bersisik akan diamati menggunakan mikroskop guna mengetahui adanya jamur.
Dokter juga bisa mendiagnosis penyakit lewat tes kultur jamur yang dapat menunjukkan jenis jamur dan pertumbuhannya saat menginfeksi kulit.
Namun, pemeriksaan ini dapat memakan waktu yang lama sehingga jarang dilakukan.

Pengobatan penyakit kulit ini dilakukan berdasarkan letaknya dan seberapa parah kondisinya. Dalam banyak kasus, dokter dapat merekomendasikan obat bebas yang dapat dibeli di apotek.
Umumnya, obat yang akan digunakan adalah salep antijamur, losion, atau bubuk antijamur yang dapat menghilangkan ringworm.
Beberapa obat yang biasa digunakan untuk mengatasi infeksi tinea adalah sebagai berikut.
Dalam kebanyakan kasus, Anda harus menggunakan obat-obatan pada kulit selama 2 – 4 minggu.
Hal ini bertujuan untuk memastikan jamur telah terbunuh seluruhnya dan mencegah infeksi berulang.
Jika jamur badan telah menyebar luas, atau tubuh tidak merespons obat-obatan di atas, dokter mungkin akan meresepkan obat-obatan lain yang lebih kuat.
Biasanya, Anda juga akan diberikan obat-obatan minum. Griseofulvin adalah salah satu pengobatan oral yang umum diresepkan untuk infeksi jamur kulit.
Penyakit kulit ini sulit untuk dicegah. Hal ini karena jamur adalah penyebab utamanya. Tinea corporis bahkan dapat menular sebelum gejala muncul.
Namun, ada beberapa cara perawatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi kondisi ini.
Untuk mempercepat penyembuhannya, pastikan area yang terkena tinea corporis dalam keadaan bersih dan kering. Oleskan lotion antijamur, krim, atau salep yang dijual bebas, sesuai petunjuk pada kemasan.
Bila ada pertanyaan lebih lanjut seputar kondisi kulit ini, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk memperoleh solusi terbaik.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Tinea corporis. (2020). DermNet NZ. Retrieved 01 August 2024, from https://dermnetnz.org/topics/tinea-corporis/
Tinea Corporis. (2023). StatPearls. Retrieved 01 August 2024, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK544360/
Ringworm (body). (2022). Mayo Clinic. Retrieved 01 August 2024, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ringworm-body/symptoms-causes/syc-20353780#prevention
Ringworm (Tinea Corporis): What It Looks Like, Causes & Treatment. (2022). Cleveland Clinic. Retrieved 01 August 2024, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/4560-ringworm
Ringworm: 12 tips for getting the best results from treatment. (n.d.). American Academy of Dermatology Association. Retrieved 01 August 2024, from https://www.aad.org/public/diseases/a-z/ringworm-self-care
Versi Terbaru
08/08/2024
Ditulis oleh Novita Joseph
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro
Diperbarui oleh: Fidhia Kemala
Ditinjau secara medis oleh
dr. Patricia Lukas Goentoro
General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)