home

Artikel Bersponsor

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Membedakan Gatal-gatal Akibat Kurap dan Infeksi Jamur Candida

Membedakan Gatal-gatal Akibat Kurap dan Infeksi Jamur Candida

Semua orang bisa terkena infeksi jamur di kulit. Namun, jika Anda aktif dalam kegiatan olahraga dan aktivitas fisik, risiko Anda mungkin lebih tinggi. Dua jenis infeksi jamur penyebab gatal yang paling umum terjadi adalah infeksi jamur ringworm alias kurap, dan infeksi jamur Candida.

Kedua jenis infeksi jamur ini sama-sama lebih sering muncul di area kulit yang lembap. Namun, area kulit yang diserang biasanya berbeda. Penelitian menunjukkan bahwa infeksi jamur akibat Candida bisa menyerang kulit skrotum pada pria, sedangkan kurap tidak pernah terjadi pada bagian tersebut. Penampakan dua jenis infeksi jamur ini juga berbeda.

Bagaimana membedakan gatal kurap dan infeksi jamur Candida?

Infeksi jamur ringworm alias kurap

Meski namanya ringworm, infeksi ini tidak disebabkan oleh worm alias cacing. Kurap disebabkan oleh sekelompok jamur bernama dermatofit. Kurap biasanya menyerang kaki (sering juga disebut penyakit athlete’s foot), selangkangan (tinea cruris), kulit kepala (tinea capitis), kuku, tangan, dan kaki.

Kurap menyebabkan ruam merah yang meradang, terkadang juga bersisik, dan bentuknya biasanya bulat menyerupai cincin. Bagian tengahnya biasanya merah, tapi bisa juga warna kulit normal. Jika muncul di kulit kepala, kurap bisa menyebabkan kerontokan rambut.

Kurap bisa menular dari manusia ke manusia, atau dari benda berjamur seperti handuk lembap, atau dari hewan peliharaan seperti anjing dan kucing.

Infeksi jamur Candida

Jamur Candida biasanya ada di tubuh semua manusia, namun jika jumlahnya berlebihan, ia bisa menyebabkan infeksi. Bagian tubuh yang paling sering terinfeksi adalah vagina, vulva, alat kelamin pria, mulut, dan bagian-bagian kulit yang hangat dan lembap seperti ketiak, sela-sela jari kaki, selangkangan, bokong, lipatan bawah payudara, dan area di bawah kuku.

Infeksi jamur Candida pada vagina dapat menyebabkan rasa panas, vagina kemerahan, disertai keputihan yang berwarna putih pekat seperti keju. Infeksi jamur Candida pada mulut terlihat seperti bercak-bercak putih tebal di lidah. Pada kulit, infeksi jamur Candida terlihat seperti ruam merah yang datar, dengan sisi yang bergelombang.

Apa obat kurap dan jamur Candida yang paling efektif?

Pengobatan untuk kedua jenis infeksi jamur ini tidak jauh berbeda. Anda bisa menggunakan salep dan lotion antijamur. Beberapa obat kurap dan jamur Candida juga dijual bebas tanpa resep dan tersedia dalam beberapa merek. Anda bisa mencari salep yang mengandung clotrimazole, miconazole, atau terbinafine.

Untuk mengetahui lebih jauh soal penyebab lain infeksi jamur yang bikin kulit gatal dan cara tepat mengatasinya, simak dalam video berikut ini:

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Yeast infection and ringworm connection

http://www.yeastinfection.org/yeast-infection-and-ringworm-connection/#

Accessed in January 1, 2017Ringworm or Candida: What’s the difference?

http://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/features/ringworm-or-candida#1

Accessed in January 1, 2017

Foto Penulis
Ditulis oleh Lika Aprilia Samiadi pada 06/05/2017
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
x