Definisi

Apa itu kanker tiroid?

Kanker tiroid adalah penyakit di mana terdapat perkembangan sel-sel tiroid yang tidak normal. Kelenjar tiroid terletak di leher, memiliki peran untuk menghasilkan hormon yang mengontrol metabolisme. Sel-sel tiroid dinamakan sel folikel dan sel sel jangkauan folikel.

Kanker yang berasal dari sel-sel folikel yang disebut kanker papiler, kanker folikuler, dan kanker yang belum dikategorikan. Kanker papiler adalah jenis yang paling umum, yang terjadi pada orang yang berusia muda. Kanker folikuler biasanya terjadi pada orang usia lanjut. Kanker yang belum dikategorikan (undifferentiated cancer) adalah jenis kanker yang paling berbahaya dan sulit diobati.

Jika kanker mulai membebani sel-sel, akan terbentuk jaringan kanker yang disebut sumsum. Kanker sumsum sering muncul sebagai kanker yang berdiri sendiri atau kanker keluarga, yang merupakan bentuk turun-temurun. Seberapa umumkah kanker tiroid?

Gejala kanker tiroid, penyebab kanker tiroid, dan obat kanker tiroid, akan dijelaskan lebih lanjut di bawah ini.

Seberapa umumkah kanker tiroid?

Kanker tiroid terjadi pada pria maupun wanita. Penyakit ini dapat terjadi pada setiap kelompok usia tetapi lebih umum pada wanita. Orang-orang ini sering terkena radiasi memiliki risiko kanker tiroid lebih tinggi.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala kanker tiroid?

Ketika sebuah kanker tiroid baru muncul biasanya tidak akan memiliki tanda-tanda dan gejala. Kemudian setelah berkembang, tanda-tanda pertama yang muncul yaitu adanya tumor tiroid. Ketika kanker berkembang, penyakit ini seringkali menyebar ke organ terdekat dan menyebabkan pasien mengalami suara serak, kesulitan menelan, pembengkakan kelenjar getah bening, dan sakit leher.

Kemungkinan ada tanda­-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki ­tanda atau gejala­-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-­masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab kanker tiroid?

Kanker tiroid disebabkan oleh perubahan dalam sel-sel pada kelenjar tiroid. Saat ini, ada tidak jelas mengapa hal ini terjadi. Semua kanker dimulai dengan perubahan dalam DNA sel. Perubahan dalam replikasi DNA membuat sel tidak terkendali, menghasilkan pertumbuhan jaringan yang disebut tumor. Paparan terhadap radiasi juga menyebabkan kanker, terutama pada anak-anak yang menjalani terapi radiasi pada bagian kepala, leher, atau dada bagian atas selama masa balita atau pada saat kelahiran. Kanker tiroid tidak menular.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk kanker tiroid?

Faktor-faktor tertentu yang meningkatkan risiko Anda mengalami kanker tiroid yaitu:

Karena kanker tiroid akan mempengaruhi Anda seumur hidup, Anda harus segera periksa ke dokter jika Anda memiliki gejala-gejala kanker tiroid, hal ini perlu agar deteksi awal, pencegahan, dan pengobatan dapat segera dilakukan sehingga tidak terjadi dampak yang lebih parah di kemudian hari. Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker tiroid meliputi:

  • Jenis kelamin: kanker tiroid lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria.
  • Paparan zat yang mengandung konsentrasi radioaktif tinggi: seperti terapi radiasi di kepala, leher, dan dampak dari sumber lain seperti pembangkit listrik tenaga nuklir atau pengujian senjata.
  • Sindrom genetik tertentu: dapat berpotensi meningkatkan risiko kanker tiroid. Sindrom genetik ini seperti kanker meduler tiroid dalam keluarga, beberapa sindrom neoplasia endokrin, dan kanker usus yang turun-temurun

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk kanker tiroid?

Pengobatan tergantung pada tingkat perkembangan kanker, yang dapat dilakukan dengan cara pembedahan, radioterapi,dan kemoterapi.

Pembedahan meliputi pengangkatan sebagian atau seluruh kelenjar tiroid. Jika seluruh tiroid diangkat, Anda akan perlu menggunakan obat pengganti tiroid seumur hidup. Jika hanya sebagian, Anda perlu menggunakan hormon untuk mencegah perkembangan kanker pada jaringan tiroid yang tersisa.

Setelah operasi, dokter dapat menggunakan zat radioaktif yodium untuk mengobati penyebaran kanker. Namun, hal ini dapat menghancurkan sel-sel normal dan sel kanker. Komplikasi karena operasi juga dapat terjadi, seperti cedera pada pita suara.

Kemoterapi akan diterapkan jika metode lain tidak efektif.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk kanker tiroid

Dokter Anda dapat mendiagnosis kanker tiroid jika ditemui adanya tumor tiroid pada saat pemeriksaan kesehatan umum. Untuk hasil yang lebih akurat, sel-sel diambil dari tumor dengan metode biopsi dan diteliti secara mikroskopis.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kanker tiroid?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi kanker tiroid:

  • Anda harus ingat bahwa semakin awal kanker dikenali, semakin tinggi kesempatan penyembuhan Anda. Jika Anda telah didiagnosis dengan kanker tiroid, Anda dapat melakukan hal-hal berikut untuk membatasi penyebaran kanker sehingga dapat dilakukan pengobatan yang lebih mudah.
  • Hubungi dokter Anda jika Anda merasa ada benjolan di tenggorokan atau suara serak.
  • Carilah seorang ahli bedah berpengalaman dalam operasi tiroid.
  • Minumlah obat Anda sesuai resep dokter.
  • Untuk mengetahui apakah obat yang digunakan terlalu kuat atau terlalu lemah untuk tubuh, dapat diperhatikan hal-hal berikut:
  • Dosis terlalu kuat: terjadi pada tremor tangan, diare, berkeringat, dan palpitasi.
  • Dosis terlalu lemah: munculnya gejala flu, dengan suara serak, dan sembelit

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: Desember 14, 2016 | Terakhir Diedit: Desember 14, 2016

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan