Apa Itu Kanker Tenggorokan?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu kanker tenggorokan?

Kanker tenggorokan bukanlah istilah yang ditujukan untuk menyebut satu penyakit. Istilah ini digunakan untuk penyakit kanker yang menyerang kotak suara, pita suara, atau bagian-bagian tenggorokan lainnya.

Tenggorokan Anda terdiri dari tabung berotot yang bermula dari hidung dan berakhir di leher Anda. Tenggorokan dapat dibagi menjadi beberapa bagian, dan hampir seluruhnya berpotensi menjadi tempat berkembangnya sel kanker.

Umumnya, penyakit ini terbagi berdasarkan organ tenggorokan mana yang terserang, yaitu kanker faring dan kanker laring.

Pengobatan kanker juga umumnya dilakukan tergantung pada jenis sel yang berkembang, serta pada bagian tenggorokan mana yang terserang.

Gejala-gejala yang umumnya terlihat adalah rasa sakit di tenggorokan, dan terkadang rasa sakit menjalar hingga ke telinga. Namun, terkadang gejala yang muncul sulit dibedakan dengan gejala-gejala penyakit lainnya.

Seberapa umumkah kanker tenggorokan?

Kanker tenggorokan merupakan penyakit yang umum terjadi. Tetapi, jenis kanker ini termasuk yang cukup jarang terjadi apabila dibandingkan dengan kanker lainnya.

Menurut National Cancer Institute, sebanyak 1 persen orang dewasa kemungkinan didiagnosis dengan kanker faring, sedangkan 0,4 persen orang dewasa lainnya berpotensi memiliki kanker laring.

Di Indonesia sendiri angka kejadian kanker tenggorokan, khususnya kanker nasofaring diketahui menduduki posisi ke-4 sebagai kanker yang paling banyak diderita setelah kanker payudara, kanker serviks, dan kanker paru.

Tingkat keselamatannya tergantung pada stadium kanker dan keparahannya. Sekitar 60,7% penderita kanker laring memiliki kesempatan untuk hidup 5 tahun lebih lama. Persentase keselamatan pada pasien kanker faring sedikit lebih tinggi, yaitu sekitar 64,5%.

Selain itu, kanker ini merupakan penyakit yang lebih banyak menyerang pasien berjenis kelamin pria dibanding jenis kelamin wanita. Penyakit ini juga cenderung lebih mudah terjadi pada pasien yang terinfeksi human papillomavirus (HPV), perokok aktif, serta penderita penyakit asam lambung.

Jenis

Apa saja jenis-jenis dari kanker tenggorokan?

Penyakit ini dapat dibagi menjadi beberapa tipe. Berdasarkan bagian tenggorokan mana yang terdampak, kanker ini umumnya dibagi menjadi 2 tipe, yaitu:

1. Kanker faring

Kanker ini berkembang di dalam faring, yaitu tabung yang terletak di belakang hidung Anda dan memanjang menuju batang tenggorokan. Kanker jenis ini juga dapat dibagi lagi menjadi beberapa bagian, yaitu:

  • Kanker nasofaring (bagian atas tenggorokan)
  • Kanker orofaring (bagian tengah tenggorokan)
  • Kanker hipofaring (bagian bawah tenggorokan)

2. Kanker laring

Kanker laring adalah jenis kanker yang berkembang di kotak suara Anda. Kotak suara terdiri dari pita suara yang berfungsi agar Anda dapat berbicara.

Selain itu, laring juga berperan sebagai katup pernapasan manusia, sehingga makanan yang Anda telan dapat mengalir menuju perut.

Kanker ini juga dapat terbagi menjadi beberapa subtipe, yaitu:

  • Glottis (bagian tengah yang terdapat pita suara)
  • Supraglottis (bagian atas pita suara)
  • Subglottis (bagian di bawah pita suara dan di atas trakea)

Kebanyakan penyakit ini terjadi di orofaring atau bagian tengah tenggorokan. Angkanya pun terus mengalami kenaikan, seiring dengan semakin banyaknya kasus infeksi virus HPV pada manusia.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala kanker tenggorokan?

Mendeteksi kanker tenggorokan pada tahap awal memang cukup sulit, mengingat beberapa gejala yang ada terkadang menyerupai penyakit lainnya.

Lebih parahnya lagi, Anda mungkin akan mengira gejala tersebut hanyalah penyakit yang kurang serius, padahal sebenarnya kondisi yang Anda alami mungkin saja merupakan gejala kanker tenggorokan.

Tanda-tanda dan gejala umum dari penyakit ini meliputi:

  • Perubahan suara menjadi serak
  • Tidak dapat berbicara dengan tidak jelas
  • Kesulitan menelan
  • Penurunan berat badan tanpa alasan
  • Radang tenggorokan yang tidak kunjung hilang
  • Perlu berdehem terus menerus
  • Batuk terus menerus (mungkin batuk darah)
  • Pembengkakan kelenjar getah bening pada leher
  • Napas berbunyi (mengi)
  • Sakit pada telinga.

Selain itu, beberapa penderita penyakit ini juga mungkin akan mengalami beberapa komplikasi, seperti:

  • Kesulitan menelan
  • Kerusakan pada leher atau wajah
  • Tidak dapat berbicara
  • Kesulitan bernapas
  • Kulit mengeras di sekitar leher
  • Gangguan dalam bicara.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila muncul gejala-gejala baru yang tidak kunjung hilang atau durasi gejala-gejala di atas berlangsung lebih dari 2 minggu.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab kanker tenggorokan?

Kanker adalah penyakit yang berkembang akibat adanya mutasi DNA di dalam gen Anda. Gen berfungsi untuk menginstruksikan bagaimana sel-sel tubuh bekerja.

Jika terjadi kesalahan pada gen Anda yang telah bermutasi, kemungkinan sel-sel tubuh Anda tidak dapat bekerja dengan normal dan mengalami kerusakan. Sel-sel tubuh yang normal seharusnya tumbuh dan berkembang dalam batas wajar, kemudian akan mati dan diganti dengan sel baru.

Tetapi, sel-sel tubuh yang rusak mungkin akan berkembang secara tidak terkendali dan tetap hidup. Hal ini dapat mengakibatkan tumbuhnya jaringan tumor. Jaringan ini berpotensi akan menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Hingga saat ini, belum diketahui apa penyebab pasti dari mutasi gen ini. Namun, para ahli meyakini adanya beberapa faktor risiko yang memicu terjadi mutasi gen pada sel-sel di tenggorokan.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk terkena kanker tenggorokan?

Penyakit ini adalah suatu masalah kesehatan yang dapat menyerang semua orang dari berbagai golongan usia dan ras. Namun, terdapat beberapa faktor yang berpotensi meningkatkan risiko seseorang untuk terkena penyakit ini.

Berikut adalah beberapa faktor risiko yang memicu terjadinya penyakit ini, yaitu:

1. Jenis kelamin

Apabila Anda berjenis kelamin perempuan, risiko Anda untuk memiliki sel kanker berkembang di tenggorokan akan lebih tinggi dibanding laki-laki.

2. Konsumsi alkohol berlebihan

Alkohol berpotensi merusak berbagai organ tubuh, termasuk tenggorokan. Jika Anda termasuk orang yang sering mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan, Anda lebih rentan terkena penyakit ini.

3. Aktif merokok

Rokok juga dapat merusak fungsi organ-organ tubuh, terutama tenggorokan. Anda memiliki peluang lebih besar untuk terserang penyakit ini apabila Anda merupakan perokok aktif.

4. Terinfeksi human papillomavirus (HPV)

Infeksi virus HPV merupakan salah satu jenis infeksi menular seksual. Bila Anda telah terjangkit virus ini, kemungkinan Anda untuk mengalami kanker tenggorokan semakin besar.

5. Kekurangan asupan nutrisi yang baik

Tubuh yang tidak cukup mengonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan berisiko mengalami kekurangan nutrisi. Hal ini dapat meningkatkan risiko Anda terserang berbagai macam penyakit, termasuk kanker tenggorokan.

6. Kebersihan gigi yang buruk

Gigi Anda juga perlu dijaga kebersihannya karena mulut merupakan tempat yang rawan terserang infeksi bakteri atau virus. Hal ini dapat memengaruhi kesehatan tenggorokan Anda, mengingat letaknya yang berdekatan dengan mulut.

7. Menderita penyakit asam lambung (GERD)

Terlalu sering mengalami kenaikan asam lambung pun dapat berakibat fatal pada tenggorokan. Maka dari itu, Anda yang mengalami asam lambung kronis rentan terkena penyakit ini.

8. Terpapar asbes

Asbes diyakini berpotensi meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit kanker. Jika Anda berada di tempat yang cukup sering terpapar asbes, peluang Anda mendapatkan penyakit ini pun lebih besar.

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana mendiagnosis kanker tenggorokan?

Umumnya, gejala-gejala kanker tidak spesifik, sehingga dokter akan mendiagnosis penyebab utama suatu gejala yang muncul. Anda mungkin akan ditanyai mengenai berbagai gejala yang Anda alami.

Selain itu, Anda juga akan ditanyai seputar sejarah medis, riwayat penyakit keluarga, dan apabila Anda mengalami radang tenggorokan yang tak kunjung berhenti.

Dokter mungkin juga akan melakukan beberapa jenis tes untuk meningkatkan keakuratan hasil diagnosis, seperti:

1. Laringoskopi

Laringoskopi merupakan prosedur yang dilakukan dengan cara memasukkan kamera berukuran kecil ke dalam tenggorokan. Tes ini dilakukan agar dokter dapat melihat bagian dalam tenggorokan secara detail, supaya keanehan apapun dapat segera terdeteksi.

2. Biopsi

Biopsi sendiri merupakan teknik yang dilakukan dengan cara mengambil jaringan kanker di dalam tenggorokan Anda. Dengan bantuan laringoskopi, dokter dapat menentukan titik yang akurat untuk dilakukan biopsi.

3. Fine-needle aspiration (FNA)

Sedikit berbeda dengan teknik biopsi, FNA menggunakan jarum yang kecil dan tipis untuk mengambil jaringan tumor.

4. Endoscopic history

Tes endoskopi juga berupa pengambilan sampel dari jaringan tumor Anda. Dokter akan memasukkan tabung tipis dan kamera landoskopi ke dalam mulut dan hidung Anda.

Setelah proses diagnosis selesai, dokter Anda akan mengidentifikasi sudah sejauh apa kanker menyebar dan stadiumnya. Berikut adalah stadium-stadium yang terdapat pada kanker tenggorokan:

  • Stadium 0: Tumor belum menyerang jaringan tenggorokan Anda.
  • Stadium 1: Ukuran tumor lebih kecil dari 2 cm dan terbatas di tenggorokan saja.
  • Stadium 2: Tumor berukuran 2-4 cm, namun masih terbatas pada tenggorokan.
  • Stadium 3: Tumor berukuran lebih dari 4 cm, telah menyebar ke salah satu kelenjar getah bening.
  • Stadium 4: Tumor telah menyebar ke kelenjar getah bening dan/atau organ lainnya.

Bagaimana kanker tenggorokan ditangani?

Untungnya, kanker ini adalah penyakit yang masih dapat diatasi dengan cara memperpanjang usia harapan hidup penderitanya. Penanganan umumnya merupakan kombinasi dari operasi, radioterapi, dan kemoterapi.

Berikut adalah pilihan penanganan untuk penyakit ini:

  • Operasi: Jika Anda hanya memiliki tumor kecil, dokter akan mengangkatnya dengan operasi di bawah obat penenang.
  • Terapi radiasi: Terapi radiasi menggunakan sinar berenergi tinggi untuk menghancurkan sel kanker yang ganas. Tujuan terapi ini adalah menghancurkan sel kanker yang tertinggal oleh tumor.
  • Kemoterapi: Kemoterapi memperlambat dan mencegah pertumbuhan sel ganas. Apabila tumor Anda sudah besar dan telah menyebar ke kelenjar getah bening serta jaringan lain, dokter dapat menyarankan radiasi dan kemoterapi.

Anda juga mungkin membutuhkan terapi setelah perawatan untuk mempelajari kembali cara menelan dan berbicara.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kanker tenggorokan?

Kanker tenggorokan memiliki angka kesembuhan yang berhasil jika didiagnosis pada stadium awal.

Namun, jika sel ganas telah menyebar ke bagian tubuh lainnya di luar leher dan kepala, kanker tenggorokan mungkin sulit disembuhkan.

Tetapi, pasien dapat memperpanjang masa hidup dan memperlambat perkembangan kanker tenggorokan dengan melakukan perawatan. Berikut contohnya:

  • Mengurangi konsumsi alkohol
  • Berhenti merokok
  • Mencukupi kebutuhan nutrisi setiap hari
  • Tidak bergonta-ganti pasangan seksual

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: September 22, 2016 | Terakhir Diedit: Agustus 1, 2019

Yang juga perlu Anda baca