Definisi

Apa itu Intoleransi Laktosa (lactose intolerance)?

Lactose intolerance atau intoleransi laktosa adalah ketidakmampuan seseorang untuk mencerna laktosa. Laktosa adalah jenis gula yang terdapat dalam susu dan produk susu. Pencernaan makanan dan penyerapan nutrisi terjadi pada usus kecil menghasilkan enzim yang disebut laktase. Laktase memecah laktosa menjadi dua bentuk gula yang lebih sederhana: glukosa dan galaktosa. Tubuh kemudian menyerap gula sederhana ini ke dalam aliran darah.

Seberapa umumkah Intoleransi Laktosa (lactose intolerance)?

Intoleransi laktosa biasa terjadi. Siapapun dapat mengalaminya, namun kondisi ini lebih sering terjadi di Afrika, Amerika, Asia, dan Meksiko. Kondisi ini juga sering terjadi pada anak-anak. Orang yang intoleran terhadap laktosa perlu mengontrol asupan laktosa mereka namun konsumsi produk-produk susu bukanlah pantangan.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala Intoleransi Laktosa (lactose intolerance)?

Gejala intoleransi laktosa terjadi dalam jangka waktu 30 menit hingga 2 jam setelah makan produk-produk susu, gejala tersebut termasuk:

  • Sakit perut
  • Kram
  • Kembung
  • Mual
  • Diare
  • Mengeluarkan gas
  • Terasa sakit
  • Suara menggemuruh di perut

Anak-anak memiliki gejala yang sedikit berbeda:

  • Diare berbuih
  • Ruam gatal
  • Pertumbuhan dan perkembangan yang melambat
  • Kadang-kadang muntah

Kemungkinan ada tanda-­tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-­tanda atau gejala-­gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing­-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab Intoleransi Laktosa (lactose intolerance)?

Penyebab intoleransi laktosa adalah tidak memiliki enzim laktase yang cukup.

Intoleransi laktosa primer.

Jenis ini berkembang pada orang yang pernah dapat mencerna laktosa sepenuhnya. Kondisi ini adalah jenis yang paling biasa terjadi. Hampir semua bayi menghasilkan cukup laktase untuk mencerna laktosa secara keseluruhan yang terdapat dalam susu dan formula untuk bayi. Namun, pada beberapa keadaan setelah konsumsi dihentikan, kebanyakan anak di dunia mulai menghasilkan laktase yang lebih sedikit. Kebanyakan orang yang mengalami intoleransi laktosa primer dapat mengonsumsi beberapa produk susu tanpa munculnya gejala.

Intoleransi laktosa sekunder.

Jenis ini merupakan akibat dari kerusakan pada usus, seperti penyakit parah.

Intoleransi laktosa bawaan.

Bayi yang lahir dengan kondisi yang jarang terjadi ini tidak dapat menghasilkan laktase sama sekali. Dokter biasanya mendiagnosis intoleransi laktosa sekunder dengan intoleransi laktosa bawaan selama masa kelahiran bayi.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk intoleransi laktosa (lactose intolerance)?

Faktor-faktor tertentu yang meningkatkan risiko Anda mengalami intoleransi laktosa yaitu:

  • Meningkatnya usia. Intoleransi laktosa biasanya muncul di usia dewasa. Namun bisa juga muncul pada bayi dan anak-anak
  • Etnis. Intoleransi laktosa paling umum terjadi pada orang yang berasal dari Afrika, Asia, Spanyol, dan Amerika, serta keturunan India
  • Kelahiran prematur. Bayi lahir prematur mengalami kekurangan laktase karena usus kecilnya belum membentuk sel-sel yang menghasilkan laktase sampai akhir trimester ketiga
  • Penyakit pada usus kecil. Masalah usus kecil yang dapat menyebabkan intoleransi laktosa termasuk pertumbuhan bakteri yang berlebihan, penyakit celiac dan penyakit Crohn
  • Pengobatan kanker tertentu. Jika Anda telah melakukan terapi radiasi untuk kanker pada perut atau memiliki komplikasi usus akibat kemoterapi, maka Anda memiliki risiko lebih tinggi terhadap intoleransi laktosa

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk Intoleransi Laktosa (lactose intolerance)?

Bayi dan anak-anak sebaiknya tidak mengonsumsi makanan yang mengandung laktosa. Anak yang lebih tua dan orang dewasa biasanya tidak harus menghindari laktosa sepenuhnya tapi harus mengetahui jumlah yang mereka dapat konsumsi berdasarkan gejala yang muncul setelah konsumsi laktosa. Konsumsi pil kalsium dan pil vitamin D mungkin diperlukan untuk mengganti nutrisi dari susu. Kalsium sangat penting untuk anak-anak, remaja, dan ibu hamil dan menyusui, serta wanita pasca menopause. Makanlah makanan yang kaya akan kalsium, seperti udang, brokoli, dan sayuran berdaun hijau, daripada hanya mengonsumsi pil kalsium. Enzim laktase (berbentuk tetes atau kunyah) yang tersedia di pasaran dapat digunakan. Enzim tetes dapat dimasukkan ke dalam susu. Tablet kunyah dapat membantu mencerna makanan padat.

Gejala akan hilang dalam waktu sekitar 3 minggu setelah penghentian konsumsi produk susu.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk Intoleransi Laktosa (lactose intolerance)?

Dokter akan memeriksa riwayat medis dan melakukan pemeriksaan fisik. Tes dapat dilakukan untuk mengukur penyerapan laktosa dalam saluran pencernaan. Tes ini adalah tes toleransi laktosa, tes hidrogen laktosa (tes yang paling akurat), dan tes tingkat keasaman tinja (untuk anak-anak). Sampel jaringan kecil (biopsi) mungkin perlu diambil dari usus untuk diperiksa ketika diagnosis tidak dapat disimpulkan namun hal ini jarang dilakukan.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi Intoleransi Laktosa (lactose intolerance)?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi intoleransi laktosa :

  • Konsumsilah cukup kalsium dan vitamin D dari makanan atau suplemen
  • Beritahu dokter Anda tentang semua obat-obatan yang Anda gunakan
  • Pertimbangkan lagi jika ingin menyusui bayi Anda dengan susu formula, jika Anda memiliki riwayat keluarga yang mengalami intoleransi laktosa
  • Konsumsi susu formula berbahan dasar kedelai dan bukan susu murni
  • Hubungi dokter jika diet bebas susu tidak membantu menghilangkan gejala
  • Hubungi dokter jika berat badan anak Anda tidak bertambah atau anak Anda menolak makanan atau susu formula

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Oktober 19, 2017 | Terakhir Diedit: Oktober 19, 2017

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan