Interstitial Cystitis

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu interstitial cystitis?

Interstitial cystitis adalah penyakit kronis yang menyebabkan tekanan dan nyeri pada kandung kemih, dan terkadang rasa sakit pada panggul, dari mulai nyeri ringan hingga parah. Interstitial cystitis juga sering disebut sindrom nyeri kandung kemih.

Kandung kemih adalah organ tubuh berongga dan berotot yang menyimpan air kencing atau urin. Kandung ini akan melebar saat terisi penuh, kemudian mengirim sinyal ke otak untuk buang air kecil. Sinyal ini dikirim lewat saraf panggul, yang kemudian membuat Anda merasa ingin kencing.

Namun jika Anda menderita interstitial cystitis, sinyal ini terganggu, sehingga Anda akan lebih sering merasa ingin buang air kecil, namun volume air kencing hanya sedikit.

Seberapa umumkah interstitial cystitis?

Interstitial cystitis seringnya terjadi pada wanita dan bisa bertahan dalam jangka waktu lama. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Gejala

Apa saja gejala interstitial cystitis?

Ciri dan gejala interstitial cystitis adalah:

  • Tekanan dan rasa nyeri pada kandung kemih yang terasa makin kuat saat Anda ingin buang air kecil
  • Rasa nyeri di perut bagian bawah, punggung bawah, panggul, atau uretra (tabung yang menyalurkan air kencing ke luar tubuh)
  • Pada wanita: rasa sakit di vagina, bibir vagina, atau area belakang vagina
  • Pada pria: rasa sakit pada kantung zakar, testis, penis, atau area belakang kantung zakar
  • Sering merasa ingin kencing (lebih dari 8 kali sehari)
  • Merasa ingin kencing sekarang juga, padahal Anda baru saja buang air kecil
  • Pada wanita: rasa sakit saat berhubungan seks
  • Pada pria: rasa sakit saat orgasme atau setelah berhubungan seks

Rasa sakit pada kandung kemih yang dirasakan penderita interstitial cystitis bisa berupa nyeri ringan hingga rasa sakit yang menusuk. Buang air kecil bisa terasa menyengat atau bahkan panas.

Semua penderita interstitial cystitis akan mengalami peradangan pada kandung kemih, dan 5-10% penderita akan mengalami luka di kandung kemih.

Mungkin ada gejala yang tidak disebutkan di atas. Konsultasikan pada dokter untuk informasi tentang gejala lainnya.

Penyebab

Apa penyebab interstitial cystitis?

Penyebab interstitial cystitis belum diketahui secara pasti, tapi ada banyak faktor yang bisa memicunya. Misalnya, orang yang mengalami gangguan atau kelainan di lapisan pelindung (epithelium) kandung kemih biasanya akan mengalami interstitial cystitis juga. Kebocoran pada epithelium bisa membuat bahan beracun dari air kencing mengiritasi dinding kandung kemih.

Kemungkinan penyebab lain namun belum terbukti adalah: reaksi autoimun, faktor keturunan, infeksi, atau alergi.

Faktor pemicu

Siapa saja yang berisiko terkena interstitial cystitis?

Ada banyak faktor yang meningkatkan risiko seseorang terkena interstitial cystitis, contohnya:

  • Jenis kelamin. Perempuan lebih sering terkena interstitial cystitis dibandingkan laki-laki. Banyak pria yang mengalami gejala yang mirip dengan interstitial cystitis, tapi seringnya itu adalah peradangan kelenjar prostat (prostatitis).
  • Warna kulit dan rambut. Orang-orang dengan kulit putih atau rambut merah lebih sering terkena interstitial cystitis.
  • Usia. Pada kebanyakan kasus, interstitial cystitis didiagnosis pada orang usia 30 tahun atau lebih.
  • Memiliki gangguan nyeri kronis. Interstitial cystitis biasanya terjadi pada penderita irritable bowel syndrome (IBS) alias sindrom iritasi usus, atau penderita fibromyalgia.

Diagnosis

Bagaimana interstitial cystitis didiagnosis?

Beberapa cara ini akan dilakukan dokter untuk mendiagnosis apakah Anda menderita interstitial cystitis:

  • Riwayat medis dan diary buang air kecil. Dokter mungkin akan meminta Anda mencatat kapan saja Anda buang air kecil, berapa volume air yang Anda minum, dan berapa volume urin yang dikeluarkan.
  • Pemeriksaan panggul. Dokter akan memeriksa vagina, rahim, dan perut untuk mengecek organ panggul dalam. Dokter juga mungkin akan memeriksa anus dan rektum Anda.
  • Tes urin. Sampel urin Anda akan diperiksa untuk menemukan tanda-tanda infeksi saluran kencing.
  • Dokter mungkin akan memasukkan sistoskop (tabung kecil dengan kamera) ke uretra untuk melihat kandung kemih Anda. Cairan mungkin akan disuntikkan ke kandung kemih untuk mengecek kapasitas kandung kemih Anda; prosedur ini dinamakan hidrodistensi. Sebelum melakukan prosedur ini, dokter akan memberi Anda anestesi supaya tidak merasa sakit.
  • Saat menggunakan sistoskop, dokter juga bisa melakan biopsi (mengambil contoh jaringan) dari kandung kemih dan uretra untuk diperiksa di bawah mikroskop. Ini diperlukan jika dokter mencurigai adanya kanker kandung kemih atau kondisi langka lain yang menyebabkan nyeri kandung kemih.
  • Sitologi urin. Dokter akan mengecek sampel urin Anda untuk memeriksa selnya dan memastikan tidak ada kanker.
  • Tes sensitivitas kalium. Dokter akan memasukkan air dan kalium klorida satu persatu ke dalam kandung kemih Anda. Anda akan diminta untuk menilai rasa sakit dan rasa ingin kencing setelah cairan tersebut dimasukkan. Jika Anda merasa lebih sakit atau lebih ingin kencing saat dimasukkan cairan kalium, dokter biasanya akan mendiagnosis Anda dengan interstitial cystitis, karena orang-orang dengan kandung kemih normal tidak akan merasakan perbedaan antara kedua cairan tersebut.

Pengobatan

Informasi di bawah ini tidak dapat dijadikan pengganti konsultasi medis. SELALU konsultasikan pada dokter untuk mendapat informasi tentang pengobatan.

Bagaimana cara mengobati interstitial cystitis?

Tidak ada pengobatan mudah yang bisa mengobati gejala interstitial cystitis, dan tidak ada pengobatan yang bisa ampuh untuk semua orang. Anda mungkin harus mencoba beberapa pengobatan, atau kombinasi dari beberapa metode, sebelum menemukan cara yang paling efektif untuk kondisi Anda.

Terapi fisik

Dengan bantuan terapis fisik, Anda bisa mengatasi nyeri panggul akibat ketidaknormalan otot dan jaringan di dasar panggil Anda.

Obat-obatan

Obat-obatan yang bisa Anda minum untuk mengatasi gejala interstitial cystitis adalah:

  • Nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAID) seperti ibuprofen atau naproxen sodium, untuk menghilangkan nyeri.
  • Antidepresan tricyclic, seperti amitriptyline atau imipramine, untuk membantu melemaskan kandung kemih dan mencegah sakit.
  • Antihistamin, seperti loratadine, yang bisa mengurangi rasa ingin kencing yang terlalu sering, dan mengatasi gejala lainnya.
  • Pentosan polysulfate sodium, yang sudah disetujui oleh FDA di Amerika untuk mengobati interstitial cystitis. Cara kerjanya belum diketahyi, tapi ditemukan bisa memperbaiki permukaan dalam kandung kemih, yang melindungi dinding kandung kemih dari bahan-bahan di urin yang bisa mengiritasi. Mungkin butuh waktu 2-4 bulan sampai rasa sakit hilang sepenuhnya, dan 6 bulan hingga rasa ingin kencing mulai berkurang frekuensinya.

Stimulasi saraf

Teknik stimulasi saraf yang bisa dilakukan adalah:

  • Transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS).
    Aliran listrik ringan bisa menghilangkan nyeri panggul, dan dalam beberapa kasus bahkan mengurangi frekuensi rasa ingin kencing. TENS juga bisa meningkatkan aliran darah ke kandung kemih, untuk menguatkan otot yang mengontrol kandung kemih, atau memicu pelepasan zat yang menghalangi rasa sakit. Untuk melakukannya, kabel elektrik akan dipasang di punggung bawah atau di atas area kemaluan, untuk menghantarkan aliran listrik. Berapa lama dan berapa kali terapi akan tergantung pada respon tubuh Anda.
  • Sacral nerve stimulation.
    Saraf sakral adalah penghubung utama antara saraf tulang belakang dan saraf di kandung kemih. Merangsang saraf sakral ini dapat mengurangi rasa ingin kencing yang sering terjadi pada penderita interstitial cystitis. Untuk melakukannya, kabel tipis akan dipasang di dekat saraf sakral dan mengirim aliran listrik ke kandung kemih, mirip dengan cara kerja alat pacu jantung. Jika prosedur ini berhasil mengurangi gejala yang Anda rasakan, dokter mungkin akan memasang alat permanen di dalam tubuh Anda lewat operasi. Prosedur ini tidak akan mengurangi rasa sakit akibat interstitial cystitis, tapi bisa mengatasi masalah buang air kecil terlalu sering.

Distensi kandung kemih

Banyak pasien yang merasa lebih baik setelah menjalani distensi kandung kemih dengan sistoskopi. Distensi kandung kemih adalah prosedur meregangkan/melebarkan kandung kemih dengan air. Jika Anda merasakan kemajuan yang bertahan dalam waktu lama setelah prosedur ini, dokter mungkin akan mengulanginya saat diperlukan.

Obat yang dimasukkan ke dalam kandung kemih

Dalam prosedur instilasi kandung kemih, dokter akan memasukkan obat dimethyl sulfoxide ke dalam kandung kemih Anda melalui kateter yang dimasukkan lewat uretra.  

Cairan obat ini kadang-kadang dicampur dengan obat lain seperti obat bius lokal, dan akan bertahan di kandung kemih Anda selama 15 menit. Kemudian Anda akan diminta buang air kecil untuk membuangnya.

Anda mungkin perlu menjalani pengobatan dimethyl sulfoxide ini setiap minggu selama 6-8 minggu, kemudian kembali lagi untuk pengobatan maintenance jika diperlukan, misalnya setiap 2 minggu sekali, selama satu tahun.

Metode instilasi kandung kemih yang terbaru biasanya menggunakan cairan yang mengandung obat lidocaine, sodium bicarbonate, dan antara pentosan atau heparin.

Operasi

Dokter jarang sekali menggunakan operasi untuk mengobati interstitial cystitis karena mengangkan kandung kemih tidak akan menghilangkan nyeri panggul, dan malah bisa memicu komplikasi lain.

Penderita yang mengalami nyeri tak tertahankan dan kandung kemihnya hanya bisa menahan sedikit sekali urin, mungkin perlu ditangani dengan operasi. Namun ini hanya akan dilakukan apabila pengobatan lainnya sudah dicoba dan gagal, atau jika pasien merasa gejala yang ia alami menurunkan kualitas hidupnya.

Beberapa pilihan operasi yang bisa dilakukan:

  • Memasukkan alat lewat urethra untuk membakar luka yang muncul akibat interstitial cystitis.
  • Memasukkan alat lewat urethra untuk memotong luka.
  • Pembesaran kandung kemih. Dokter bedah akan meningkatkan kapasitas kandung kemih dengan menyambungnya menggunakan usus. Namun, operasi ini sangat jarang dilakukan dan hanya diperlukan pada kondisi langka. Prosedur ini juga tidak akan menghilangkan rasa sakit, bahkan beberapa pasien perlu buang air kecil dengan kateter.

Pengobatan alternatif

Dua terapi dan pengobatan alternatif telah dilaporkan bisa membantu penderita interstitial cystitis:

  • Guided imagery. Terapi ini menggunakan visualisasi dan sugesti dengan gambar untuk membantu Anda membayangkan penyembuhan, dengan harapan tubuh Anda akan mengikuti sugesti pikiran.
  • Akupuntur. Selama sesi akupuntur, terapis akan menusukkan beberapa jarum tipis di beberapa titik di tubuh Anda. Menurut pengobatan Cina tradisional, penempatan jarum akupuntur yang tepat dilaporkan bisa mengurangi rasa sakit dan mengatasi gejala lain dengan cara menyeimbangkan aliran energi. Namun bagi dunia medis modern, akupuntur dipercaya bisa meningkatkan produksi painkiller (pereda rasa nyeri) alami di dalam tubuh.  

Pengobatan alternatif ini belum pernah diteliti untuk interstitial cystitis, sehingga Anda perlu berkonsultasi dulu ke dokter sebelum mencoba cara ini.

Perubahan gaya hidup

Apa saja perubahan gaya hidup yang harus dilakan penderita interstitial cystitis?

Gaya hidup berikut ini bisa membantu penderita interstitial cystitis untuk meringankan gejala yang dialami:

  • Hindari makanan dan minuman yang mengiritasi kandung kemih. Di antara yang harus dihindari adalah minuman berkarbonasi (soda), kafein dalam segala bentuk (termasuk pada cokelat), buah-buahan jenis sitrus (jeruk-jerukan), dan makanan yang mengandung vitamin C tinggi. Hindari juga tomat, acar, alkohol, dan bumbu pedas. Pada beberapa orang, pemanis buatan bisa membuat gejala makin parah. Jika Anda merasa ada makanan/minuman yang membuat gejala Anda memburuk, hindari juga.
  • Melatih kandung kemih. Caranya adalah dengan menjadwalkan buang air kecil sesuai jam-jam tertentu, bukan saat Anda merasa ingin kencing. Mulailah dengan setiap 30 menit, kemudian makin lama, perpanjang waktunya. Untuk menahan rasa ingin kencing, gunakan teknik seperti bernapas pelan-pelan, dan fokuskan diri Anda dengan kesibukan lain.
  • Gunakan pakaian longgar. Hindari menggunakan ikat pinggang atau pakaian yang menekan perut.
  • Kurangi stres.
  • Berhenti merokok. Merokok bisa memperburuk kondisi dan meningkatkan risiko kanker kandung kemih.
  • Peregangan. Latihan peregangan sederhana bisa mengurangi gejala interstitial cystitis.

Hello Health Group tidak menyediakan konsultasi medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: Desember 7, 2017 | Terakhir Diedit: Desember 7, 2017

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan