Apa Itu Cushing Syndrome (Sindrom Cushing)?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu Cushing syndrome (sindrom Cushing)?

Cushing syndrome atau hiperkortisolisme adalah penyakit yang disebabkan oleh peningkatan kadar hormon kortisol di dalam tubuh. Kortisol adalah salah satu jenis hormon yang diproduksi oleh kelenjar adrenal.

Kelenjar adrenal terletak di atas masing-masing ginjal Anda. Fungsi utamanya adalah mengatur keseimbangan hormon di dalam tubuh. Salah satu hormon yang diproduksi adalah kortisol, dan kadarnya dikendalikan oleh kelenjar pituitari yang terletak di otak bagian bawah.

Umumnya, Cushing syndrome adalah kondisi yang disebabkan oleh pertumbuhan tumor di kelenjar pituitari. Namun, tidak menutup kemungkinan tumor juga tumbuh di kelenjar adrenal.

Jika kondisi ini terjadi, akan terdapat banyak masalah dan gangguan pada sistem tubuh, seperti kadar gula darah tidak seimbang, sistem imun memburuk, tekanan darah terpengaruh, masalah pada jantung dan pembuluh darah, serta gangguan sistem saraf pusat.

Untungnya, kondisi ini dapat disembuhkan. Biasanya, dibutuhkan waktu selama 2 hingga 18 bulan untuk pulih setelah pengobatan.

Seberapa umumkah Cushing syndrome (sindrom Cushing)?

Sindrom ini lebih banyak ditemukan pada pasien berjenis kelamin wanita daripada pria. Kondisi ini juga lebih sering terjadi pada pasien dengan usia 25 – 40 tahun.

Cushing syndrome adalah kondisi yang dapat diatasi dengan cara mengendalikan faktor-faktor risiko yang ada. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai kondisi ini, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala Cushing syndrome (sindrom Cushing)?

Tanda-tanda dan gejala dari Cushing syndrome dapat beragam pada masing-masing penderita. Tingkat keparahan dan durasi berlangsungnya pun bervariasi.

Namun, gejala utama yang umumnya ditunjukkan oleh penyakit ini adalah kenaikan berat badan. Meningkatnya kadar kortisol menyebabkan lemak menumpuk di beberapa bagian tubuh, terutama wajah, perut, dan dada.

Gejala-gejala lainnya yang mungkin muncul pada penderita Cushing syndrome adalah:

  • Obesitas
  • Deposit lemak, terutama pada bagian tengah tubuh, wajah (menyebabkan wajah berbentuk bulat, seperti bulan/moon-shaped face), di antara bahu dan bagian atas punggung (menyebabkan bentuk seperti punuk kerbau/buffalo hump)
  • Memar pada payudara, lengan, perut dan paha
  • Kulit yang menipis dan mudah memar
  • Cedera kulit yang sulit disembuhkan
  • Jerawat
  • Kelelahan
  • Kelemahan otot
  • Intoleransi glukosa
  • Kehausan yang meningkat
  • Urinasi yang meningkat
  • Pengeroposan tulang
  • Tekanan darah tinggi
  • Sakit kepala
  • Disfungsi kognitif
  • Kegelisahan
  • Mudah kesal
  • Depresi
  • Mudah mengalami infeksi

Pada wanita, kemungkinan terdapat tanda-tanda dan gejala berikut:

  • Pertumbuhan rambut berlebih pada wajah dan beberapa bagian tubuh
  • Menstruasi tidak teratur
  • Dalam beberapa kasus, menstruasi terhenti selama beberapa waktu

Selain itu, pasien pria juga mungkin akan mengalami gejala-gejala seperti:

  • Disfungsi ereksi
  • Kehilangan gairah seksual
  • Penurunan kesuburan

Anak-anak dengan kondisi ini biasanya mengalami obesitas dan memiliki angka pertumbuhan yang lebih lambat.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Tubuh masing-masing penderita menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang bervariasi. Untuk mendapatkan penanganan yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, pastikan Anda selalu periksakan apapun gejala yang dialami ke dokter atau pusat layanan kesehatan terdekat.

Penyebab

Apa penyebab Cushing syndrome (sindrom Cushing)?

Penyebab utama dari Cushing syndrome adalah meningkatnya kadar hormon kortisol. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, kortisol merupakan hormon yang diproduksi oleh kelenjar adrenal.

Kortisol memiliki berbagai peran dalam tubuh manusia. Beberapa di antaranya adalah mengatur tekanan darah, mengurangi peradangan atau inflamasi, serta menjaga fungsi jantung dan pembuluh darah Anda.

Selain itu, kortisol juga berpengaruh pada bagaimana tubuh Anda merespon stres. Hormon ini juga mengontrol proses pengubahan protein, karbohidrat, dan lemak menjadi energi. Proses inilah yang disebut dengan metabolisme.

Namun, apabila kadar kortisol di dalam tubuh Anda terlalu tinggi, kemungkinan Anda dapat menderita sindrom ini. Penyebab utama dari kondisi ini adalah obat-obatan kortikosteroid dan kelainan pada sistem produksi kortisol.

1. Obat-obatan kortikosteroid

Salah satu penyebab utama Cushing syndrome adalah konsumsi obat-obatan kortikosteroid dalam dosis tinggi dan jangka waktu panjang.

Obat kortikosteroid, seperti prednison, umumnya digunakan untuk mengobati peradangan pada tubuh. Beberapa di antaranya adalah rheumatoid arthritis, lupus, dan asma. Obat ini juga biasanya digunakan untuk mencegah tubuh Anda menolak organ yang ditransplantasi.

Karena dosis yang diberikan pada pengobatan penyakit-penyakit tersebut lebih tinggi dari jumlah kortisol normal dalam tubuh, kemungkinan efek samping dapat muncul.

Obat kortikosteroid yang dapat menyebabkan sindrom ini tidak hanya obat minum (oral), namun juga obat suntik (injeksi) yang diberikan untuk mengatasi nyeri sendi, bursitis, dan sakit punggung.

Selain itu, obat steroid asma dan eksim juga dapat meningkatkan risiko terkena penyakit ini.

2. Produksi kortisol berlebih dalam tubuh

Tidak hanya obat kortikosteroid, sindrom ini juga dapat terjadi akibat produksi hormon kortisol berlebihan di dalam tubuh.

Kondisi ini biasanya terjadi akibat adanya masalah pada salah satu atau kedua kelenjar adrenal, atau peningkatan kadar hormon adrenokortikotropik (ACTH), yaitu hormon yang mengatur produksi kortisol.

  • Tumor pada kelenjar pituitari

Apabila di kelenjar pituitari terdapat tumor yang tumbuh, tumor tersebut berpotensi memproduksi ACTH secara berlebihan. Hal tersebut dapat menyebabkan kadar kortisol pun melebihi batas wajar.

  • Tumor yang memproduksi ACTH

Pada kasus yang jarang terjadi, tumor yang tumbuh di organ tubuh lainnya juga dapat memproduksi ACTH, baik tumor yang bersifat ganas maupun jinak.

  • Penyakit pada kelenjar adrenal

Beberapa pasien memiliki kelenjar adrenal yang tidak berfungsi dengan baik. Umumnya, hal ini disebabkan oleh tumbuhnya tumor jinak di korteks adrenal, yang disebut dengan adenoma adrenal.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk terkena Cushing syndrome (sindrom Cushing)?

Cushing syndrome adalah kondisi yang dapat terjadi pada hampir semua orang, terlepas dari apa golongan usia dan kelompok rasnya. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena kondisi ini.

Penting untuk Anda ketahui bahwa memiliki salah satu atau beberapa faktor risiko bukan berarti Anda dipastikan akan terkena suatu penyakit atau kondisi kesehatan. Dalam beberapa kasus, tidak menutup kemungkinan Anda dapat menderita penyakit atau kondisi kesehatan tertentu tanpa adanya satu pun faktor risiko.

Berikut adalah faktor-faktor yang dapat memicu kemunculan sindrom Cushing:

1. Usia

Penyakit ini lebih banyak ditemukan pada pasien dalam rentang usia 25 hingga 40 tahun. Jika Anda termasuk dalam rentang usia tersebut, risiko Anda untuk menderita penyakit ini jauh lebih besar.

2. Jenis kelamin

Selain faktor usia, jenis kelamin juga dapat memengaruhi. Penyakit ini lebih banyak terjadi pada pasien berjenis kelamin perempuan dibanding dengan pria.

3. Menderita diabetes tipe 2

Apabila Anda menderita penyakit diabetes tipe 2, peluang Anda untuk terkena sindrom ini jauh lebih besar.

4. Memiliki berat badan berlebih atau obesitas

Berat badan berlebih atau obesitas juga dapat meningkatkan risiko Anda untuk terkena sindrom Cushing.

5. Memiliki anggota keluarga yang menderita sindrom Cushing

Jika di keluarga Anda terdapat anggota keluarga yang menderita penyakit ini, ada kemungkinan penyakit ini dapat diturunkan pada Anda.

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana Cushing syndrome didiagnosis?

Cushing syndrome adalah penyakit yang cukup sulit didiagnosis. Hal ini disebabkan karena gejala-gejalanya yang menyerupai penyakit lainnya.

Dalam proses diagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan memerhatikan gejala-gejala seperti wajah bulat, penumpukan jaringan lemak di bahu dan leher, juga penipisan kulit yang disertai dengan memar dan stretch marks.

Beberapa tes tambahan akan dilakukan untuk mendapatkan hasil diagnosis yang akurat:

1. Tes urin 24 jam

Pada tes ini, tims medis akan mengukur kadar hormon kortisol di urin Anda. Pemeriksaan urin dilakukan pada urin yang telah dikumpulkan selama 24 jam. Pada penderita sindrom cushing akan mengalami kenaikan kadar kortisol di dalam urin 24 jam.

2. Low dose Dexamethasone suppression test (DST)

DST adalah tes yang dilakukan khusus untuk mendiagnosis sindrom Cushing. Tes ini dilakukan dengan cara menghitung kadar hormon kortisol dengan pemberian dexamethasone dosis rendah.

Tes ini juga bertujuan untuk mengetahui bagaimana kelenjar adrenal merespon hormon ACTH.

Umumnya, tes ini dilakukan dengan memberikan dexamethasone dosis rendah yaitu 1 mg pada pukul 23.00 kemudian dilakukan pemeriksaan serum kortisol di dalam darah pada pagi harinya. Pada kondisi normal, kadar kortisol yang diperiksa akan rendah, sedangkan jika Anda menderita sindrom cushing kadar kortisol akan meningkat.

3. Tes air liur

Kadar kortisol mengalami peningkatan dan penurunan sepanjang hari. Pada orang yang sehat, kadar kortisol akan menurun secara signifikan di malam hari. Sedangkan pada penderita sindrom cushing akan mengalami peningkatan kortisol di air liur ada malam hari.

3. Tes pengambilan gambar

CT scan dan MRI scan dapat menghasilkan gambar yang detail dari kelenjar adrenal dan pituitari. Dengan tes ini, dokter dapat melihat apakah ada kelainan pada kedua kelenjar tersebut.

4. Petrosal sinus sampling

Tes ini dilakukan dengan cara memasukkan tabung tipis melalui pangkal paha Anda dalam keadaan dibius. Kemudian, dokter akan mengambil sampel darah dari sinus petrosal, yaitu pembuluh darah yang terhubung dengan kelenjar pituitari.

Jika level hormon ACTH pada sampel darah yang diambil termasuk tinggi, ada kemungkinan sindrom ini diakibatkan oleh kelainan pada kelenjar pituitari.

Bagaimana mengobati Cushing syndrome?

Perawatan Cushing syndrome tergantung pada penyebabnya. Jika sindrom ini disebabkan oleh pituitari atau tumor yang menghasilkan ACTH berlebih, perawatan berikut akan diperlukan:

  • Operasi pengangkatan tumor
  • Radiasi setelah pengangkatan tumor pituitari
  • Terapi penggantian kortisol setelah operasi, dan kemungkinan sepanjang hidup
  • Jika tumor tidak dapat diangkat, Anda mungkin memerlukan pengobatan untuk membantu menghambat kortisol

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi Cushing syndrome?

Beberapa gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi Cushing syndrome adalah sebagai berikut:

  • Meningkatkan aktivitas sehari-hari secara perlahan untuk melindungi otot yang melemah dari kerusakan akibat mendorong terlalu keras.
  • Memiliki pola makan sehat dengan makanan bergizi untuk membantu meningkatkan tenaga dan memperkuat tulang.
  • Menjaga kesehatan jiwa: jaga diri Anda tetap rileks dan kelola stres dengan baik.
  • Mencoba terapi untuk meringankan rasa sakit dan nyeri, seperti berendam air panas, pijat dan olahraga.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: Maret 12, 2016 | Terakhir Diedit: Oktober 29, 2019

Sumber