Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Kenali 7 Penyebab Alis Gatal dan Pengobatan yang Sesuai

Kenali 7 Penyebab Alis Gatal dan Pengobatan yang Sesuai

Pernahkah merasa gatal di alis? Meski mengganggu Anda, tapi alis gatal biasanya akan hilang dengan sendiri. Namun, dalam beberapa kasus, rasa gatal yang tidak kunjung hilang bisa menandakan gejala dari penyakit tertentu.

Penyebab alis gatal yang tidak hilang dalam waktu lama

Ada berbagai kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan alis seseorang menjadi gatal. Di bawah ini daftarnya.

1. Dermatitis seboroik

Dermatitis seboroik yaitu jenis dermatitis yang sering terjadi pada orang dengan gangguan kekebalan tubuh.

Orang yang memiliki kondisi yang memengaruhi sistem imun, seperti HIV, dengan kondisi neurologis, seperti Parkinson, lebih berisiko mengalami penyebab alis gatal ini.

Dermatitis seboroik biasanya memengaruhi bagian tubuh yang memiliki banyak kelenjar minyak, termasuk alis.

Gejala dermatitis seboroik biasanya muncul dalam bentuk ruam kulit berbentuk bulatan yang lebar, sedikit bersisik, dan terasa gatal. Gejala lainnya meliputi:

  • bercak berwarna kuning atau putih berkerak di kulit dan sering mengelupas,
  • gatal hingga terasa panas seperti terbakar,
  • ruam kemerahan,
  • kulit membengkak, serta
  • kulit berminyak.

2. Psoriasis

Psoriasis termasuk kondisi kulit yang dapat memengaruhi wajah dan biasanya muncul di alis, kulit antara hidung dan bibir atas, bagian atas dahi, serta garis rambut.

Bagi sebagian orang, ini mungkin terlihat atau terasa seperti ketombe di alis. Psoriasis menyebabkan bercak-bercak kulit tebal dan merah dengan sisik keperakan.

Normalnya, sel kulit tumbuh dan mengelupas selama sebulan. Namun, siklus pembentukan sel kulit baru pada pasien psoriasis hanya membutuhkan waktu tiga sampai empat hari.

Penyebab alis gatal ini merupakan kondisi autoimun yang terjadi ketika sistem kekebalan menyerang jaringan tubuh yang sehat.

Gejala psoriasis bisa muncul kembali (kambuh) karena faktor pemicu tertentu. Pemicu psoriasis pada setiap orang berbeda-beda, termasuk:

  • stres,
  • cedera kulit,
  • minum obat tertentu, dan
  • infeksi.

3. Herpes zoster

Herpes zoster umumnya menimbulkan ruam yang muncul di satu sisi wajah atau tubuh.

Sebelum ruam muncul, orang yang mengalaminya sering merasakan sakit, gatal, atau kesemutan di daerah tersebut, salah satunya di alis.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention, rasa gatal akibat herpes zoster kerap terjadi antara 1–5 hari sebelum ruam pecah. Ruam terlihat seperti lecet sekitar 7–1 0 hari dan akan hilang dalam 2–4 minggu.

Herpes zoster disebabkan oleh virus cacar air yaitu varicella zoster. Setelah seseorang sembuh dari cacar air, virus tetap berada di dalam tubuh dan dapat aktif kembali.

Orang yang lebih tua lebih rentan terhadap herpes zoster. Gejalanya meliputi:

  • ruam kulit gatal,
  • demam,
  • sakit kepala,
  • panas dingin, dan
  • sakit perut.

4. Reaksi alergi

tanda alergi kosmetik

Alis gatal mungkin pertanda reaksi alergi. Bisa jadi, reaksi ini muncul akibat alergi kosmetik.

Alergi terjadi ketika sistem imun tubuh bereaksi secara berlebihan terhadap zat tertentu. Seseorang dengan alergi mungkin akan mengalami gatal, bersin, dan batuk.

Reaksi alergi ringan biasanya akan hilang dengan sendirinya.

Namun, reaksi alergi yang parah dapat mengancam jiwa atau disebut dengan kondisi anafilaksis. Tanda-tanda anafilaksis meliputi:

  • wajah bengkak,
  • sulit bernapas,
  • mengi, serta
  • ruam dan bentol.

5. Dermatitis kontak

Dermatitis kontak yaitu jenis dermatitis yang terjadi ketika kulit menyentuh benda asing yang dapat menyebabkan peradangan di kulit, kulit kering, dan bersisik.

Peradangan ini biasanya langsung muncul sesaat setelah alis tersentuh bahan-bahan pemicu tersebut.

Kondisi ini menyebabkan alis gatal bahkan mengelupas jika kulit di sekitar alis terkena sampo, sabun, produk kosmetik khusus, tindik alis, atau perhiasan lain.

Gejala kondisi ini menyerupai alergi kulit, yakni:

  • gatal,
  • kemerahan, dan
  • kulit melepuh.

6. Diabetes

Diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2 yang tidak terkontrol dapat menyebabkan masalah kulit dan gatal di berbagai bagian tubuh Anda, termasuk alis Anda.

Kondisi ini sering terjadi karena gula darah yang meningkat dapat menekan sistem kekebalan tubuh sehingga infeksi jamur atau bakteri dapat berkembang.

7. Kutu

cara menghilangkan kutu di rambut secara alami

Kutu tidak hanya hinggap pada kulit kepala, tetapi juga bisa ditemukan di alis.

Ada tiga jenis kutu yang biasanya ada pada alis. Kutu ini biasanya datang dari daerah tubuh lainnya. Berikut jenis-jenisnya.

  • Pediculosis capitis atau kutu rambut.
  • Pediculosis corporis atau kutu yang ditemukan pada perut.
  • Pediculosis pubis atau kutu pada rambut kemaluan.

Mengutip studi terbitan Journal of Ophthalmology (2009), kutu penyebab alis gatal berasal dari kutu di rambut kelamin.

Kondisi ini muncul karena seseorang menyentuh alat kelamin, lalu langsung menyentuh wajah dan mata.

Cara mengatasi alis gatal sesuai penyebabnya

Untuk mengusir rasa gatal di alis, Anda perlu melakukan perawatan sesuai dengan penyebabnya, seperti berikut ini.

1. Cara mengatasi alis gatal karena dermatitis seboroik

Sama seperti mengatasi gatal di kulit kepala, Anda bisa menggunakan sampo antiketombe untuk alis gatal.

Balurkan produk perawatan rambut ini secara pelan-pelan, jangan sampai masuk ke mata. Kemudian, bilas hingga bersih dengan air mengalir.

Keringkan alis Anda dengan handuk. Lalu, oleskan krim antijamur atau pelembap khusus yang mengandung niacinamide untuk mengurangi peradangan.

2. Perawatan alis gatal karena psoriasis

Psoriasis akan menyebabkan kulit mengelupas, kondisi ini dapat diringankan dengan obat krim, seperti krim steroid, retinoid, salicylic acid.

Namun, tanyakan lebih dahulu cara penggunaannya krim untuk alis ke dokter guna menghindari iritasi.

Jika psoriasis ditemukan di bagian tubuh lainnya dan tidak kunjung sembuh, dokter mungkin akan memberikan obat minum, seperti methotrexate dan cyclosporine.

3. Pengobatan akibat reaksi alergi dan dermatitis kontak

Dokter umumnya akan meresepkan obat oles atau salep steroid untuk meredakan gejala peradangan akibat alergi atau dermatitis.

Salep biasanya dioles sebanyak satu hingga dua kali sehari selama dua hingga empat minggu.

Pada kasus yang lebih parah, dokter bisa memberikan obat minum kortikosteroid untuk mengurangi peradangan dan antihistamin untuk meredakan sensasi alis gatal.

4. Perawatan alis gatal karena gigitan kutu

Untuk membasmi kutu di rambut maupun alis, Anda bisa menggunakan losion rambut dengan kandungan permethrin 1% atau campuran pyrethin dan piperonyl butoxide.

Gunakan juga sampo yang mengandung benzyl alcohol, ivermectin, atau malathion.

Meski banyak obat pembasmi kutu rambut di pasaran, hindari menggunakan obat yang berbeda-beda sekaligus.

Untuk melihat hasilnya, sebaiknya coba dulu losion atau sampo itu sampai dua atau tiga kali. Jika tidak ada perubahan, barulah ganti dengan produk yang lainnya.

5. Cara merawat alis gatal karena herpes zoster

Bila penyebab alis gatal adalah herpes zoster, dokter akan memberikan pengobatan untuk mengusir virus varicella zoster.

Biasanya, dokter akan memberikan beberapa obat-obatan yang memang ditujukan untuk mematikan virus. Beberapa jenis obat ini, yaitu:

  • acyclovir,
  • famciclovir, dan
  • valacyclovir.

Untuk mengatasi rasa nyerinya, dokter mungkin akan memberikan beberapa jenis obat, seperti krim kortikosteroid dan obat penghilang rasa sakit.

Alis gatal muncul akibat masalah kulit yang menyertai. Akan tetapi, ada pula faktor risiko yang membuat seseorang terkena masalah tertentu dan menyebabkan keluhan berikut.

Meski begitu, Anda tetap perlu mengetahui cara merawat alis yang tepat untuk mengurangi risiko pemicu keluhan ini.

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Verifying...

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Seborrheic dermatitis – Symptoms and causes. (2022). Retrieved 16 February 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/seborrheic-dermatitis/symptoms-causes/syc-20352710

Psoriasis – Symptoms and causes. (2022). Retrieved 16 February 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/psoriasis/symptoms-causes/syc-20355840

Signs and Symptoms of Shingles (Herpes Zoster) | CDC. (2022). Retrieved 16 February 2022, from https://www.cdc.gov/shingles/about/symptoms.html

Anaphylaxis: Symptoms & Treatment. (2022). Retrieved 16 February 2022, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/8619-anaphylaxis#symptoms-and-causes

What is contact dermatitis and how is it treated?. (2022). Retrieved 16 February 2022, from https://nationaleczema.org/eczema/types-of-eczema/contact-dermatitis/

Psoriasis – Diagnosis and treatment – Mayo Clinic. (2022). Retrieved 16 February 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/psoriasis/diagnosis-treatment/drc-20355845

Diabetes and Skin Complications | ADA. (2022). Retrieved 16 February 2022, from https://www.diabetes.org/diabetes/skin-complications

Turgut, B., Kurt, J., Çatak, O., & Demir, T. (2009). Phthriasis Palpebrarum Mimicking Lid Eczema and Blepharitis. Journal Of Ophthalmology, 2009, 1-3. doi: 10.1155/2009/803951

Shingles – Diagnosis and treatment – Mayo Clinic. (2022). Retrieved 16 February 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/shingles/diagnosis-treatment/drc-20353060

Contact dermatitis – Diagnosis and treatment – Mayo Clinic. (2022). Retrieved 16 February 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/contact-dermatitis/diagnosis-treatment/drc-20352748

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Andisa Shabrina Diperbarui Mar 09
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro