Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Cara Merawat Alis yang Tepat agar Tetap Tebal dan Sehat

Cara Merawat Alis yang Tepat agar Tetap Tebal dan Sehat

Tak hanya harus dibentuk dengan indah, rupanya merawat alis dengan cara yang tepat juga sama pentingnya. Pasalnya, alis juga bisa rontok dan mengalami kebotakan jika dibiarkan tanpa perawatan khusus.

Jadi, seperti apa perawatan yang tepat agar alis tetap sehat dan tumbuh tebal dengan semestinya?

Cara merawat alis agar tetap sehat dan tebal

Alis mata termasuk salah satu bagian wajah yang sangat penting. Banyak orang yang tidak percaya diri keluar rumah tanpa membentuk alis mereka terlebih dulu.

Demi mendapatkan bentuk alis yang sempurna, beberapa orang bahkan sampai menjalani prosedur sulam alis.

Jika sering menggunakan produk riasan untuk alis, Anda perlu melakukan perawatan yang tepat agar alis tetap sehat dan tebal secara alami.

1. Biarkan tumbuh dengan sempurna

Banyak orang tak tahan untuk mencabut alisnya saat mulai tumbuh lebat tak beraturan.

Mencabut alis dengan tujuan untuk merapikannya memang tak salah. Akan tetapi, coba usahakan untuk tidak terus-menerus melakukannya.

Setidaknya, berilah jeda dua sampai dengan tiga bulan setelah cabut alis terakhir. Hal ini bertujuan agar alis bisa tetap tumbuh normal dengan bentuk alaminya.

Pencabutan alis bisa menyebabkan folikel alis rusak. Hal ini justru membuat alis tampak lebih tipis dan bentuknya tidak beraturan.

2. Sisir alis dengan rutin

penyebab alis gatal

Jangan hanya menyisir alis ketika hendak membentuknya. Mulai sekarang, sikatlah alis Anda dengan kuas khusus dengan lembut.

Gerakan saat menyikat alis secara perlahan ini menyerupai efek pijatan.

Hasil penelitian yang terbit pada jurnal Eplasty (2016) menyatakan bahwa memberi pijatan di kulit bisa meningkatkan aliran darah sehingga merangsang pertumbuhan rambut.

Memijat area di sekitar alis merangsang sel papila dermis, yakni sel yang berperan penting dalam pertumbuhan rambut alis.

3. Konsumsi makanan bergizi tinggi

Tidak hanya dari luar, perawatan rambut alis harus diimbangi dari dalam. Untuk menjaga alis agar tetap sehat, Anda perlu menyeimbangkan asupan gizi harian Anda.

Ada beberapa zat gizi yang terbukti bantu rangsang pertumbuhan rambut alis dan memperkuat helainya, yakni:

  • biotin atau vitamin B7,
  • vitamin D,
  • vitamin E,
  • zinc,
  • zat besi,
  • protein, dan
  • asam amino.

Apabila Anda belakangan ini mengalami kerontokan alis, cobalah konsumsi berbagai zat gizi penting tersebut sebagai cara merawat alis secara alami.

4. Cabut alis setelah mandi dengan air hangat

Cara mudah untuk merawat alis tetap rapi memang dengan mencabutnya. Namun, pastikan Anda mencabut alis setelah mandi dengan air hangat.

Air hangat dapat membantu membuka pori-pori lebih lebar sehingga mempermudah proses pencabutan alis.

Mandi air hangat juga bisa melembutkan folikel rambut alis sehingga membuat area kulit di sekitarnya terhindar dari kemerahan dan iritasi.

Secara keseluruhan, penggunaan air hangat dapat meredakan rasa sakit selama pencabutan alis.

5. Perawatan paparan sinar LED

Apabila Anda memiliki biaya lebih, Anda bisa memilih perawatan alis yang satu ini. Sinar full light-emitting diode (LED) dapat merangsang pertumbuhan alis sehingga tampak lebih tebal.

Sinar LED bisa memengaruhi siklus pertumbuhan-kerontokan rambut. LED memperpanjang fase pertumbuhan rambut (anagen) dan mencegah rambut menuju fase kerontokan (eksogen) lebih cepat.

Efek dari perawatan alis dengan paparan sinar LED bahkan bisa lebih maksimal bila alis belum mengalami kebotakan total.

Umumnya, cara merawat alis ini dilakukan pada orang dengan frontal fibrosing alopecia atau kerontokan pada garis rambut bagian depan, termasuk rambut alis.

6. Oles petroleum jelly sebelum menggunakan produk skincare

Sebelum Anda menggunakan produk perawatan kulit wajah, sebaiknya oles petroleum jelly atau pelembap berbahan dasar minyak untuk melapisi helai alis.

Produk perawatan kulit wajah perlahan bisa merusaknya alis karena berisiko menghambat pertumbuhan alis.

Beberapa bahan aktif yang ada produk skincare ternyata berpotensi mengiritasi kulit. Hal ini juga bisa memengaruhi kondisi folikel, tempat di mana alis tumbuh.

Bahan-bahan aktif yang bisa memicu alis rontok adalah:

Untuk itu, berhati-hatilah saat memakai produk perawatan kulit wajah untuk menjaga pertumbuhan alis Anda.

7. Oleskan bahan-bahan alami untuk pertebal alis

Minyak kemiri untuk alis

Perawatan alis bisa dilakukan dengan memanfaatkan bahan-bahan herbal di sekitar Anda.

Inilah beberapa bahan alami yang baik untuk melebatkan alis.

  • Rosemary: minyaknya bermanfaat untuk meningkatkan aliran darah sehingga merangsang pertumbuhan alis.
  • Minyak peppermint: minyak ini memperlancar pembuluh darah dan memperpanjang fase pertumbuhan alis atau fase anagen.
  • Minyak kemiri: minyak kemiri untuk alis mengandungan asam oleat yang merangsang pertumbuhan alis dan mencegah kerontokan.
  • Temu ireng: tanaman ini menghambat hormon yang membuat folikel rambut rusak.

8. Gunakan serum penumbuh alis

Jika cara merawat alis dengan alami justru membuat Anda repot, kini Anda tak perlu khawatir.

Ada berbagai produk serum yang mampu memicu pertumbuhan alis. Pilihan serum yang mengandung kandungan aktif seperti minoksidil dan bimatoprost.

Riset yang terbit pada The Journal of Dermatology (2014) menemukan bahwa minoksidil sebesar 2% mampu memperbaiki kondisi penipisan alis pada pemilik hypotrichosis, salah satu gangguan pertumbuhan rambut.

Minoksidil bekerja dengan cara mempercepat proses peremajaan sel-sel helai rambut alis. Zat aktif ini juga memperkuat kolagen pembentuk rambut alis.

Sementara itu, bimatoprost bekerja dengan mempercepat rambut memasuki fase pertumbuhan (anagen), sekaligus memperpanjang fase tersebut.

Dengan begitu, bimatoprost dapat mempertebal dan memanjangkan rambut alis.

Meski terkesan sepele dan sering dilupakan, cara merawat alis tetap perlu dilakukan.

Alis yang lebat, tidak mudah rontok, dan lembut menunjukkan ciri-ciri alis yang sehat.

Segera berkonsultasi dengan dokter lebih lanjut jika Anda mengalami kerontokan alis hingga menyebabkan penipisan.

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Verifying...

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Oh, J., Park, M., & Kim, Y. (2014). Peppermint Oil Promotes Hair Growth without Toxic Signs. Toxicological Research, 30(4), 297-304. doi: 10.5487/tr.2014.30.4.297

Y, P., M, T., ET, M., & A, S. (2015). Rosemary oil vs minoxidil 2% for the treatment of androgenetic alopecia: a randomized comparative trial. Skinmed, 13(1). Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/25842469/

Shoviantari, F., Liziarmezilia, Z., Bahing, A., & Agustina, L. (2020). Uji Aktivitas Tonik Rambut Nanoemulsi Minyak Kemiri (Aleurites moluccana L.). JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA, 6(2), 69. doi: 10.20473/jfiki.v6i22019.69-73

Pulickal, J., & Kaliyadan, F. (2021). Traction Alopecia. Statpearls Publishing. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK470434/

Zgonc Škulj, A., Poljšak, N., Kočevar Glavač, N., & Kreft, S. (2019). Herbal preparations for the treatment of hair loss. Archives Of Dermatological Research, 312(6), 395-406. doi: 10.1007/s00403-019-02003-x

Taro Koyama, R. (2016). Standardized Scalp Massage Results in Increased Hair Thickness by Inducing Stretching Forces to Dermal Papilla Cells in the Subcutaneous Tissue. Eplasty, 16. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4740347/

Riahi, R., & Cohen, P. (2018). Topical Treatment of Eyebrow Hypotrichosis with Bimatoprost 0.03% Solution: Case Report and Literature Review. Cureus. doi: 10.7759/cureus.2666

Lee, S., Tanglertsampan, C., Tanchotikul, M., & Worapunpong, N. (2013). Minoxidil 2% lotion for eyebrow enhancement: A randomized, double-blind, placebo-controlled, spilt-face comparative study. The Journal Of Dermatology, 41(2), 149-152. doi: 10.1111/1346-8138.12275

Hair loss types: Frontal fibrosing alopecia overview. (2022). Retrieved 15 February 2022, from https://www.aad.org/public/diseases/hair-loss/types/frontal-fibrosing-alopecia

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari Diperbarui Mar 09
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan