backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

Ketombe Berkerak, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan · General Practitioner · None


Ditulis oleh Annisa Nur Indah Setiawati · Tanggal diperbarui 05/01/2024

    Ketombe Berkerak, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

    Ketombe berkerak merupakan kondisi yang cukup mengganggu. Berbeda dari ketombe biasa, kondisi ini menimbulkan lapisan putih pada kulit kepala yang sulit dihilangkan. Ketahui berbagai penyebab dan cara mengatasi ketombe yang mengerak dalam artikel berikut ini.

    Apa penyebab ketombe berkerak?

    Ketombe dapat menyebabkan kulit kepala bersisik atau berkerak. Kondisi ini terjadi karena penumpukkan sel kulit mati di kulit kepala yang tidak segera diatasi sehingga menumpuk dan mengerak.

    Banyak orang yang menganggap bahwa ketombe berkerak dan dermatitis seboroik merupakan kondisi yang sama. Namun, kedua kondisi tersebut berbeda meski gejalanya hampir sama.

    Ketombe biasanya tidak disertai dengan peradangan atau kemerahan pada kulit kepala. Sementara itu, dermatitis seboroik menyebabkan kulit kepala gatal, berminyak, kulit kemerahan, dan bernanah.

    Penyebab umum dari ketombe yaitu pertumbuhan berlebih jamur Malassezia. Jamur ini terdapat pada kulit manusia tetapi dalam jumlah kecil.

    Namun, beberapa kebiasaan berikut ini dapat menambah jumlah jamur tersebut sehingga menimbulkan ketombe yang berkerak. Penyebab ketombe berkerak antara lain hal-hal berikut ini.

    1. Salah pemilihan shampo

    Tahukah Anda bahwa memilih sampo yang kurang tepat bisa membuat kulit kering atau berminyak berlebihan, terkelupas, dan menjadi ketombe berkerak? 

    Kulit kepala yang kering mungkin membutuhkan sampo dengan kandungan pelembap, sedangkan kulit berminyak memerlukan sampo dengan formulasi yang dapat mengontrol produksi minyak.

    Jika kulit kepala Anda berketombe, pilihlah sampo antiketombe yang dirancang khusus untuk mengatasi masalah tersebut, ya.

    2. Kulit kepala sangat lembab

    Terdapat beberapa kebiasaan yang menyebabkan kulit kepala sangat lembab dan menyebabkan ketombe yang berkerak.

    Kebiasaan tersebut yaitu memakai jilbab atau helm saat rambut masih basah, dan tidur dengan rambut belum kering di bantal.

    Saat rambut basah, kulit kepala cenderung lebih rentan terhadap pertumbuhan jamur Malassezia, yang dapat berkontribusi pada pembentukan ketombe. 

    Jika kebiasaan ini dilakukan terus-menerus tanpa ada upaya menghilangkan ketombe, ketombe akan semakin menumpuk hingga menyebabkan kerak.

    3. Terlalu sering keramas

    Keramas memang baik untuk menghilangkan kotoran dan minyak menumpuk di kulit kepala. Akan tetapi, jika keramas terlalu sering dapat menghilangkan sebum alami di kulit kepala.

    Kondisi ini akan membuat kulit makin kering, memicu ketombe, dan menyebabkan penumpukan ketombe. 

    Agar rambut tetap sehat, lakukan keramas sebanyak 2 – 3 hari sekali. Hindari mencuci rambut setiap hari untuk memberikan waktu pada rambut untuk memproduksi minyak alaminya.

    4. Cuaca panas

    Cuaca panas dan matahari yang terik dapat menyebabkan kulit kepala menjadi kering. Kulit kepala yang kering cenderung lebih rentan terhadap ketombe karena kurangnya kelembapan.

    Cuaca panas juga dapat meningkatkan aktivitas kelenjar minyak pada kulit kepala. 

    Produksi minyak berlebih dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan jamur Malassezia, yang merupakan salah satu penyebab ketombe.

    5. Dermatitis kontak

    Dermatitis kontak adalah kondisi peradangan kulit yang disebabkan oleh kontak dengan zat tertentu yang menyebabkan reaksi alergi atau iritasi. 

    Kondisi ini bisa menyebabkan ketombe berkerak, apalagi jika seseorang memiliki dermatitis kontak yang parah dan terus-menerus menggaruk kulit kepala.

    Kondisi ini bisa menyebabkan peradangan dan mengganggu keseimbangan kulit kepala sehingga meningkatkan risiko ketombe.

    6. Psoriasis dan eksim

    Orang yang memiliki psoriasis atau eksim lebih rentan mengalami ketombe berkerak. Psoriasis adalah penyakit penyakit autoimun yang menyebabkan pertumbuhan sel kulit yang terlalu cepat sehingga membentuk plak tebal di kulit.

    Sementara itu, eksim adalah kondisi kulit yang disebabkan oleh kombinasi faktor genetik dan lingkungan. Keduanya memiliki gejala yang mirip, seperti kulit kering, kemerahan, dan kulit menebal.

    Kedua kondisi ini juga dapat memengaruhi berbagai bagian tubuh, termasuk kulit kepala. Kondisi inilah yang membuat kulit kepala rentan mengalami kering ekstrem sehingga menyebabkan ketombe berkerak.

    Bolehkah ketombe digaruk?

    Sebaiknya hindari menggaruk kulit kepala yang berketombe. Menggaruk dapat meningkatkan peradangan dan membuat ketombe semakin parah.

    Cara mengatasi ketombe berkerak

    Ketombe basah

    Cara menghilangkan ketombe berkerak di kepala yang paling utama yaitu merawat kesehatan kulit kepala dan rambut tetap bersih dan sehat.

    Selain itu, ada beberapa cara lain untuk menghilangkan ketombe berkerak yaitu sebagai berikut.

    1. Gunakan minyak kelapa

    Selain dipakai memasak, manfaat minyak kelapa ternyata dapat digunakan untuk menghilangkan ketombe berkerak. 

    Hal ini berkat sifat pelembap alami dalam minyak yang dapat membantu mengatasi kulit kepala kering, salah satu penyebab umum ketombe. 

    Untuk menggunakan minyak kelapa untuk ketombe, cukup oleskan minyak ke kulit dengan lembut. Kemudian, pijat selama beberapa menit untuk memastikan minyak meresap sempurna.

    Setelah itu, cuci rambut menggunakan sampo yang sesuai dengan jenis rambut Anda. 

    2. Aplikasikan aloe vera

    Aloe vera juga dikenal memiliki sifat antijamur dan antibakteri. Ini bisa bermanfaat jika ketombe disebabkan oleh pertumbuhan jamur atau bakteri pada kulit kepala. 

    Sifat antijamurnya dapat membantu mengontrol pertumbuhan mikroorganisme yang berkontribusi pada ketombe.

    Cara menggunakan aloe vera untuk ketombe cukup mudah. Cukup oleskan aloe vera gel ke kulit kepala lalu pijat dan bersihkan. A

    nda juga bisa mencampur dengan bahan lain, seperti minyak kelapa atau tea tree oil untuk meningkatkan efeknya.

    3. Oleskan tea tree oil

    Tea tree oil telah lama digunakan untuk pengobatan berbagai masalah kulit, seperti jerawat, eksim, termasuk ketombe. 

    Salah satu penelitian dalam jurnal Current Cosmetic Science mengungkapkan bahwa sampo yang mengandung tea tree oil dengan pH 5 – 6 baik untuk menghilangkan ketombe. 

    Hal ini karena produk sampo juga mengandung zinc pyrithione, asam salisilat, atau selenium sulfida yang bersifat antijamur untuk melawan jamur penyebab ketombe.

    4. Gunakan cuka apel

    Cara menghilangkan ketombe berkerak lainnya yaitu dengan memijat kepala dengan cuka apel. Keasaman cuka apel diduga dapat merangsang pelepasan sel kulit mati di kepala.

    Selain itu, cuka apel dapat menyeimbangkan pH kulit sehingga dapat mengurangi pertumbuhan jamur dan melawan ketombe.

    Jika ingin menggunakan cuka apel untuk ketombe, cukup tambahkan beberapa sendok makan cuka ke dalam sampo. Setelah itu, gunakan sampo seperti keramas biasanya.

    5. Eksfoliasi dengan baking soda

    Menggunakan baking soda juga merupakan cara menghilangkan ketombe yang cepat, mudah didapat, dan murah. Baking soda bertindak sebagai eksfoliator untuk mengangkat sel kulit mati, serta mengurangi kerak dan gatal.

    Untuk menghilangkan kerak ketombe, oleskan baking soda yang dilarutkan pada rambut kemudian pijat dan diamkan 1 – 2 menit. Kemudian, lanjutkan dengan keramas seperti biasa.

    Selain itu, penting untuk melakukan kebiasaan agar rambut sehat, misalnya menggunakan sampo yang sesuai dan mengeringkan rambut dengan baik sebelum memakai jilbab atau sebelum tidur.

    Jika cara di atas tak kunjung dapat menghilangkan ketombe berkerak atau disertai gejala lain yang lebih serius, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

    Catatan

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Andreas Wilson Setiawan

    General Practitioner · None


    Ditulis oleh Annisa Nur Indah Setiawati · Tanggal diperbarui 05/01/2024

    advertisement iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    advertisement iconIklan
    advertisement iconIklan