Selain rambut rontok, salah satu tanda pertama dari kebotakan adalah garis rambut mundur. Wanita dan pria sama-sama bisa mengalami hal ini, tapi memang lebih sering terjadi pada pria. Apa saja faktornya?
Selain rambut rontok, salah satu tanda pertama dari kebotakan adalah garis rambut mundur. Wanita dan pria sama-sama bisa mengalami hal ini, tapi memang lebih sering terjadi pada pria. Apa saja faktornya?

Garis rambut mundur, disebut juga mature hairline atau receding hairline, biasanya mulai tampak terlihat ketika pria berusia 30-an.
Rata-rata, kemunduran dimulai dari garis rambut di atas pelipis pada kedua sisi kepala sementara garis rambut di bagian tengahnya tetap berada dekat dahi.
Pola surutnya garis rambut ini akan membentuk huruf V di atas kepala, dan sering disebut sebagai widow’s peak.
Lambat laun, kedua sisi dan bagian belakang kepala bisa botak sehingga tersisa hanya rambut di puncak kepala saja.
Kebalikannya, garis rambut wanita yang mundur pertama kali adalah bagian tengahnya.
Lalu, berlanjut hingga ke puncak kepala. Sementara itu, kedua sisi dan bagian belakangnya akan menetap.
Pola kemunduran garis rambut ini akan membentuk huruf U. Karena pola tersebut, wanita lebih cenderung mengalami penipisan rambut dibandingkan pemunduran garis rambut.

Berikut penyebab receding hairline.
Garis rambut mundur umum terjadi seiring menuanya usia.
Hal ini terjadi karena usia tua membuat pertumbuhan folikel rambut melambat, bahkan bisa berhenti.
Akibatnya, rambut rontok dan menipis. Garis rambut pun lama-lama mundur dan kulit kepala bisa terlihat jelas.
Selain dipengaruhi oleh usia, kebotakan dipengaruhi oleh usia dan peningkatan hormon DHT (dihidrotestosteron).
Sekitar 10% testosteron pria diubah menjadi DHT, yang menyebabkan folikel mengecil hingga rambut tidak tumbuh lagi.
Studi menunjukkan bahwa folikel di area botak memiliki kadar DHT lebih tinggi. Pola kebotakan juga diduga disebabkan oleh sensitivitas genetik terhadap androgen, terutama DHT.
Faktor genetika memainkan peran dalam garis rambut sekitar dahi yang lebih mundur.
Studi terbitan PLoS Genetics (2017) menyatakan bahwa kebotakan dibawa oleh gen yang dibawa dari ibu.
Meski begitu, penelitian lain yang dimuat dalam Endotext (2016) menemukan bahwa sebanyak 81,5% pria dengan mature hairline juga memiliki ayah dengan masalah serupa.
Beberapa prosedur atau perawatan medis juga dapat menyebabkan kerontokan rambut. Contoh yang paling umum adalah kemoterapi.
Selain itu, inilah beberapa golongan obat lain yang bisa menyebabkan kemunduran garis rambut.
Penyakit atau stres menyebabkan kerontokan rambut yang tiba-tiba disebut telogen effluvium.
Kebanyakan orang biasanya mengalami ini sebagai hal yang tak terduga. Mereka kehilangan lebih banyak rambut daripada biasanya dalam waktu singkat.
Hal tersebutlah yang membuat garis rambut mundur. Meski begitu, kerontokan rambut ini biasanya sering sembuh sendiri tanpa perawatan.
Gaya hidup diduga kuat berkaitan dengan kemunduran garis rambut yang terlalu dini.
Merokok menyebabkan Anda terpapar radikal bebas. Telah diketahui, radikal bebas bisa menyebabkan rambut rontok hingga garis rambut mundur.
Selain itu, merokok juga membuat aliran darah menuju folikel rambut terhambat. Tentu, ini juga bisa mengakibatkan rambut rontok hingga mature hairline terjadi.
Selain itu, orang-orang yang kekurangan protein dan zat besi juga lebih rentan mengalami kemunduran pada garis rambut.

Apabila disebabkan oleh faktor usia, tentu hal ini tidak dapat dicegah.
Apabila disebabkan oleh faktor lain, seperti stres, ketidakstabilan hormon, atau bahkan masalah medis tertentu, perawatannya mungkin akan disesuaikan dengan penyebab pastinya.
Cara mengatasi garis rambut mundur biasanya melibatkan salah satu atau kombinasi dari berbagai upaya di bawah ini.
Jika tanda-tanda mature hairline dipicu oleh masalah hormon, cara mengatasinya adalah dengan penggunaan obat minoxidil.
Minoxidil harus dioleskan ke kulit kepala. Efek samping yang mungkin muncul dari obat ini adalah iritasi kulit kepala dan kambuhnya kerontokan rambut jika Anda berhenti meminum obat.
Obat lainnya adalah finasteride, yaitu pil yang dapat membantu meningkatkan pertumbuhan rambut.
Kerja obat ini adalah dengan menghambat hormon DHT. Obat ini hanya digunakan untuk pria.
Efek samping yang mungkin adalah berkurangnya gairah seksual dan risiko kanker prostat yang lebih tinggi.
Beberapa obat lain yang cocok untuk wanita yang mengalami kemunduran garis rambut, yaitu obat antiandrogen.
Inilah beberapa jenis obat antiandrogen yang mungkin diresepkan dokter.
Solusi lainnya untuk garis rambut mundur adalah operasi cangkok rambut.
Ini melibatkan transplantasi bagian-bagian kecil kulit kepala dan folikel rambut dari bagian belakang kepala ke daerah rambut yang telah berhenti tumbuh.
Transplantasi kulit ini dapat terus tumbuh rambut sehat di lokasi baru.
Anda bisa mencoba perawatan rambut secara alami. Ada beberapa jenis minyak yang bisa mengurangi kemungkinan kemunduran garis rambut.
Minyak untuk rambut ini berasal dari tanaman:
Anda harus mengonsumsi asupan gizi yang terdiri dari mineral, protein, dan vitamin yang mencukupi.
Makanan untuk rambut rontok dan mature hairline harus mengandung zat gizi berupa:
Garis rambut mundur muncul akibat rambut rontok. Bila dibiarkan, kondisi ini bisa menimbulkan kebotakan.
Cara mengatasinya harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari mengonsumsi makanan bergizi seimbang hingga menggunakan obat-obatan tertentu.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Ho, C., Sood, T., & Zito, P. (2024). Androgenetic Alopecia. Statpearls Publishing. Retrieved 14 February 2025, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK430924/
Fabbrocini, G., Cantelli, M., Masarà, A., Annunziata, M., Marasca, C., & Cacciapuoti, S. (2018). Female pattern hair loss: A clinical, pathophysiologic, and therapeutic review. International Journal of Women’s Dermatology, 4(4), 203-211. doi: 10.1016/j.ijwd.2018.05.001
Hair loss: Who gets and causes. (2023). Retrieved 14 February 2025,, from https://www.aad.org/public/diseases/hair-loss/causes/18-causes
Hagenaars, S., Hill, W., Harris, S., Ritchie, S., Davies, G., & Liewald, D. et al. (2017). Genetic prediction of male pattern baldness. PLOS Genetics, 13(2), e1006594. doi: 10.1371/journal.pgen.1006594
Cranwell, W., & Sinclair, R. (2016). Male Androgenetic Alopecia. Mdtext.Com, Inc.. Retrieved 14 February 2025, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK278957/
Can stress make you lose your hair?. (2024). Retrieved 14 February 2025,, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/stress-management/expert-answers/stress-and-hair-loss/faq-20057820
Guo, E., & Katta, R. (2017). Diet and hair loss: effects of nutrient deficiency and supplement use. Dermatology Practical & Conceptual, 1-10. doi: 10.5826/dpc.0701a01
Hair Transplant Procedure Steps. (2023). Retrieved 14 February 2025,, from https://www.plasticsurgery.org/cosmetic-procedures/hair-transplantation-and-restoration/procedure
Versi Terbaru
19/02/2025
Ditulis oleh Andisa Shabrina
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan, M.Kes.
Diperbarui oleh: Fidhia Kemala