home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Dari Sisir Serit Hingga Petroleum Jelly, Ini Cara Alami Hilangkan Kutu Rambut

Dari Sisir Serit Hingga Petroleum Jelly, Ini Cara Alami Hilangkan Kutu Rambut

Kutu rambut menjadi masalah yang memalukan bagi sebagian orang. Karena itu, Anda mungkin merasa enggan saat akan membeli obat kutu. Ada beberapa cara untuk menghilangkan kutu di rambut secara alami dengan alat dan bahan rumahan, lho!

Cara menghilangkan kutu di rambut secara alami

Meski kutu rambut tidak membawa penyakit yang berbahaya, Anda bisa menularkan kutu rambut kepada orang lain.

Tak hanya itu, penampakan telur kutu yang menempel di helai rambut juga sangat mengganggu penampilan. Belum lagi kemunculannya juga kerap disertai gatal yang menyiksa.

Bila Anda tak ingin menggunakan obat kutu dari apotek, di bawah ini berbagai cara yang bisa dilakukan untuk bantu menghilangkan kutu di rambut secara alami.

1. Menyisir dengan serit

cara menghilangkan kutu secara alami dengan serit
Sumber: Pest Wiki

Salah satu cara yang paling sering dilakukan untuk menghilangkan kutu yaitu menyisir rambut yang basah dengan menggunakan sisir serit yang bergigi rapat.

Metode ini bisa membuat kutu lebih terlihat dan mudah dibedakan dari ketombe. Selain itu, sisir serit bisa menjangkau dan mengangkut telur-telur kutu di helai rambut.

Untuk melakukannya, basahi rambut dengan kondisioner rambut atau minyak zaitun. Sisir rambut dari kulit kepala hingga ujung rambut setidaknya dua kali di satu bagian yang sama.

Proses ini bisa diulangi setiap beberapa kali seminggu sampai tidak ada lagi kutu yang ditemukan. Bila Anda ingin yang lebih praktis, sisir serit juga bisa digunakan saat rambut dalam keadaan kering.

2. Menggunakan minyak esensial

minyak esensial untuk flu

Beberapa studi menunjukkan bahwa beberapa minyak esensial dari tumbuhan dapat membunuh kutu sampai mati lemas.

Pada studi yang dipublikasikan pada 2018, dua jenis minyak esensial yang efektivitasnya lebih tinggi dalam menghilangkan kutu rambut di antara minyak yang lain yaitu minyak zaitun dan minyak dari ekstrak adas manis.

Keduanya berpotensi untuk membunuh kutu dengan membuatnya tercekik serta mencegahnya untuk kembali lagi. Beberapa minyak lain yaitu minyak pohon teh, minyak ylang ylang, dan minyak lavender.

Caranya, campurkan empat sendok makan minyak zaitun dengan 15 – 20 tetes minyak esensial lain pilihan Anda. Aplikasikan campuran tersebut pada kulit kepala menggunakan tangan atau bola kapas.

Tutupi dengan shower cap dan biarkan campuran ini bekerja selama semalaman, kemudian keramas dan sisir rambut di pagi harinya.

3. Menggunakan agen pembekap

Agen pembekap yang dimaksud yaitu bahan-bahan yang biasa digunakan sehari-hari seperti minyak kelapa atau petroleum jelly. Bahan-bahan agen pembekap juga bisa membunuh kutu di rambut dengan membuatnya sulit bernafas dan akhirnya mati.

Khasiat minyak kelapa untuk basmi kutu rambut pernah diteliti di Brazil. Penelitian tersebut memperlihatkan bahwa pengaplikasian minyak kelapa pada kulit kepala selama empat jam berhasil membunuh sekitar 80% kutu.

Sementara itu, sampo khusus pembunuh kutu bisa membunuh sebanyak 90 – 97 persen pada waktu yang sama.

Penggunaan kedua bahan ini mirip dengan cara pemakaian masker rambut. Oleskan minyak kelapa atau petroleum jelly pada rambut, pijat sejenak, lalu tutup dengan shower cap dan biarkan semalaman.

Setelah rambut kering, gunakan sisir serit untuk membersihkan kutu rambut dan telurnya yang masih menyangkut.

Perlu diketahui, petroleum jelly bisa membuat rambut menjadi sangat berminyak dan sulit dihilangkan. Maka, pastikan untuk keramas sampai beberapa kali sampai rasa lengketnya hilang.

Sebelum menghilangkan kutu di rambut dengan cara alami

jenis kutu

Seringnya, bahan alami tidak akan menimbulkan efek samping yang berbahaya. Namun, Anda harus benar-benar memastikan bahwa Anda tidak memiliki reaksi alergi terhadap salah satu dari bahan-bahan tersebut.

Dikutip dari Centers for Disease Control and Prevention, sebaiknya bahan yang sama hanya diulang penggunaannya maksimal dua kali. Bahan alami dapat membuat tubuh Anda kebal terhadap khasiatnya bila digunakan dalam jangka waktu yang lama.

Tak hanya membasmi kutu di kepala, Anda juga harus membersihkan benda-benda di sekitar Anda. Terutama benda yang dekat atau sering bersentuhan dengan kepala seperti pakaian atau sarung bantal.

Ingat, keefektifan berbagai bahan alami masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Bila cara alami tak berhasil menghilangkan kutu di rambut, jangan ragu untuk membeli obat kutu rambut di apotek.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Head Lice. (2020). Mayo Clinic. Retrieved 17 March 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/head-lice/diagnosis-treatment/drc-20356186

How to Get Rid of Head Lice and Eggs with Natural Home Remedies. (2018). Organic Lesson. Retrieved 17 March 2021, from https://www.organiclesson.com/get-rid-of-head-lice-eggs-nits/

Head Lice – Treatment. (2019). Centers for Disease Control and Prevention. Retrieved 17 March 2021, from https://www.cdc.gov/parasites/lice/head/treatment.html

Asenov, A., Oliveira, F., et.al. 2010. Efficacy of chemical and botanical over-the-counter pediculicides available in Brazil, and off-label treatments, against head liceex vivo. International Journal of Dermatology, 49(3), pp.324-330. Retrieved 17 March 2021.

De Maeseneer, J., 2000. Wet combing versus traditional scalp inspection to detect head lice in schoolchildren: observational study. BMJ, 321(7270), pp.1187-1188. Retrieved 17 March 2021.

Tamer, F. and Yuksel, M., 2018. The spectacular presentation of orf disease. Our Dermatology Online, 9(2), pp.152-153. Retrieved 17 March 2021.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Winona Katyusha Diperbarui 19/04/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x