Selain Pengharum Kosmetik, Ini 4 Manfaat Daun Sage untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui

    Selain Pengharum Kosmetik, Ini 4 Manfaat Daun Sage untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui

    Sage umumnya digunakan dalam makanan, sebagai bumbu dan rempah. Sementara di bidang dalam industri pabrikan sage banyak digunakan sebagai salah satu komponen pengharum di sabun dan kosmetik. Tak hanya itu, ada berbagai manfaat daun sage bagi kesehatan yang mungkin belum Anda ketahui.

    Mengenal kandungan daun sage

    Sage merupakan tanaman herbal asli yang berasal dari pantai utara Mediterania. Tanaman yang memiliki nama ilmiah Salvia officinalis ini masih satu keluarga dengan oregano, lavender, rosemary, thyme, dan basil. Tanaman sage memiliki daun dan bunga berwarna hijau keabuan. Ada sekitar 900 spesies sage yang tersebar di seluruh dunia.

    Sage dikenal dapat mengobati berbagai penyakit dari gangguan mental hingga gangguan sistem pencernaan. Kandungan antioksidan pada daun sage juga terkenal sangat bermanfaat bagi kesehatan.

    Nutrisi yang terkandung pada sage

    Sage kaya akan berbagai nutrisi dan vitamin. Satu sendok teh ekstrak daun sage mengandung berbagai nutrisi penting, yaitu:

    • 3 gr magnesium
    • 1 gr fosfor
    • 7 gr kalium
    • 2 mikrogram folat
    • 24 mikrogram beta karoten
    • 41 IU (international units) vitamin A
    • 12 mikrogram vitamin K

    Sage juga mengandung senyawa antiradang dan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan, yaitu:

    • 1.8-Cineole
    • Camphor
    • Bornel
    • Bornyl asetat
    • Camphene

    Berbagai manfaat daun sage untuk kesehatan

    Selain sebagai bumbu masakan, berikut ini berbagai manfaat daun sage yang perlu Anda ketahui, yaitu:

    1. Menurunkan gula darah dan kolesterol

    Manfaat daun sage yang pertama adalah menurunkan gula darah dan kolesterol. Penelitian yang dilakukan pada 40 yang mengalami diabetes dan kolesterol tinggi, membuktikan bahwa daun sage berkhasiat untuk mengendalikan menghasilkan satu kesimpulan yakni daun sage dapat menurunkan kadar gula darah serta membantu mengendalikan kadar kolesterol total, trigliserida, dan kolesterol jahat. Studi ini dilakukan setelah pasien diberikan esktrak daun sage selama tiga bulan.

    sumber: www.agardenforthehouse.com

    2. Mendukung pengobatan alzheimer

    Dua spesies sage yakni Salvia officinalis dan Salvia lavandulaefolia ternyata dapat meningkatkan kemampuan kognitif dan menjaga otak dari gangguan neurologis. Dikutip dari Web MD, diketahui bahwa mengonsumsi esktrak sage dari dua spesies yang berbeda tersebut selama 4 bulan mampu memperbaiki proses belajar, ingatan, dan informasi pada orang-orang dengan penyakit Alzheimer ringan hingga sedang. Penelitian lainnya menunjukkan bahwa daun sage dapat meningkatkan daya ingat pada orang dewasa muda yang sehat.

    3. Mengendalikan peradangan

    Ada beberapa penelitian yang membuktikan bahwa senyawa tertentu pada daun sage memiliki sifat antiradang. Penelitian tersebut melihat efek senyawa ini pada peradangan fibroblas gingiva, yakni sel di jaringan ikat gusi. Hasilnya, pemberian ekstrak sage mampu mengurangi peradangan pada bagian tersebut.

    4. Mengurangi gejala menopause

    Manfaat daun sage yang terakhir yaitu dapat mengurangi rasa tidak nyaman yang kerap kali timbul saat menopause. Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi esktrak sage (Sage Menopause, Bioforce AG) selama 8 minggu dapat memperbaiki gejala menopause pada wanita, terutama hot flashes.

    Hot flashes adalah perasaan panas yang bisa datang tiba-tiba pada wanita yang sedang menopause. Biasanya perasaan panas ini terjadi pada wajah, leher, dan dada. Pada saat hot flashes mungkin Anda akan merasa kulit Anda menjadi hangat, berkeringat (terutama pada bagian atas tubuh), wajah memerah, jantung berdetak lebih cepat, dan kesemutan di jari-jari Anda.

    Selain itu, penelitian lainnya menunjukkan bahwa mengonsumsi esktrak sage (Salvia officinalis) dan ekstrak alfaalfa selama tiga bulan bisa mengurangi hot flashes dan keringat di malam hari.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Damar Upahita

    General Practitioner · None


    Ditulis oleh Widya Citra Andini · Tanggal diperbarui 10/02/2021

    Iklan
    Iklan
    Iklan
    Iklan