Alergi Cat Rambut dan Gejalanya yang Perlu Diperhatikan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 31 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Seiring bertambahnya usia, mewarnai rambut kerap dilakukan untuk berbagai hal, mulai dari menutupi uban hingga meningkatkan rasa percaya diri. Namun, tahukah Anda bahwa sebenarnya cat rambut termasuk salah satu penyebab alergi pada kulit?

Simak penjelasan di bawah untuk mengetahui lebih lengkapnya.  

Alergi cat rambut

mengecat rambut saat hamil

Produk pewarna rambut mengandung sejumlah bahan yang dapat mengiritasi kulit dan menimbulkan reaksi alergi. Kebanyakan kasus alergi cat rambut disebabkan oleh bahan yang terkandung di dalamnya, yaitu paraphenylenediamine (PPD). 

Terlepas dari seringnya Anda menggunakan produk yang sama, reaksi alergi pada kulit dapat muncul. Anda bisa mengembangkan alergi terhadap suatu produk kapan saja, termasuk saat menggunakan pewarna rambut. 

Bagi beberapa orang, reaksi alergi akibat pewarna rambut dapat berkembang menjadi parah. Bahkan, pada kasus yang cukup jarang, masalah ini bisa membahayakan jiwa.

Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk mengetahui bagaimana gejala alergi terhadap cat rambut, apa penyebabnya, dan cara mengatasi alergi ini.

Gejala alergi cat rambut

Reaksi alergi pada kulit akibat pewarna rambut umumnya tidak langsung terjadi. Ada kalanya jenis alergi yang satu ini terjadi 2-7 hari setelah Anda menggunakannya. 

Selain itu, gejala alergi kulit akibat pewarna rambut juga cukup beragam, mulai dari yang ringan hingga sangat parah. Gejala-gejala yang disebutkan di bawah ini mungkin akan lebih sering dirasakan pada daerah kulit kepala, leher, dan wajah. 

  • Kulit kemerahan.
  • Gatal.
  • Bengkak, terutama pada kelopak mata, bibir, dan tangan.
  • Adanya lecet dan bekas luka.
  • Merasakan sensasi terbakar.
  • Ruam merah di area tubuh mana saja.

Perlu diketahui bahwa gejala-gejala yang mirip dengan dermatitis ini berkembang dengan cepat hingga berujung pada syok anafilaksis. Apabila Anda mengalami tanda-tanda di bawah ini, segera periksakan diri ke rumah sakit. 

  • Sulit menelan.
  • Kulit terasa perih dan terbakar.
  • Sulit bernapas.
  • Mual dan muntah.
  • Pingsan.

Penyebab alergi cat rambut

Penyebab alergi kulit akibat kosmetik seperti cat rambut adalah bahan kimia paraphenylenediamine (PPD). 

PPD merupakan zat kimia yang dapat dijumpai pada tinta tato temporer, tinta printer, dan bensin. Pada produk cat rambut, senyawa ini biasa digunakan pada pewarna permanen atau produk untuk menggelapkan rambut dan menutupi uban. 

PPD juga tersedia dalam kotak yang terpisah saat Anda hendak mewarnai rambut. Jika keduanya dicampur, sebagian PPD akan teroksidasi. Proses oksidasi sebagian inilah yang mungkin menjadi penyebab munculnya reaksi alergi terhadap cat rambut. 

Bahaya dan Risiko Jika Terlalu Sering Gonta-ganti Warna Rambut

Sayangnya, tidak semua orang langsung bereaksi saat pertama kali terpapar PPD. Paparan awal justru memperkuat sistem kekebalan tubuh yang kemudian dapat bereaksi secara berlebihan saat terkena PPD kembali. 

Intinya, sistem kekebalan tubuh salah mengenali PPD sebagai senyawa yang berbahaya. Akibatnya, ketika terpapar berulang kali, tubuh pun mengeluarkan reaksi yang berlebihan. 

Oleh sebab itu, setiap produk pewarna rambut biasanya memperingatkan pengguna untuk menjalani tes kulit alergi secara mandiri. Hal ini dapat dilakukan dengan menempelkan sedikit cairan cat rambut ke kulit dan melihat bagaimana reaksi kulit, sesuai dengan aturan di kemasan. 

Tips mengatasi alergi cat rambut

jerawat di kulit kepala

Langkah awal dari mengatasi reaksi alergi akibat cat rambut adalah berhenti menggunakan produk tersebut. Setelah itu, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. 

Berikut ini ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah alergi kulit terutama akibat pewarna rambut yang bisa dilakukan.

  • Cuci rambut dan kulit kepala dengan sampo berbahan lembut dan air hangat.
  • Oleskan minyak zaitun dingin dan jeruk nipis untuk menenangkan kulit kepala.
  • Aplikasikan krim kortikosteroid yang larut dalam air.
  • Oleskan larutan kalium permanganat ke area yang mengalami reaksi alergi.
  • Minum antihistamin oral untuk membantu mengurangi peradangan pada kulit.

Jika ada pertanyaan, hubungi dokter yang memudahkan Anda memilih solusi yang tepat. 

Hal yang perlu diperhatikan saat mewarnai rambut

pewarna rambut kanker payudara

Bagi Anda yang alergi terhadap PPD, para ahli menyarankan untuk menghindari produk cat rambut dengan senyawa ini. Anda mungkin akan sulit untuk menemukan pewarna rambut tanpa PPD. Namun, alternatif di bawah ini yang mungkin dapat membantu Anda.

  • Pilih pewarna rambut semi permanen.
  • Gunakan cat rambut dengan kandungan para-toluenediamine sebagai pengganti PPD.
  • Hindari tato henna berwarna hitam.
  • Jangan lupa uji cat rambut dengan menempel pewarna pada kulit.

Jika alergi pewarna rambut akibat kandungan PPD, ada kemungkinan kulit juga dapat bereaksi terhadap senyawa tertentu. Pasalnya, proses yang dikenal sebagai reaktivitas silang, yaitu struktur kimia suatu zat mirip dengan senyawa lainnya, mungkin memicu hal tersebut. 

Berikut ini beberapa zat kimia yang mirip dengan PPD dan perlu Anda waspadai.

  • Benzokain, bahan yang digunakan dalam obat sakit tenggorokan dan sariawan.
  • Procain, dipakai untuk anestesi lokal.
  • Asam para-amino salisilat, antibiotik untuk mengobati tuberkulosis.
  • Sulfonamida (antibiotik).
  • Hydrochlorothiazide, zat kimia dalam obat pengendali tekanan darah tinggi.

Oleh sebab itu, Anda harus selalu memberitahu kondisi alergi yang dialami agar dokter dapat menyesuaikan obat sesuai dengan kondisi Anda. 

Anjuran untuk orang yang tidak alergi PPD

Bagi Anda yang tidak pernah mengembangkan gejala alergi terhadap cat rambut, disarankan untuk mengikuti beberapa langkah di bawah ini.

  • Pakai sarung tangan dan lengan pelindung saat mewarnai rambut.
  • Oleskan petroleum jelly ke kulit yang berdekatan dengan garis rambut.
  • Tidak menyimpan cat rambut lebih lama dari waktu yang disarankan.
  • Cuci bersih rambut dengan sampo berbahan lembut dan air hangat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Alergi Susu, Bisakah Muncul Saat Dewasa dan Bagaimana Gejalanya?

Pada anak-anak, alergi susu itu normal. Tapi kalau Anda dulunya baik-baik saja dan kini jadi bermasalah tiap minum susu, mungkinkah Anda alergi pada susu?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Alergi, Alergi Makanan 1 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Selain Gatal, Ini Gejala Alergi pada Kulit Lainnya yang Perlu Anda Ketahui

Selain rasa gatal dan kulit kemerahan, ada beberapa tanda dan gejala alergi yang perlu Anda waspadai. Kenali tanda-tandanya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Alergi, Alergi Kulit 31 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit

Syok Anafilaksis, Reaksi Alergi Parah yang Membahayakan Nyawa

Anafilaksis atau syok anafilaksis adalah reaksi yang muncul ketika pemicu alergi timbul pada tubuh. Seberapa bahaya reaksi ini?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Alergi 28 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit

Tes Alergi: Jenis, Persiapan, dan Efek Samping

Alergi adalah kondisi yang harus didiagnosis melalui serangkaian tes tertentu. Apa saja tesnya dan bagaimana prosedurnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi 28 Agustus 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

alergi lateks

Mengenal Alergi Lateks, Termasuk Karet Gelang dan Kondom

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 7 menit
ciri-ciri dan gejala alergi dingin

Gejala Alergi Dingin Ringan Hingga Berat yang Wajib Anda Kenali

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 6 menit
pakai lensa kontak alergi mata

Alergi Softlens: Tanda, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 6 menit
trikiasis

Alergi Mata (Konjungtivitis Alergi)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 10 September 2020 . Waktu baca 7 menit