Fungsi Pelembab bagi Kulit dan Tips Memilih yang Terbaik

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 25 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Perawatan kulit sehari-hari yang tergolong baik pasti mencakup pemakaian pelembab wajah alias moisturizer. Produk ini berfungsi sebagai pelindung yang menjaga agar kulit wajah tetap sehat dan terhidrasi dengan baik. Dengan memerangkap cairan dalam jaringan kulit, pelembab juga membantu penyerapan produk skincare selanjutnya.

The American Academy of Dermatology menyarankan penggunaan pelembab wajah setelah mandi agar kulit Anda yang masih lembab dapat mengikat cairan dengan baik. Lantas, bagaimana cara memilih pelembab yang sehat untuk kulit agar tidak malah menimbulkan masalah?

Tips memilih pelembab yang sehat

pelembap untuk kulit kering

Ada banyak sekali jenis pelembab yang dirancang khusus untuk masing-masing jenis kulit. Setiap produk pun mengandung bahan aktif dengan fungsi yang berbeda-beda. Agar tidak salah pilih, berikut tips memilih pelembab yang tepat untuk kulit Anda.

1. Kenali jenis kulit Anda

Kenali dahulu jenis kulit Anda untuk memastikan bahwa produk yang Anda gunakan memang sesuai dengan kebutuhan. Jenis kulit Anda ditentukan oleh berbagai faktor seperti genetik dan lingkungan.

Secara umum, terdapat empat jenis kulit yang sehat ditambah satu jenis kulit sensitif. Berikut jenis moisturizer yang disarankan untuk masing-masing jenis kulit wajah:

  • Kering: Pelembab berbahan dasar minyak dengan tekstur yang kental. Bahan yang disarankan antara lain asam hialuronat, lanolin, ceramides, atau gliserin.
  • Berminyak: Pelembab berbahan dasar air dengan tekstur yang lebih encer dan bersifat non-komedogenik. Bahan yang disarankan yakni asam hidroksi seperti AHA dan BHA.
  • Normal dan kombinasi: Pelembab berbasis air dengan tekstur dan zat aktif seperti pelembab kulit berminyak.
  • Sensitif: Pelembab berbasis air yang mengandung gel lidah buaya atau bahan yang menenangkan kulit.

2. Cermati keterangan label kemasan

Selalu cermati label kemasan pelembab yang hendak Anda beli, terutama bila produk ini akan digunakan pada wajah. Berikut keterangan yang sering tercantum pada label kemasan produk beserta maknanya.

Bahan aktif dan inaktif

Bahan aktif adalah bahan yang membuat suatu produk dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Contohnya, pelembab yang berfungsi melindungi kulit dari sinar ultraviolet kerap mengandung titanium oksida yang berfungsi sebagai bahan utama tabir surya.

Bahan aktif yang paling sering digunakan pada pelembab adalah lanolin, gliserin, dan petrolatum. Bahan inaktif, di sisi lain, merupakan bahan pendukung yang melengkapi produk Anda.

Non-comedogenic

Produk yang dilabeli non-comedogenic berarti memiliki sifat yang tidak menyumbat pori-pori. Produk ini biasanya tidak mengandung minyak sehingga sangat ideal untuk pemilik kulit tipe berminyak dan mudah berjerawat.

Hypoallergenic

Istilah ini adalah tanda bahwa produk moisturizer lebih jarang memicu reaksi alergi pada konsumen. Produk ini cocok bagi Anda yang memiliki kulit yang sensitif dan mudah alergi. Namun, perlu diingat bahwa tak ada jaminan produk sama sekali tidak memicu alergi.

Jadi, apa yang dapat Anda lakukan? Jika Anda memiliki reaksi alergi sebelumnya terhadap suatu pelembab, Anda harus memperhatikan bahan-bahan yang terkandung dalam pelembab tersebut dan menghindarinya di lain kesempatan.

Natural vs organik

Suatu produk dikatakan produk natural (alami) bila menggunakan bahan-bahan yang berasal dari tumbuhan (dengan atau tanpa produk kimia). Sementara itu, suatu produk dikatakan organik jika bahan-bahan yang dikandung tidak menggunakan produk kimia, pestisida, atau pupuk buatan sama sekali.

Panduan memakai pelembab yang baik dan benar

krim muka dari dokter bikin ketagihan

Tidak sedikit orang yang sudah rutin menggunakan pelembab wajah tapi belum juga mendapatkan hasil yang diinginkan. Bisa jadi ini disebabkan oleh cara pemakaian yang keliru.

Agar produk moisturizer memberikan hasil optimal, berikut adalah panduan pemakaian yang bisa Anda terapkan.

1. Ratakan dari sisi luar ke dalam

Pertama, totolkan pelembab di seluruh wajah. Ratakan dari sisi terluar wajah menuju bagian tengah dengan gerakan memutar ke atas. Mulailah dari bagian tengah dagu. Pijat lembut dengan gerakan melingkar ke garis rahang menuju dahi dan akhiri di area hidung.

Bila Anda menggunakannya dengan arah terbalik, sisa pelembab akan menumpuk di sekitar garis rambut. Hal ini menyebabkan pori-pori tersumbat di sekitar garis rambut dekat telinga Anda. Bila pori-pori tersumbat, komedo bisa muncul di area tersebut.

2. Jangan lupakan bagian leher

Banyak orang lupa menggunakan pelembab di sekitar leher karena lebih fokus pada area wajah. Padahal, ini merupakan salah satu kesalahan yang paling umum, sebab leher adalah perpanjangan dari kulit wajah Anda yang butuh dirawat juga.

Setelah menggunakan pelembab pada wajah, oleskan lagi dengan jumlah yang sama pada kulit leher. Pijat perlahan-lahan dengan lembut hingga seluruh permukaan leher terlapisi oleh pelembab.

3. Menggunakan pelembab setelah mandi

Dalam rangkaian skincare, penggunaan pelembab biasanya diurutkan setelah mandi atau mencuci muka. Ini memang merupakan cara pemakaian yang ideal, tapi Anda sebaiknya tidak mendiamkan kulit yang basah selama lebih dari semenit.

Setelah mandi atau membersihkan muka, segera tepuk-tepuk wajah dengan handuk lembut untuk menghilangkan sisa air yang masih menetes. Setelah itu, gunakanlah pelembab pada wajah yang masih setengah lembab agar kandungannya meresap sempurna.

4. Menyesuaikan tipe pelembab dengan cuaca

Pemakaian moisturizer bukan hanya disesuaikan dengan jenis kulit, tapi juga cuaca di lingkungan Anda. Pada cuaca yang panas dan terik, pastikan Anda menggunakan pelembab wajah mengandung SPF minimum 30.

Semakin besar kandungan SPF pada pelembab, semakin baik kemampuannya dalam menangkal pengaruh buruk sinar UVA dan UVB dari matahari. Sementara pada cuaca dingin dan sejuk, Anda bisa memakai pelembab dengan tekstur yang lebih ringan.

Urutan pemakaian yang disarankan adalah moisturizer, baru sunscreen. Akan tetapi, ada juga orang-orang yang mungkin lebih nyaman menggunakan sunscreen atau produk lain dahulu, baru diakhiri dengan moisturizer.

Hal ini sebenarnya tidak berdampak buruk bagi kulit. Hanya saja, Anda harus cermat memilih dan menggunakan moisturizer agar produk ini tidak melarutkan sunscreen dan mengurangi kemampuannya.

Perlukah pakai pelembab setelah sheet mask?

cara pakai sheet mask

Pada dasarnya, kandungan serum dalam sheet mask dapat membuat wajah lebih lembap. Bagi beberapa orang yang kulitnya normal atau berminyak, pemakaian sheet mask saja biasanya sudah cukup untuk mengakhiri serangkaian tahapan skin care.

Namun, jika tipe kulit Anda tergolong kering, tidak ada salahnya memakai pelembab setelah selesai menggunakan sheet mask. Pelembab alias moisturizer biasanya digunakan sebagai penutup di tahap akhir skincare.

Ini karena pemakaian pelembab berfungsi untuk “mengunci” serum atau essence yang telah meresap ke dalam kulit wajah. Tidak hanya itu, pakai pelembab setelah sheet mask juga dapat membantu menjaga kulit terhidrasi dan lembap lebih lama.

Setelah menggunakan pelembab secara teratur selama beberapa hari atau minggu, cobalah untuk mengevaluasinya. Apakah Anda merasa wajah Anda lebih lembab dan nyaman? Jika ya, berarti Anda telah menemukan pelembab terbaik untuk kulit Anda.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Kesalahan Umum Memakai Sunscreen Pada Wajah

Sunscreen wajah bisa melindungi kulit Anda. Namun, kadang masih ada yang melakukan kesalahan saat memakai sunscreen. Ketahui cara mencegahnya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Perawatan Kulit, Hidup Sehat, Kecantikan 7 Februari 2020 . Waktu baca 5 menit

Fungsi Produk Skin Care dan Urutan Pemakaiannya Secara Umum

Kira-kira, berapa lama produk skin care akan menunjukkan hasil dan perubahan pada kulit wajah Anda? Untuk tahu jawabannya, simak artikel berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Perawatan Kulit, Hidup Sehat 5 Februari 2020 . Waktu baca 10 menit

Mengenal Alpha Arbutin, Bahan Andalan untuk Mencerahkan Kulit

Alpha arbutin adalah pilihan yang aman untuk Anda yang ingin mencerahkan kulit wajah. Apa saja manfaat dari alpha arbutin untuk wajah?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Perawatan Kulit, Hidup Sehat 30 Januari 2020 . Waktu baca 4 menit

Kesalahan Saat Memakai Skincare yang Mungkin Anda Lakukan

Skincare Anda tidak bekerja dengan baik? Mungkin Anda melakukan beberapa kesalahan yang tanpa sadari Anda lakukan saat memakai skincare. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Hidup Sehat, Kecantikan 9 Januari 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

skin fasting adalah

Menilik Skin Fasting, Tren ‘Puasa’ Skincare agar Kulit Lebih Cantik

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 28 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
perbedaan hydrating dan moisturizing

Apa Bedanya Skincare yang Hydrating dan Moisturizing untuk Kulit Anda?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 8 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
arti SPF dan PA dalam sunscreen

Waktu Penggunaan Sunscreen yang Tepat Demi Kulit yang Lebih Sehat

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 16 Maret 2020 . Waktu baca 3 menit
Konten Bersponsor
skincare bulan puasa

4 Langkah Skincare Malam yang Ampuh Atasi Bekas Jerawat Membandel

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 21 Februari 2020 . Waktu baca 4 menit