Lekukan pada Kuku, Ini Bisa Jadi Tanda Psoriasis Kuku

    Lekukan pada Kuku, Ini Bisa Jadi Tanda Psoriasis Kuku

    Selayaknya anggota tubuh lainnya, Anda perlu menjaga kesehatan kuku. Munculnya gangguan pada kuku bisa menjadi pertanda adanya masalah kesehatan tertentu. Gangguan ini bisa berupa permukaan kuku berlekuk atau berlubang. Lantas, apa penyebab kuku berlekuk ini dan bisakah diobati?

    Apa penyebab munculnya kuku berlekuk?

    Kebanyakan kondisi kuku berlekuk atau pitting kuku terjadi karena adanya psoriasis kuku. Hal ini ditunjukkan dalam sebuah penelitian dari Indian Journal of Dermatology (2013).

    Hasil riset menemukan bahwa sekitar 34% orang yang mengalami psoriasis ringan juga memiliki kondisi kuku berlekuk.

    Psoriasis kuku biasanya akan berkembang ketika Anda mengalami psoriasis kulit sebelumnya.

    Kulit yang terserang psoriasis ditandai dengan timbulnya peradangan, kemerahan, hingga kulit bersisik.

    Tingkat keparahan psoriasis kulit pada setiap orang bisa berbeda-beda, termasuk dengan psoriasis pada kuku.

    Mulai dari muncul luka atau lekukan kecil yang hampir tidak terlihat, sampai bisa berkembang semakin membesar hingga merusak kuku.

    Tidak hanya karena psoriasis kuku saja, kondisi kuku berlekuk juga dapat disebabkan oleh kondisi berikut.

    • Gangguan jaringan ikat, misalnya Sindrom Reiter atau arthritis reaktif, serta osteoartritis.
    • Penyakit autoimun, misalnya alopecia areata dan sarkoidosis.
    • Adanya kelainan sistem saraf pusat (incontinentia pigmenti), yang berpengaruh pada rambut, kulit, kuku, gigi, serta sistem saraf pusat.
    • Dermatitis atopik dan dermatitis kontak.

    Bagaimana cara mengatasi pitting kuku?

    pitting kuku

    Sebenarnya kondisi permukaan kuku berlekuk atau berlubang tidak harus selalu diobati selama masih tergolong ringan.

    Namun, jangan tunda untuk mengobatinya bila ternyata lekukan pada kuku semakin dalam, parah, hingga menimbulkan rasa tidak nyaman.

    Ada baiknya Anda segera mengunjungi dokter jika hal tersebut terjadi.

    Pastikan untuk memberi tahu gejala apa pun yang mungkin Anda alami kepada dokter. Hal ini dapat membantu dokter mendiagnosis keluhan Anda.

    Dokter juga dapat melakukan biopsi kulit. Tes ini dilakukan dengan mengambil sampel kecil dari kulit atau kuku Anda dan melihatnya di bawah mikroskop.

    Berikut beberapa pengobatan lekukan pada kuku yang mungkin disarankan oleh dokter.

    1. Penggunaan obat topikal (oles)

    penyakit kuku dan masalah pada kuku

    Lekukan pada kuku memang cukup sulit untuk diobati, tetapi Anda bisa mencoba memulihkannya.

    Anda bisa mengoleskan obat steroid topikal, salicylic acid, calcipotriol, atau tazarotene, pada permukaan kuku yang bermasalah.

    Penting untuk diingat bahwa proses penyembuhan dan regenerasi kuku membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

    Maka dari itu, diperlukan kesabaran ekstra sampai kondisi kuku kembali normal.

    Konsultasikan dengan dokter terkait perawatan yang terbaik untuk kondisi Anda, terutama jika memiliki riwayat penyakit autoimun seperti pemfigus vulgaris.

    Tips mencegah lekukan pada kuku


    1. Gunting kuku Anda sependek mungkin. Jika kuku Anda panjang, kuku bisa patah atau mengalami kerusakan kuku lainnya.
    2. Gunakan sarung tangan katun tipis di bawah sarung tangan vinil atau nitril saat Anda memasak atau mencuci piring. Hindari sarung tangan lateks.
    3. Hindari manikur atau pedikur. Perawatan ini dapat menyebabkan trauma pada kuku Anda dan memicu lebih banyak penyokan.
    4. Gunakan pelembap atau krim pada tangan, kaki, dan lipatan kuku untuk menjaga kulit tetap terhidrasi dan terlindungi.

    2. Jenis pengobatan lain

    Dokter biasanya akan menyarankan satu dari beberapa pilihan pengobatan pitting atau penyok pada kuku, seperti berikut.

    • Pengobatan antijamur jika lekukan disebabkan oleh adanya infeksi jamur, seperti infeksi jamur kuku.
    • Suntikan kortikosteorid ke dalam kuku. Perawatan ini memberikan hasil yang cukup efektif saat dilakukan bersamaan dengan pengobatan steroid topikal.
    • Pembedahan dengan mencabut atau mengangkat kuku yang rusak. Tujuannya agar jaringan kuku baru bisa tumbuh kembali.

    Usahakan untuk selalu menjaga dan merawat seluruh kuku tangan dan kaki, baik yang sedang bermasalah maupun yang tidak.

    Hindari juga berbagai kebiasaan penyebab kuku rusak.

    Sampaikan pada dokter terkait keluhan apa pun yang Anda rasakan. Sebab terkadang, adanya perubahan pada kuku membutuhkan perawatan yang berbeda.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Singh S. K. (2013). Finger nail pitting in psoriasis and its relation with different variables. Indian journal of dermatology, 58(4), 310–312. https://doi.org/10.4103/0019-5154.113955

    6 Things Your Nails Say About Your Health. (2019). Cleveland Clinic. https://health.clevelandclinic.org/6-things-your-nails-say-about-your-health/

    Hands, Feet & Nails. (n.d.). National Psoriasis Foundation. Retrieved July 8, 2022 from, https://www.psoriasis.org/hands-feet-nails/

    Psoriasis – Symptoms & causes. (2022). Mayo Clinic. Retrieved July 8, 2022 from,  https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/psoriasis/symptoms-causes/syc-20355840

    Tendais-Almeida, J., Agular, F., Torres, T. (2016). Nail pitting and onycholysis. Australian Family Physician. Retrieved July 8, 2022 from, https://www.racgp.org.au/afp/2016/march/nail-pitting-and-onycholysis/

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Ilham Fariq Maulana Diperbarui Jul 29
    Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro