home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Berbagai Penyebab Ruam Merah pada Kulit

Berbagai Penyebab Ruam Merah pada Kulit

Ruam kulit menjadi salah satu masalah kulit yang paling banyak dialami orang-orang. Seringnya, ruam muncul sebagai pertanda akan suatu penyakit kulit. Lantas, apa penyebab timbulnya ruam merah pada kulit?

Penyebab ruam pada kulit

anemia rash

Ruam sendiri adalah istilah medis yang sangat luas. Kemunculan bentuknya bervariasi, bisa timbul secara lokal atau hanya pada satu bagian tubuh tapi bisa juga menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Penyebab ruam kulit muncul pun sangat beragam. Berikut beberapa penyebab kondisi ini yang cukup umum.

1. Dermatitis kontak

Menjadi salah satu yang paling sering menyebabkan ruam, dermatitis kontak adalah kondisi di mana kulit mengalami peradangan setelah melakukan kontak langsung dengan zat tertentu. Dermatitis kontak juga bisa terjadi bila kulit yang memiliki alergi bersentuhan dengan alergen.

Pada dermatitis kontak non-alergi, biasanya yang menyebabkan reaksi ini adalah bahan kimia yang terkandung dalam lateks dan karet, kosmetik, produk pewarna, serta beberapa tanaman seperti poison ivy, oak, dan sumac.

2. Konsumsi makanan atau obat-obatan tertentu

Beberapa makanan atau obat-obatan ternyata juga dapat menjadi penyebab munculnya ruam merah pada kulit. Hal ini bisa terjadi bila Anda memiliki alergi makanan atau alergi obat jenis tertentu, bisa juga karena efek samping yang dihasilkan dari obat.

Terkadang, obat seperti antibiotik dapat membuat Anda menjadi lebih sensitif terhadap cahaya. Kulit mungkin akan menunjukkan ruam merah saat Anda beraktivitas di bawah sinar matahari setelah minum obat antibiotik.

3. Lecet

Misalnya bila Anda menggunakan pakaian yang berbahan kasar atau tidak berhati-hati saat mencukur bulu. Gesekan ini membuat kulit lecet dan muncul ruam di sekelilingnya.

Lecet biasanya menjadi penyebab pada ruam yang terjadi di area ketiak. Ruam akibat lecet dapat terasa perih dan menyebabkan kulit berkerak, pecah-pecah, hingga berdarah karena terkelupas.

4. Keringat

Keringat juga berpotensi menimbulkan bercak iritasi pada kulit, apalagi bila ruam muncul pada bagian lipatan kulit seperti ketiak atau lipatan di bawah payudara. Ruam dapat muncul ketika tubuh selesai melakukan olahraga, berdiam di tempat yang panas, atau ketika Anda merasa cemas.

Kondisi ini disebut cholinergic urticaria. Kejadiannya diduga karena adanya pelepasan senyawa histamin saat suhu tubuh meningkat. Histamin inilah yang menimbulkan munculnya rona kemerahan berupa ruam pada kulit.

Selain itu, biang keringat juga dapat menjadi penyebabnya. Ruam muncul saat pori-pori kulit tersumbat keringat, bakteri, dan sel kulit mati.

5. Gigitan serangga

Selain menjadi penyebab ruam, gigitan serangga juga kerap membuat kulit membengkak. Terkadang, serangga yang menggigit membawa penyakit pada tubuhnya. Bila kulit Anda tergigit oleh serangga tersebut, Anda pun akan tertular penyakit.

6. Menopause

Sebenarnya, menopause sendiri bukanlah yang menjadi penyebab ruam kulit. Namun, menopause dapat menjadi pemicu terjadinya kondisi ini.

Saat memasuki masa menopause, tubuh mengalami penurunan hormon estrogen yang drastis. Berkurangnya jumlah estrogen ini akan menimbulkan hot flush, sebuah keadaan di mana seseorang akan merasakan sensasi kepanasan hebat dari dalam tubuh.

Karena sensasi inilah wanita jadi lebih sensitif terhadap perubahan suhu, terutama bila suhunya semakin tinggi. Alhasil, kulit mengeluarkan reaksi berupa kemunculan ruam merah pada kulit.

Penyakit yang ditandai dengan munculnya ruam

penyebab dermatitis

Selain karena beberapa hal di atas, ruam kulit dapat muncul sebagai pertanda dari berbagai masalah kesehatan. Berikut adalah jenis penyakit kulit yang memunculkan gejala berupa ruam kulit.

1. Dermatitis seboroik

Dermatitis seboroik adalah iritasi kulit yang disebabkan oleh kelebihan produksi sebum atau minyak yang bisa menyebabkan timbulnya ruam. Penyebab dermatitis seboroik adalah infeksi jamur.

Berbeda dengan eksim yang menimbulkan bercak-bercak kulit kering, dermatitis seboroik menimbulkan bercak-bercak yang terlihat berminyak. Selain bercak kulit yang memerah, bengkak, dan terasa gatal, dermatitis seboroik juga menimbulkan serpihan putih kekuningan di sekeliling bercak ruam tersebut.

2. Infeksi jamur

Infeksi jamur bisa jadi salah satu penyebab ruam di kulit. Biasanya kondisi inilah yang menyebabkan ruam pada bagian lipatan kulit. Pasalnya, kulit pada bagian ini memiliki tingkat kelembaban lebih tinggi yang mana sangat ideal untuk perkembangbiakan jamur.

Salah satu penyakit infeksi jamur adalah kurap. Kurap membuat kulit gatal dan merona kemerahan. Gejalanya bisa memburuk saat cuaca panas atau ketika berpakaian terlalu ketat. Kebersihan diri yang kurang baik juga bisa membuat Anda terserang penyakit ini.

3. Psoriasis

Ruam merah merupakan salah satu gejala utama yang paling terlihat pada pasien yang mengalami psoriasis. Ruam merah ini disertai dengan sisik berwarna keperakan dan membuat tekstur kulit mengering.

Psoriasis termasuk dalam penyakit kronis. Artinya, penyakit ini berlangsung dalam jangka panjang dan dapat kambuh kembali. Belum ada obat yang bisa benar-benar menyembuhkan psoriasis.

Meski demikian, pengobatan dapat mengurangi intensitas gejala dan memperkecil kemungkinan penyakit kambuh dalam waktu dekat.

4. Penyakit autoimun

Ruam juga sering ditemukan pada pasien penyakit autoimun, termasuk skleroderma, lupus, dan vaskulitis. Penyakit autoimun adalah kelainan di mana sistem kekebalan tubuh malah menyerang sel-sel yang sehat.

Pada kulit, sistem kekebalan keliru menganggap jaringan kulit yang normal sebagai hal yang berbahaya. Akibatnya, sel darah putih mengeluarkan antibodi untuk melawan jaringan kulit tersebut. Proses inilah yang menjadi penyebab munculnya ruam kulit pada pasien autoimun.

5. Rosacea

Ciri khas dari rosacea adalah ruam merah yang muncul pada sekitaran wajah, terkadang disertai juga dengan jerawat. Penyakit ini membuat pembuluh darah pada kulit jadi terlihat jelas.

Sampai saat ini, belum diketahui secara jelas apa sebenarnya penyebab rosacea. Namun, penyakit ini diduga dapat terjadi karena faktor keturunan dan lingkungan. Rosacea lebih rentan menyerang wanita yang berkulit terang.

6. Kudis

Kudis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh tungau bernama Sarcoptes scabiei. Akibat infeksi ini, kulit akan menimbulkan berbagai gejala seperti ruam dan gatal-gatal yang akan bertambah parah di malam hari.

Kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja dan sangat mudah menular dari satu orang ke yang lainnya.

7. Faktor penyebab ruam kulit lainnya

Selain penyebab di atas, ruam juga dapat terjadi karena beberapa faktor seperti usia, tingkat stres, cuaca yang ekstrem, serta penggunaan produk perawatan kulit berbasis alkohol yang terlalu sering. Agar tidak terkena ruam, sebisa mungkin untuk dapat menghindari beberapa faktor tersebut.

Kebanyakan ruam kulit yang terjadi tergolong ringan dan hanya muncul sebagai reaksi dari kulit yang sedang sensitif. Ruam juga dapat menghilang dengan sendirinya tanpa menimbulkan masalah yang serius.

Namun kembali lagi, Anda harus mengetahui apakah ruam kulit yang muncul hanyalah hasil dari paparan zat tertentu atau merupakan pertanda dari sebuah penyakit.

Bila ruam sudah terasa menyiksa dan disertai dengan berbagai gejala lain seperti nyeri, demam, dan mulai melepuh, segera periksa ke dokter spesialis kulit untuk memastikan kondisi Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Rashes. (2018). Medline Plus. Retrieved 14 October 2020, from https://medlineplus.gov/ency/article/003220.htm

Contact Dermatitis. (2020). Mayo Clinic. Retrieved 14 October 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/contact-dermatitis/symptoms-causes/syc-20352742

Psorasis. (2020). Mayo Clinic. Retrieved 14 October 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/psoriasis/symptoms-causes/syc-20355840

Autoimmune Skin Disease: Skin Lupus, Pemphigus, & Other Autoimmune Skin Disorders. (n.d.). University of Utah Health. Retrieved 14 October 2020, from https://healthcare.utah.edu/dermatology/services/autoimmune-skin-diseases/

Rosacea. (2019). Mayo Clinic. Retrieved 14 October 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/rosacea/symptoms-causes/syc-20353815

 

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Tanggal diperbarui 26/12/2020
x