Kulit Jadi Keras dan Warnanya Belang? Waspada Gangguan Kulit Morfea!

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 3 April 2018 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Penyakit kulit adalah salah satu kondisi yang sangat mengganggu, karena gejalanya sangat terasa dan tampak jelas. Tak terkecuali morfea. Morfea adalah penyakit yang menyebabkan kulit mengeras dan warnanya belang. Apakah penyakit ini bahaya? Bisa disembuhkan apa tidak? Cari tahu informasi selengkapnya di bawah ini.

Apa itu morfea?

Morfea adalah suatu gangguan kulit yang menyebabkan perubahan fisik seperti warnanya berubah atau kulit jadi mengeras. Bagian kulit yang mengalami gangguan ini tampak memiliki pola warna yang lebih pucat ataupun berwarna lebih tua kemerahan sehingga warna kulit Anda jadi tampak belang. Perubahan warna akibat morfea biasanya terdapat pada kulit di sekitar perut, dada, punggung, dan juga terdapat pada lengan atau kaki. Jika terjadi pada area persendian, morfea juga bisa membatasi kapasitas bergerak dari bagian kulit persendian yang terkena.

Morfea tidak menimbulkan rasa nyeri pada bagian kulit yang terkena dan dapat hilang dengan sedirinya, tapi sangat mungkin untuk kambuh lagi. Perubahan warna kulit yang disebabkan oleh morfea juga dapat menghilang dengan sendirinya namun membutuhkan waktu yang lama.

Meskipun tidak terlalu berbahaya, ada metode terapi untuk mengatasi gejala morfea. Morfea tidak disebabkan oleh adanya infeksi kuman sehingga gangguan ini tidak menular ke orang lain dengan cara apa pun, entah itu sentuhan, udara, atau saling pinjam barang pribadi.

Gejala morfea

Morfea adalah penyakit yang mudah disadari gejalanya. Akan tetapi, gejala dari morfea bisa berbeda-beda pada setiap orang. Ini tergantung dari jenis dan tingkat perkembangan penyakitnya. Beberapa gejala umum morfea adalah:

  • Gejala perubahan warna kulit dapat bermula dari kulit yang berwarna pucat dengan keputihan di tengah area kulit yang berubah warna.
  • Perubahan warna kemerahan dengan pola oval, terutama pada kulit di bagian badan. Terkadang perubahan warna keunguan juga dapat terjadi.
  • Pola perubahan juga dapat berbentuk memanjang atau linear ketika morfea muncul pada lengan atau kaki.
  • Jika perubahan berlanjut, kulit akan mengeras dan terasa lebih tebal serta tampak mengilap.
  • Terjadinya pengerasan dapat disertai dengan rontoknya rambut (bulu) dan rusaknya kelenjar keringat pada area kulit yang mengalami morfea.
  • Morfea juga mungkin disertai dengan rasa gatal atau perih, seolah kulit Anda terbakar.

Gejala seperti perubahan warna kulit dapat bertahan lama sebelum menghilang dengan sendirinya. Meski demikian, ada risiko terjadi kecacatan fisik serta gangguan mobilitas jika morfea mengenai kulit di sekitar persendian. Jika terjadi pada area yang berdekatan dengan mata, maka ada risiko kerusakan mata permanen atau kebutaan.

Jenis-jenis morfea

Berdasarkan pola kejadiannya, morfea dibedakan menjadi empat jenis. Berikut penjelasan masing-masing jenisnya.

  • Plaque morfea adalah bentuk morfea yang paling umum. Ditandai dengan perubahan warna kulit dan lesi yang berbentuk oval. Morfea ini bisa menimbulkan rasa gatal.
  • Generalized plaque morfea penyebarannya lebih luas dari plaque morfea dengan lesi yang lebih luas. Jaringan yang mengalami gangguan ini juga cenderung lebih dalam sehingga kemungkinan dapat memengaruhi penampilan seseorang.
  • Pansclerotic morfea adalah morfea yang jarang, tapi butuh penanganan yang serius. Hal ini terjadi ketika morfea menyebar hampir ke seluruh tubuh dalam waktu singkat.
  • Linear morfea terjadi pada kaki dan tangan dengan pola yang lebih kecil dibandingkan dengan yang terjadi pada permukaan tubuh. Jenis morfea yang terjadi pada organ anggota gerak dapat merusak persendian, lesi pada jaringan kulit juga dapat menyebar ke sel otot dan menyebabkan kecacatan.

Penyebab morfea

Morfea diduga sebagai gangguan autoimun. Namun, hal ini belum diketahui secara pasti oleh pakar kedokteran. Gangguan ini terjadi ketika sistem imun malah menyerang sel kulit yang sehat, sehingga sel tubuh memproduksi sel pengikat kolagen lebih banyak.

Kandungan kolagen yang menumpuk pada kulit menyebabkan terjadinya penumpukan dan kulit menjadi lebih keras. Proses pembentukan kolagen berlebih pada bagian kulit tertentu juga dapat disebabkan oleh benturan atau trauma berulang pada bagian kulit tertentu, efek samping dari terapi radiasi, adanya infeksi yang merusak permukaan kulit, dan paparan zat dari lingkungan yang merusak kulit secara langsung.

Morfea lebih banyak dilaporkan perempuan daripada laki-laki. Biasanya gejala awal morfea muncul pada saat kanak-kanak, yaitu mulai dari usia 2-14 tahun, tapi bisa juga muncul pada orang dewasa pada usia paruh baya.

Diagnosis dan penanganan morfea

Diagnosis morfea adalah hal yang sangat penting untuk menentukan pengobatan dan melakukan pencegahan penyakit bertambah parah atau menyebabkan kecacatan. Jika ditemukan perubahan warna kulit secara tiba-tiba dan menyebar dengan cepat, segera periksa ke dokter. Penentuan jenis penyakit kulit ini kemungkinan hanya dapat dilakukan oleh dermatologis dengan serangkaian pemeriksaan fisik.

Hingga saat ini, belum ada pengobatan yang 100 persen efektif untuk menghilangkan gejala atau efek dari morfea. Penanganan lebih menekankan pada pencegahan penyebaran morfea dan pengurangan lesi yang terjadi pada kulit.

Jika mengenai bagian tubuh lain sebagai komplikasi, penanangan tersendiri pada organ yang terkena kemungkinan juga dibutuhkan. Kerusakan persendian akibat morphea dapat dilakukan dengan obat kortikosteroid dan terapi fisik, sementara kerusakan mata akibat morfea memerlukan tindakan tersendiri dari dokter mata.

Beberapa metode pengobatan seperti terapi cahaya (phototerapy) dan penggunaan krim dengan kandungan vitamin D digunakan untuk meringankan gejala. Beberapa hal juga perlu diperhatikan untuk meringankan gejala dan mempercepat pemulihan seperti:

  • Pakai sunblock setiap Anda beraktivitas di luar ruangan
  • Jangan mandi dengan air panas terlalu lama
  • Segera gunakan pelembap setelah mandi
  • Hanya gunakan produk berbahan dasar alami, tanpa tambahan parfum
  • Jaga kelembapan udara
  • Olahraga rutin untuk mempertahankan sirkulasi darah

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Misophonia, Alasan Mengapa Anda Benci Suara Tertentu

Misophonia merupakan suatu keadaan dimana Anda merasa tidak nyaman ketika mendengar suara tertentu. Cari tahu lebih jauh terkait misophonia disini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Gangguan Kecemasan 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

9 Manfaat Pisang yang Jadi Buah Favorit Banyak Orang

Tak banyak yang tahu bahwa kandungan kalium dalam pisang berkhasiat menurunkan risiko stroke. Apa lagi manfaat pisang untuk kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Fakta Gizi, Nutrisi 5 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

7 Hal yang Bisa Terjadi Pada Tubuh Jika Anda Berhenti Minum Pil KB

Pil KB berhubungan dengan hormon. Itu sebabnya, saat Anda memutuskan untuk berhenti minum pil KB akan muncul berbagai efek samping. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Seksual, Kontrasepsi 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Waspadai 3 Ciri Tipes yang Sudah Parah Agar Tidak Berakibat Fatal

Tipes yang parah bisa berakibat fatal jika tidak cepat-cepat ditangani. Satu dari 5 orang bisa meninggal karena tipes. Seperti apa ciri tipes yang parah?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Penyakit Infeksi, Demam Tifoid (Tifus) 4 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara pakai termometer

Mengenal 4 Jenis Termometer yang Paling Umum, dan Cara Pakainya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
obat alami dan tradisional sakit gigi berlubang

7 Obat Alami untuk Mengatasi Sakit Gigi Berlubang

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
apa itu lucid dream

Sedang Mimpi Tapi Sadar? Begini Penjelasan Fenomena Lucid Dream

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Mata Kucing Pada Anak? Waspada Gejala Kanker Mata

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit