home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

7 Penyebab Perut Kembung, Mulai Dari Makanan Hingga Penyakit Tertentu

7 Penyebab Perut Kembung, Mulai Dari Makanan Hingga Penyakit Tertentu

Perut kembung merupakan masalah pencernaan yang dapat terjadi pada siapa saja. Umumnya, perut kembung ditandai dengan perut yang begah disertai dengan sesak karena perut terasa penuh. Lantas, apa saja penyebab perut kembung?

Penyebab perut kembung

Pada dasarnya, perut yang tampak membesar akibat kembung dan begah termasuk normal. Pasalnya, hal ini termasuk proses biologis yang dapat dialami setiap orang.

Kondisi ini biasanya terjadi karena adanya penumpukan gas dalam saluran pencernaan. Namun, keluhan ini dapat menjadi gejala dari penyakit pada sistem pencernaan.

Oleh sebab itu, perut kembung yang berlangsung lama dan disertai gejala lain perlu diperiksa lebih lanjut agar Anda bisa mengetahui apa penyebabnya.

1. Produksi gas dalam usus

ilustrasi cara mengatasi perut kembung

Penyebab utama terjadinya perut kembung adalah peningkatan produksi gas dalam usus.

Begini, beberapa orang memiliki sistem pencernaan yang tidak mampu mencerna makanan tertentu, seperti biji-bijian.

Pada kondisi tertentu, tubuh akan melepaskan gas dalam bentuk hidrogen, metana, atau karbondioksida. Nantinya, gas akan keluar lewat sendawa atau kentut.

Bila pembentukan gas terlalu cepat, gas akan menumpuk pada saluran cerna, sehingga menyebabkan perut kembung, mual, dan begah.

2. Konsumsi makanan pemicu gas

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, produksi gas berlebih menjadi penyebab utama perut kembung.

Sementara itu, peningkatan gas ini tidak terjadi begitu saja. Ada sejumlah faktor dan kondisi yang bisa menjadi dalang di balik gejala masalah pencernaan ini.

Salah satunya adalah konsumsi makanan tertentu. Jenis makanan yang akan disebutkan biasanya membutuhkan waktu ekstra untuk dicerna yang bisa memicu perut begah.

Guna menghindari masalah ini, berikut contoh makanan dan minuman yang dapat memicu perut kembung.

Kacang-kacangan

khasiat kacang mete

Salah satu makanan penyebab perut kembung yang perlu Anda waspadai yakni kacang-kacangan.

Kacang-kacangan mengandung karbohidrat kompleks jenis polisakarida yang sulit dicerna lambung. Bila kacang sudah diproses dan mencapai usus bagian bawah, makanan ini dipecah oleh bakteri.

Lalu, bakteri akan mengolah kacang yang sebelumnya dihaluskan dalam lambung. Proses ini menghasilkan banyak gas.

Jadi, terlalu banyak makan kacang dapat menghasilkan gas yang mungkin memicu perut kembung.

Makanan berlemak

Lemak pada makanan memang memberikan rasa kenyang yang lebih lama. Sayangnya, asupan lemak berlebihan dapat memperlambat proses pencernaan dan pengosongan lambung.

Akibatnya, perut mungkin terasa tidak nyaman karena kembung dan begah. Itu sebabnya, konsumsi makanan berlemak secukupnya saja guna menghindari hal ini.

Buah dan sayur tertentu

buah-buahan dan sayuran yang termasuk makanan untuk menghilangkan jerawat

Buah dan sayur memang sehat bagi tubuh, tetapi beberapa jenisnya bisa menjadi penyebab perut kembung.

Sebagai contoh, buah yang tinggi akan gula, pati, dan serat dapat memicu produksi gas berlebih, seperti:

  • kol,
  • brokoli,
  • wortel, dan
  • apel.

Selain itu, buah dan sayur ini mengandung gula alami, yakni sorbitol yang sulit dicerna tubuh. Konsumsi gula alami dan serat terlalu banyak dapat merangsang bakteri pencernaan untuk menghasilkan gas.

Biji-bijian

Sama halnya dengan buah dan sayuran yang disebutkan, biji-bijian mengandung serat yang tinggi. Alhasil, biji-bijian termasuk makanan yang sulit dicerna tubuh.

Inilah mengapa bakteri di dalam sistem pencernaan akan mengeluarkan gas selama mencerna biji-bijian, terutama ketika dikonsumsi dalam jumlah berlebih.

Susu dan produk olahannya

produk olahan susu

Susu sapi dan produk olahannya mengandung laktosa. Sementara itu, penyandang intoleransi laktosa bisa mengalami perut kembung setelah minum susu.

Hal ini dikarenakan kandungan laktosa pada susu dapat meningkatkan produksi gas, sehingga perut menjadi kembung dan begah.

Minuman bersoda

Terakhir, makanan yang paling sering menjadi penyebab perut kembung yakni minuman bersoda.

Soda dan minuman berkarbonasi lainnya dapat memicu penumpukan gas berlebih dalam sistem pencernaan.

Maka dari itu, Anda mungkin akan lebih sering bersendawa dan merasa kembung usai minum minuman bersoda.

3. Kebiasaan makan yang buruk

Tak hanya pilihan makanan yang dikonsumsi, kebiasaan makan setiap harinya ternyata bisa menjadi pemicu perut kembung. Apa saja?

Makan minum terlalu cepat

makan malam saat puasa

Makan dan minum dengan tergesa-gesa dapat menjadi penyebab perut kembung dan begah.

Hal ini dikarenakan kebiasaan yang satu ini membuat lebih banyak udara masuk ke dalam sistem pencernaan ketika Anda mengunyah atau berbicara.

Porsi makan terlalu banyak

Makan dalam porsi banyak memang praktis. Namun, kebiasaan ini bisa berdampak buruk bagi Anda yang berisiko mengalami kembung dan begah.

Sebagai gantinya, cobalah mengurangi porsi makan, tetapi dengan frekuensi lebih sering, seperti 4-5 kali makan dalam sehari.

4. Kondisi medis tertentu

Pada beberapa kasus, rasa kembung, begah, dan mual pada perut bisa disebabkan oleh sejumlah penyakit pencernaan. Berikut masalah pencernaan yang paling umum.

Intoleransi laktosa

gejala intoleransi laktosa

Intoleransi laktosa merupakan kondisi ketika tubuh sulit mencerna laktosa pada susu dan produk olahannya.

Masalah pencernaan ini dapat terjadi akibat tubuh tidak memproduksi enzim laktase yang dibutuhkan dalam proses pencernaan.

Bila enzim ini tidak ada, laktosa akan sulit dicerna, sehingga bisa memicu gangguan pencernaan. Selain perut kembung, intoleransi laktosa ditandai dengan diare hingga sakit perut usai minum susu.

Penyakit celiac

Para penderita penyakit celiac perlu menghindari gluten karena bisa mengaktifkan sistem imun yang nantinya menyerang jaringan usus yang sehat.

Lambat laun, masalah ini dapat merusak lapisan usus dan menghambat penyerapan zat gizi. Salah satu gejala penyakit celiac di antaranya perut kembung dan diare.

Itu sebabnya, penderita penyakit ini perlu menerapkan pola makan bebas gluten agar tidak mengalami gejala yang mengganggu tersebut.

Penyakit lainnya

Selain kedua masalah pencernaan di atas, kondisi medis lainnya yang bisa menjadi penyebab perut kembung antara lain:

  • penyakit Crohn,
  • sembelit,
  • gastroparesis,
  • anorexia nervosa,
  • sindrom iritasi usus besar (IBS), dan
  • gastroesophageal reflux disease (GERD).

5. Minum minuman beralkohol

rum adalah minuman beralkohol

Alkohol merupakan senyawa yang dapat memicu peradangan. Jadi, minum minuman beralkohol dapat menyebabkan pembengkakan di tubuh, termasuk perut.

Peradangan ini dapat diperparah dengan cairan yang sering dicampur dengan alkohol, seperti minuman manis atau soda. Alhasil, perut kembung tak dapat dihindari.

6. Stres

Dilansir dari American Psychological Association, stres bisa menjadi penyebab perut kembung. Pasalnya, stres dikaitkan dengan perubahan bakteri usus yang bisa dipengaruhi suasana hati.

Jadi, saraf usus dan bakteri bisa memengaruhi otak dan begitu pula sebaliknya.

Sebagai contoh, stres sering membuat Anda sulit menelan makanan atau meningkatkan jumlah udara yang ditelan. Hal ini bisa membuat perut kembung.

7. Penyebab lainnya

Pada kasus yang jarang perut kembung dapat disebabkan oleh masalah kesehatan serius, seperti:

  • batu empedu,
  • penyakit kandung empedu,
  • kanker perut atau usus, dan
  • penumpukan cairan di rongga perut (asites).

Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan tanyakan ke dokter terkait penyebab dan cara mengatasi perut kembung lebih lengkap.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Bloating: Causes and Prevention Tips. (n.d). John Hopkins. Retrieved 2 December 2020, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/bloating-causes-and-prevention-tips 

Mondi, R., Clearfield, H.R. (2013). Belching, Bloating, and Flatulence. American College of Gastroenterology. Retrieved 2 December 2020, from https://gi.org/topics/belching-bloating-and-flatulence/ 

Gas and gas pains. (2020). Mayo Clinic. Retrieved 2 December 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gas-and-gas-pains/symptoms-causes/syc-20372709 

Cirino, E. (2019). Why Does Alcohol Make Me Bloated?. Healthline. Retrieved 3 June 2021, from https://www.healthline.com/health/alcohol-bloating 

Stress effects on the body. (2018). American Psychological Association. Retrieved 3 June 2021, from https://www.apa.org/topics/stress/body 

Bloating. (2019). Family Doctor. Retrieved 3 June 2021, from https://familydoctor.org/condition/bloating/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri Diperbarui seminggu yang lalu
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x