Tanda-tanda Usus Anda Terlalu Panjang

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda lancar buang air besar? Ataukah malah susah dan sering mengalami sembelit dalam 3 hari terakhir? Jika iya, mungkin Anda memiliki usus besar yang lebih panjang dibandingkan dengan orang yang normal. Usus besar yang terlalu panjang ini disebut dengan usus redundant. Bagaimana cara mengetahui apakah Anda memiliki usus terlalu panjang, lebih panjang dari normal? Sebelumnya, simak dulu penjelasan berikut.

Apakah berbahaya jika memiliki usus terlalu panjang?

Pada dasarnya, usus besar berfungsi untuk mengatur kadar air di dalam sisa pencernaan makanan, serta mempersiapkan sisa makanan yang telah dicerna tersebut untuk dibuang. Menurut Cleveland Clinic, proses pencernaan hingga makanan tersebut dikeluarkan menjadi kotoran, membutuhkan waktu sekitar 36 jam. Tetapi jika Anda memiliki usus besar yang lebih panjang, mungkin membutuhkan waktu yang lebih lama dari itu.

Usus redundant adalah usus besar yang ukurannya lebih panjang dibandingkan dengan usus pada orang normal lainnya. Orang yang memiliki usus redundant biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk mengeluarkan sisa makanan, dan hal ini dapat menyebabkan konstipasi alias sembelit yang kronis. Panjang usus besar yang dimiliki oleh orang normal yaitu rata-rata 120 sampai 150 cm, sedangkan pada orang yang memiliki usus redundant, ujung ususnya terlalu panjang sehingga terkadang membuat usus semakin berliku-liku.

Lalu, bagaimana cara mengetahui jika saya memiliki usus yang terlalu panjang?

Beberapa orang mungkin saja memiliki usus besar yang lebih panjang dibandingkan dengan orang yang normal dan mereka tidak merasakan gejala apapun. Namun, bagi sebagian orang lain yang juga mempunyai usus terlalu panjang, berbagai gejala dan tanda mungkin muncul dan dirasakan, seperti perut kembung, susah buang air besar, sembelit, serta tinja kering dan keras.

Jika hal tersebut tidak segera ditangani, maka gejala-gejala tersebut akan menimbulkan masalah lain bagi kesehatan, yaitu wasir dan prolaps rektum atau kondisi di mana rektum keluar dari anus. Tidak hanya itu, orang yang mempunyai usus redundant cenderung berisiko mengalami gangguan pada usus besarnya, seperti terpilinnya usus (volvulus kolon) yang kemudian menyebabkan sisa makanan tidak bisa dikeluarkan dan hanya bisa dikeluarkan dengan cara operasi atau obstruksi kolon. 

Terkadang, ada yang memiliki jenis usus redundant yang bagian panjangnya terdapat pada bagian sigmoid, yaitu bagian paling bawah yang paling dekat dengan rektum. Jika terlalu panjang dan berliku pada bagian sigmoid, maka gejala yang akan timbul yaitu:

  • Mual
  • Muntah
  • Nyeri perut bagian bawah
  • Perut buncit
  • Susah buang air besar

Apa yang menyebabkan usus besar memiliki panjang yang berlebihan?

Usus redundant terjadi akibat keturunan serta genetik. Ketika Anda memiliki anggota keluarga yang memiliki usus redundant, maka Anda berisiko untuk memilikinya juga. Sampai saat ini bahkan untuk sebagian orang yang mempunyai usus redundant, belum diketahui apa penyebabnya.

Apakah usus besar yang terlalu panjang perlu diperiksakan ke dokter?

Tidak banyak orang yang tahu bahwa dirinya mempunyai usus besar yang terlalu panjang dan berliku. Sebenarnya hal ini tidak berbahaya, namun, periksakan diri ke dokter jika suatu saat Anda mengalami gejala yang cukup parah seperti:

  • Rasa nyeri yang sangat parah pada bagian bawah perut
  • Tidak BAB dalam tiga hari berturut-turut
  • Memuntahkan cairan berwarna cokelat

Bagaimana cara mengatasi usus terlalu panjang?

Usus redundant sebenarnya tidak perlu penanganan medis yang khusus, selama tidak menimbulkan masalah kesehatan yang parah. Namun jika mengalami masalah pencernaan yang cukup parah, misalnya tidak bisa BAB hingga berhari-hari, mungkin saja anjuran yang diberikan untuk Anda adalah melakukan operasi secepat mungkin.

Bagaimana cara mencegah masalah yang mungkin timbul akibat usus terlalu panjang?

Orang yang memiliki jenis usus redundant memerlukan waktu yang lama untuk mengeluarkan sisa makanan yang telah dicerna. Sisa makanan tersebut akan bergerak lebih lama dibandingkan pada usus yang normal dan hal ini menyebabkan orang tersebut mengalami sembelit yang cukup sering. Oleh karena itu, berikut adalah sara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah sembelit terjadi:

  • Mengonsumsi lebih banyak sumber serat, seperti sayur, buah, dan gandum. Makanan seperti ini akan membantu melancarkan pencernaan sehingga sisa makanan cepat dikeluarkan oleh usus. Setidaknya mengonsumsi makanan yang berserat tinggi sebanyak 20 hingga 25 gram – jika kebutuhan kalori Anda dalam sehari sebesar 2000 kalori.
  • Minumlah banyak air putih. Air juga bisa membuat sisa makanan yang ada di usus menjadi lebih lembut dan lunak, sehingga memudahkan sisa makanan bergerak melewati rektum dan anus.

BACA JUGA

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Baru Pakai Skincare Antiaging Usia 50 Tahun ke Atas, Bermanfaatkah?

Produk skincare antiaging fungsinya adalah mencegah penuaan dini. Namun, kalau baru pakai antiaging di usia 50 tahun ke atas, apa hasilnya akan sama?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Lansia, Gizi Lansia 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

3 Manfaat yang Bisa Didapat dari Minum Kopi Sebelum Olahraga

Suka olahraga di pagi hari dan harus minum kopi dulu biar segar? Penelitian membuktikan kalau minum kopi sebelum olahraga ternyata baik buat tubuh, lho!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Gizi Olahraga, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Pilihan Pengobatan untuk Atasi Tipes

Gejala tipes umumnya dapat diobati di rumah. Selain minum obat dari dokter, apa saja cara mengobati tipes lainnya di rumah?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Infeksi, Demam Tifoid (Tifus) 20 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Mengurangi Bau Badan

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
tips lari untuk penderita rematik

6 Kesalahan Saat Olahraga Lari yang Wajib Dihindari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
olahraga malam hari

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
sakit kepala setelah makan

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit