home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Steatorrhea

Definisi steatorrhea|Tanda dan gejala|Penyebab|Diagnosis|Obat dan pengobatan|Pengobatan di rumah
Steatorrhea

Definisi steatorrhea

Steatorrhea adalah kondisi ketika feses mengandung terlalu banyak lemak. Orang yang mengalami kondisi ini memiliki feses yang bervolume, tapi teksturnya terlalu lunak serta mengandung gumpalan lemak atau minyak yang tampak jelas.

Kelebihan lemak pada feses umumnya tidak berbahaya. Anda bisa saja mengalaminya setelah makan makanan tinggi serat, lemak, atau kalsium oksalat. Pola makan yang banyak kandungan serat tak larut biasanya menjadi penyebab kondisi ini.

Gejala yang Anda alami kemungkinan akan hilang dalam beberapa hari. Meski begitu, steatorrhea yang berlangsung dalam jangka panjang bisa menjadi tanda dari penyakit usus, kekurangan enzim, atau sindrom malabsorpsi (gangguan penyerapan zat gizi).

Kondisi ini bisa diatasi dengan perubahan gaya hidup dan konsumsi suplemen. Namun, kelebihan feses pada lemak yang disebabkan oleh gangguan medis tertentu umumnya perlu diatasi dengan konsumsi obat-obatan.

Tanda dan gejala

Steatorrhea dalam tingkat ringan dapat menimbulkan gejala sebagai berikut.

  • Feses berbusa atau mengandung lendir.
  • Feses berbau menyengat.
  • Diare atau perubahan tekstur feses menjadi lebih encer.
  • Perubahan warna feses menjadi cokelat muda, hijau, kuning, atau jingga.
  • Feses mengapung dan sulit disiram.
  • Muncul rasa nyeri, panas, atau tidak nyaman pada ulu hati (heartburn).
  • Sakit perut, kram, atau kembung.
  • Badan mudah lelah.

Steatorrhea yang berlangsung dalam jangka panjang dapat bertambah parah hingga menyebabkan malnutrisi atau dehidrasi. Pada kondisi seperti ini, gejala yang muncul antara lain:

  • kelelahan parah,
  • nyeri atau lemah otot,
  • berat badan turun,
  • demam,
  • anemia,
  • penyakit kulit,
  • gangguan penglihatan,
  • gangguan saraf, dan
  • osteoporosis.

Penyebab

Kelebihan lemak pada feses yang tidak terkait penyakit biasanya disebabkan oleh pola makan tinggi lemak. Makanan yang umum menyebabkan kondisi ini antara lain:

  • ikan berlemak,
  • kacang-kacangan,
  • alkohol yang berlebihan,
  • minyak esensial, dan
  • produk-produk gandum utuh.

Namun, steatorrhea juga bisa disebabkan oleh sejumlah penyakit. Kondisi ini biasanya menandakan adanya gangguan pada sistem pencernaan. Tubuh Anda mungkin tidak dapat mencerna atau menyerap lemak dari makanan seperti seharusnya.

Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan steatorrhea, tapi yang paling umum yaitu fibrosis kistik. Penyakit genetik ini membuat tubuh penderitanya memproduksi lendir kental yang dapat menyumbat paru-paru dan pankreas.

Pada beberapa kasus, kelebihan lemak pada feses bisa disebabkan oleh peradangan pankreas dalam jangka panjang (pankreatitis kronis). Gangguan pada kelenjar ini akan berpengaruh terhadap pencernaan lemak, protein, dan karbohidrat dalam usus halus.

Diagnosis

Anda sebaiknya segera menghubungi dokter bila feses Anda tampak keabuan, pucat, mengapung, atau berbau menyengat. Dokter akan mendiagnosis dengan mengamati gejala serta riwayat kesehatan Anda, khususnya jika ada tanda-tanda malabsorpsi.

Setelah itu, dokter dapat melakukan diagnosis lanjutan seperti pemeriksaan feses dan yang lainnya sebagai berikut.

  • Pemeriksaan feses kualitatif untuk mengetahui banyaknya gumpalan lemak pada sampel feses. Feses yang normal seharusnya tidak mengandung lebih dari 50 gumpalan lemak netral.
  • Pemeriksaan feses kuantitatif terhadap sampel feses yang dikumpulkan selama 2 – 4 hari. Feses yang normal mengandung lemak tidak lebih dari 20%.
  • Tes D-xylose untuk mengetahui kemampuan usus dalam menyerap gula yang disebut D-xylose.
  • Pemeriksaan lainnya tergantung penyakit yang dicurigai.

Obat dan pengobatan

Pengobatan steatorrhea tergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya. Kasus yang ringan biasanya dapat diatasi dengan pengobatan rumahan dan perubahan gaya hidup, termasuk menghindari makanan pemicunya.

Jika kondisi Anda berkaitan dengan intoleransi laktosa, Anda perlu menghindari produk susu atau membatasi konsumsinya. Sementara pada penderita penyakit celiac, bahan makanan yang perlu dihindari yaitu segala jenis sumber gluten.

Pada penderita pankreatitis dan fibrosis kistik, penanganan terdiri atas perubahan gaya hidup dan pengobatan medis. Anda harus mengonsumsi obat-obatan dan menghindari pantangan makan sesuai anjuran dokter.

Pengobatan di rumah

Di bawah ini berbagai pengobatan rumahan dan perubahan gaya hidup yang bisa membantu mengatasi kondisi Anda.

  • Memenuhi kebutuhan air setiap hari.
  • Mengurangi asupan lemak, serat, dan kalsium oksalat.
  • Mengonsumsi suplemen jenis vitamin A, D, E, dan K sesuai anjuran dokter.
  • Menambah asupan vitamin B12, zat besi, magnesium, dan kalsium sesuai anjuran dokter.
  • Menghindari kebiasaan merokok dan minum alkohol.
  • Mengonsumsi obat diare, asam lambung, antikembung, dan sejenisnya sesuai anjuran dokter.

Steatorrhea merupakan kondisi ketika feses mengandung terlalu banyak lemak. Apabila Anda mengalami gejalanya, segera periksakan diri Anda ke dokter untuk mendapatkan solusi yang tepat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari Diperbarui 13/08/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro