Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Normalkah Jika Feses Anak Berwarna Pucat Keabu-abuan?

Normalkah Jika Feses Anak Berwarna Pucat Keabu-abuan?

Bayi dan anak Anda yang masih batita pasti membutuhkan bantuan Anda untuk mengganti popoknya. Bila saat mengganti popok dan mendapati feses anak berwarna abu-abu, Anda pasti khawatir. Sebenarnya, normalkah perubahan warna feses ini pada anak? Yuk, cari tahu jawabannya berikut ini.

Normalkah feses anak jika berwarna abu-abu pucat?

Feses bayi bisa menjadi warna kuning, hijau, cokelat, hitam, merah, bahkan putih keabuan. Pada bayi yang hanya minum ASI, fesesnya cenderung berwarna kuning cerah.

Setelah ia mulai mengonsumsi berbagai makanan, warna feses akan berubah menjadi lebih gelap. Namun, makanan juga bisa merubah warna feses menjadi hijau dan cokelat. Ini umumnya terjadi jika anak banyak mengonsumsi sayuran hijau atau buah anggur.

Namun, feses berwarna merah juga bisa menandakan adanya darah di feses. Kondisi ini tentu bisa menjadi salah satu tanda adanya kondisi medis tertentu. Lantas, bila feses anak berwarna keabuan, haruskah Anda khawatir?

Dikutip dari John Hopkin Children’s Hospital, sangat jarang bayi atau anak-anak mengeluarkan feses yang berwarna putih, keabuan, atau kuning pucat. Pasalnya, dalam beberapa minggu pertama kehidupan, bayi akan memiliki warna feses kuning cerah atau kecokelatan.

Sementara laman Seattle Children’s Hospital, menyebutkan bahwa feses anak yang berwarna abu-abu atau putih cenderung dimiliki anak yang hanya minum susu. Ini juga bisa terjadi jika anak menggunakan obat-obatan, seperti aluminium hidroksida (antasida) atau barium sulfat.

Tidak hanya itu, feses berwarna pucat ini juga bisa menandakan bahwa anak memiliki kerusakan atau penyumbatan pada organ hati atau saluran empedu.

Beberapa masalah hati dan empedu yang menyebabkan feses keabuan pada anak, di antaranya:

  • Mengalami hepatitis A, B, dan C
  • Memiliki penyakit autoimun yang menyerang fungsi hati dan kanker hati
  • Atresia bilier, yakni penyumbatan dan pembengkakan kantong empedu saat masih di dalam kandungan
  • Cholestasis, yaitu berkurangnya aliran empedu yang mengakibatnya bilirubin masuk ke aliran darah dan menyebabkan jaundice. Kondisi ini bisa terjadi akibat atresia bilier yang tidak diobati.

Kapan harus ke dokter?

obat sembelit untuk bayi

Bila feses anak berubah jadi keabuan, jangan dulu panik. Rasa panik bisa membuat Anda semakin cemas. Selain feses yang berubah pucat, terdapat beberapa tanda lain yang mengharuskan Anda segera membawa si kecil ke dokter, antara lain:

1. Lamanya warna feses bertahan

Bawalah anak Anda ke dokter apabila kotoran yang berwarna pucat, kuning pucat, abu-abu, atau putih terjadi sebanyak 2 kali atau lebih dalam satu hari.

Jika anak Anda baru satu kali buang air besar dengan feses keabuan pada hari itu, perhatikan warna fesesnya di hari selanjutnya. Bila sudah melewati 24 jam, feses masih saja berwarna pucat, segera ke dokter.

2. Perhatikan gejala lain yang menyertai

Berubahnya feses anak menjadi abu-abu karena masalah hati dan empedu, biasanya disertai gejala lain, seperti:

  • Mual dan muntah
  • Bayi terlihat lesu padahal biasanya terlihat aktif
  • Bayi mengalami pembengkakan di pergelangan kaki dan tangan

Selain pemeriksaan fisik, dokter akan meminta anak untuk menjalani beberapa tes kesehatan seperti tes darah, tes pencitraan, dan biopsi pada hati.

Yang terpenting, jangan dulu panik, karena panik akan membuat Anda semakin cemas dan sulit untuk berpikir jernih.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Seattle Children Hospital. Stools Unusual Color. . Accessed on July 5th, 2019.

John Hopkins Children’s Center. What can your child’s poop color tell you?. Accessed on July 5th, 2019.

Debra Rose Wilson, PhD. Medical News Today. Pale stool: Causes and treatments. Accessed on July 5th, 2019.

MSD Manual Consumer Version. Cholestasis in the Newborn. Accessed on July 5th, 2019.

Foto Penulis
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 21/07/2020
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x