Penyebab Susah Sendawa dan 6 Cara Mengatasinya

    Penyebab Susah Sendawa dan 6 Cara Mengatasinya

    Bersendawa adalah salah satu cara yang paling sederhana untuk meredakan perut kembung. Akan tetapi, beberapa orang merasa susah sendawa. Bagaimana cara mengatasinya?

    Penyebab susah sendawa

    Bersendawa bertujuan mengeluarkan gas dari saluran pencernaan ke mulut. Gas yang keluar ini adalah campuran oksigen dan nitrogen.

    Penyebab orang susah sendawa adalah masalah pada katup di kerongkongan atau sfingter esofagus. Katup ini dapat membuka kerongkongan untuk meneruskan makanan dari tenggorokan ke saluran cerna.

    Ketika bersendawa, normalnya otot sfingter ini perlu mengendur beberapa saat agar udara keluar lewat mulut.

    Namun, katup sfingter yang tidak bisa melemas dan selalu berkontraksi menyebabkan susah sendawa. Kondisi ini disebut juga retrograde cricopharyngeal dysfunction.

    Apa yang terjadi bila susah sendawa?

    sering sendawa berlebihan

    Menurut riset yang terbit pada jurnal OTO Open, saat kesulitan sendawa, perut terasa kembung, membesar, hingga terasa sakit hingga ke bagian dada.

    Kesulitan bersendawa berkaitan dengan proses fermentasi bakteri (mikrobiom) di dalam usus selama mencerna makanan. Proses ini menghasilkan gas di dalam tubuh.

    Selain itu, saat makan dan minum, mulut pun terbuka dan udara bisa masuk dan memenuhi saluran pencernaan.

    Karena udara menumpuk di dalam saluran pencernaan, tubuh pun harus mengeluarkan gas berlebih guna mencegah kekembungan. Gas lalu dikeluarkan melalui mulut dengan bersendawa.

    Meski terlihat sepele, susah sendawa nyatanya membuat orang merasa tersiksa. Rasanya seperti ada gelembung udara di sekitar kerongkongan yang tidak hilang-hilang.

    Ini cukup mengganggu dan menyakitkan. Tak hanya itu, gangguan pada otot sfingter ini juga meningkatkan risiko mual, tapi sulit muntah.

    Cara memicu sendawa

    Jika sulit sendawa, Anda bisa memicu udara agar keluar dari mulut dengan cara-cara berikut.

    1. Konsumsi minuman bersoda

    Minum minuman soda membantu Anda bersendawa. Menurut studi terbitan jurnal Nutrition, Metabolism & Cardiovascular Diseases, karbondioksida pada minuman berkarbonasi membantu mengurangi tekanan pada sfingter esofagus.

    Dengan begitu, otot sfingter esofagus lebih kendur sehingga udara lebih mudah keluar dari dalam perut.

    Untuk mendorong udara keluar lebih cepat, minumlah soda menggunakan melalui sedotan. Sedotan menaikkan jumlah udara yang masuk ke perut.

    Hal ini akan meningkatkan tekanan sehingga gas lebih mudah keluar dan bisa bersendawa. Agar lebih sehat, pilihlah minuman karbonasi tanpa gula.

    2. Konsumsi makanan kaya serat

    Serat tidak dapat dicerna di dalam tubuh. Zat gizi ini hanya larut dalam air dan melewati usus. Pada tahapan ini, bakteri usus akan memfermentasi serat sehingga menghasilkan gas.

    Gas mampu mendorong udara yang tertahan menuju mulut. Untuk itu, bila susah sendawa, sebaiknya Anda mengonsumsi makanan kaya serat, seperti:

    • apel,
    • pir,
    • seledri,
    • bawang bombay,
    • pisang,
    • wortel, dan
    • gandum utuh.

    3. Bergerak

    Gerakan tubuh bisa memberi tekanan gas di perut dan mendorongnya ke atas sehingga Anda bisa sendawa. Gerakan ini terbukti mampu membuat otot perut Anda mengencang.

    Dengan begitu, tekanan gas yang terperangkap di dalam perut bisa lebih mudah keluar.

    Anda bise melakukan beberapa gerakan berikut jika susah sendawa.

    • Jika sedang duduk, cepat berdiri. Sebaliknya, kalau sedang berdiri, cobalah bergerak cepat untuk duduk. Anda juga bisa melakukan gerakan berbaring dan berdiri dengan cepat.
    • Selain gerakan tersebut Anda juga bisa berjalan, joging, melompat-lompat untuk mendorong udara keluar dari perut
    • Berbaring tengkurap, tekuk lutut di depan dada, regangkan tangan lurus ke depan sejauh mungkin. Selama itu, jaga posisi kepala dan tenggorokan lurus.

    4. Atur cara bernapas

    Cara bernapas juga memengaruhi kondisi sendawa. Ketika Anda susah sendawa, ini yang harus Anda lakukan.

    • Bernapaslah sambil duduk tegak.
    • Masukkan udara ke tenggorokan dengan mengisap udara melalui mulut sampai Anda merasakan gelembung udara pada tenggorokkan Anda.
    • Kemudian buang napas melalui mulut dengan cara tutup bagian mulut atas dengan lidah Anda agar jalur udara yang keluar lebih sempit. Lakukan berulang.

    5. Konsumsi antasida

    Mengonsumsi obat antasida mampu mengatasi susah sendawa. Antasida mengandung natrium bikarbonat yang berguna untuk mengurangi sensasi perut terbakar akibat asam lambung naik.

    Namun, bila terkena asam lambung, senyawa ini akan bereaksi dan menghasilkan gas karbondioksida di dalam perut. Tekanan gas di dalam perut pun meningkat sehingga lebih mudah bersendawa.

    Meski begitu, bila menggunakan antasida untuk mengatasi susah sendawa, sebaiknya konsultasikan kepada dokter terlebih dulu. Hindari mengonsumsi antasida secara jangka panjang.

    6. Suntik botoks

    Bila belum menunjukkan hasil dan sangat mengganggu sejak lama, dokter mungkin akan merekomendasikan suntik botoks.

    Dokter akan menyuntik botoks di sfingter esofagus, tepatnya pada bagian bawah atau otot kirikofaringeal.

    Menurut riset lainnya dari jurnal OTO Open, botoks efektif mengendurkan otot sfingter esofagus Anda. Umumnya, efek suntik botoks ini bertahan kira-kira 3 bulan.

    Akan tetapi, beberapa orang merasakan efeknya bisa awet hingga lebih dari 6 bulan. Untuk itu, Anda akan mendapatkan penyuntikan botoks ini secara rutin setiap 3–6 bulan sekali.

    Apa bersendawa saja cukup mengatasi perut kembung?

    diare dan flu perut

    Perut terasa bergas adalah kondisi yang biasanya hilang dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Bersendawa hanya akan membuat Anda nyaman sementara saja.

    Biasanya perut kembung akan membaik dengan sendirinya. Namun, jika tak kunjung membaik, apalagi setelah Anda bersendawa, sebaiknya segera periksa ke dokter.

    Selain itu, segera temui dokter jika Anda mengalami perut kembung serta:

    • diare,
    • sakit perut jangka panjang,
    • ada darah pada feses,
    • perubahan warna feses,
    • penurunan berat badan tanpa penyebab jelas,
    • rasa sakit pada dada, dan
    • mual dan muntah terus berulang.

    Susah sendawa terbukti mengganggu aktivitas harian Anda. Selain membuat tubuh tidak nyaman, kondisi ini bisa menimbulkan rasa sakit bila dibiarkan begitu saja.

    Jika Anda kesulitan sendawa dan mengalami gejala di atas, bisa jadi ada gangguan pencernaan tertentu, bukan hanya perut kembung saja. Segera temui dokter untuk mendapatkan perawatan.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Greenhill, C. (2011). Baclofen effective for rumination and supragastric belching in a pilot study. Nature Reviews Gastroenterology & Hepatology, 9(1), 3-3. doi: 10.1038/nrgastro.2011.240

    Ghanavatian, S., & Derian, A. (2021). Baclofen. Statpearls Publishing. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK526037/

    Hasler, W. L. (2006). Gas and bloating. Gastroenterology & hepatology, 2(9), 654.

    Hoesli, R., Wingo, M., & Bastian, R. (2020). The Long-term Efficacy of Botulinum Toxin Injection to Treat Retrograde Cricopharyngeus Dysfunction. OTO Open, 4(2), 2473974X2093834. doi: 10.1177/2473974×20938342

    Bastian, R., & Smithson, M. (2019). Inability to Belch and Associated Symptoms Due to Retrograde Cricopharyngeus Dysfunction: Diagnosis and Treatment. OTO Open, 3(1), 2473974X1983455. doi: 10.1177/2473974×19834553

    Karagama, Y. (2021). Abelchia: inability to belch/burp—a new disorder? Retrograde cricopharyngeal dysfunction (RCPD). European Archives Of Oto-Rhino-Laryngology, 278(12), 5087-5091. doi: 10.1007/s00405-021-06790-w

    Antacids – IFFGD. (2021). Retrieved 30 November 2021, from https://iffgd.org/manage-your-health/diet-and-treatments/antacids/

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari Diperbarui Dec 09, 2021
    Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro