Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Hernia pada Wanita, Seperti Apa Gejala dan Penanganannya?

Hernia pada Wanita, Seperti Apa Gejala dan Penanganannya?

Istilah turun berok mungkin tidak asing di telinga Anda. Dalam dunia medis, istilah ini dikenal dengan sebutan hernia. Hernia umum terjadi pada pria, tapi apakah wanita tidak berisiko sama sekali mengalaminya? Cari tahu jawabannya dalam ulasan berikut.

Bisakah hernia terjadi pada wanita?

Perut ditutupi lapisan otot dan jaringan kuat yang melindungi organ vital di dalamnya sekaligus membantu Anda bergerak.

Pada lapisan otot tersebut, ada celah yang memungkinkan organ atau jaringan menonjol. Akibatnya, akan timbul tonjolan di dalam kulit. Kondisi inilah yang Anda kenal sebagai turun berok alias hernia.

Penyakit hernia inguinalis atau hernia selangkangan sangat umum terjadi pada pria. Akan tetapi, ada pula jenis hernia lain yang lebih sering menyerang wanita.

Hernia femoralis lebih sering terjadi pada wanita daripada pada pria. Kondisi ini terjadi ketika sebagian usus menembus area yang melemah di otot paha atas, tepat di bawah selangkangan.

Jenis penyakit pada sistem pencernaan ini umum terjadi pada wanita karena ada hubungannya dengan bentuk panggul yang mendukung proses persalinan.

Ada juga hernia umbilikalis, yakni ketika jaringan atau organ yang melapisi perut menonjol ke area pusar.

“Wanita diketahui lebih umum mengalami penyakit ini karena kehamilan. Namun seiring bertambahnya usia, risiko penyakit ini pada wanita dan pria cenderung sama,” ujar Stephen Ganshirt, dokter bedah di Northwestern Lake Forest Hospital, Illinois, kepada tim Everyday Health.

Kemudian ada pula hernia hiatus yang terjadi ketika perut menonjol ke rongga dada melalui lubang di diafragma.

Wanita berada pada risiko yang sedikit lebih tinggi seiring bertambahnya usia, terutama jika mereka mengalami obesitas.

Kenali tanda dan gejala hernia pada wanita

gangguan motilitas usus

Setiap orang bisa menunjukkan gejala yang berbeda, tergantung dengan jenis hernia yang dimiliki. Bahkan, ada juga yang mengalami gejala yang tidak disebutkan di bawah ini.

Hernia fermoralis

Pada hernia jenis ini, Anda mungkin melihat tonjolan di paha atas, tepat di bawah selangkangan.

Kebanyakan hernia femoralis pada wanita tidak menimbulkan gejala. Namun, ada pula yang mengeluhkan rasa tidak nyaman di selangkangan.

Gejala ini umumnya semakin memburuk ketika Anda berdiri atau mengangkat benda berat. Terkadang, gejala pertamanya ditunjukkan dengan:

  • sakit pada selangkangan yang tiba-tiba,
  • sakit perut, serta
  • mual dan muntah.

Hernia umbilikalis

Tipe hernia ini menimbulkan pembengkakan atau tonjolan lunak di dekat pusar.

Pada bayi yang menderita hernia umbilikalis, tonjolan tersebut mungkin hanya terlihat saat mereka menangis, batuk, atau mengejan.

Jenis hernia pada anak-anak biasanya tidak menimbulkan rasa sakit. Namun jika terjadi saat dewasa, gejala yang umum adalah sakit perut.

Hernia hiatal

Kebanyakan hernia hiatal tidak menimbulkan tanda atau gejala. Akan tetapi, pada kasus yang lebih parah, penyakit ini bisa menimbulkan gejala di bawah ini.

  • Maag.
  • Kesulitan menelan.
  • Heartburn.
  • Regurgitasi makanan atau cairan ke dalam mulut.
  • Sesak napas.
  • Cepat kenyang saat makan.
  • Muntah darah atau BAB berwarna hitam, yang mungkin menandakan perdarahan pada sistem pencernaan.

Berbagai penyebab hernia pada wanita

Hernia hiatal terjadi ketika jaringan otot yang melemah memungkinkan perut Anda menonjol melalui diafragma.

Kadang penyebabnya tidak selalu jelas, tetapi beberapa kemungkinan dipicu oleh faktor berikut.

  • Perubahan terkait usia pada diafragma.
  • Cedera pada area perut, misalnya setelah trauma atau jenis operasi tertentu.
  • Tekanan terus-menerus dan intens pada otot-otot di sekitarnya, seperti saat batuk, muntah, mengejan saat buang air besar, berolahraga atau mengangkat benda berat.

Pada kasus bayi dengan hernia umbilikalis, tali pusat melewati lubang kecil di otot perut bayi. Pembukaan biasanya menutup setelah lahir.

Jika otot tidak menyatu sepenuhnya di garis tengah dinding perut, hernia umbilikalis dapat muncul saat lahir atau di kemudian hari.

Pada wanita dewasa, terlalu banyak tekanan perut menjadi faktor risiko dari jenis hernia ini. Adanya peningkatan tekanan di perut bisa disebabkan oleh beberapa hal berikut ini.

  • Obesitas.
  • Kehamilan anak kembar.
  • Adanya cairan di rongga perut yang berlebihan.
  • Menjalani operasi perut sebelumnya.
  • Dialisis peritoneal jangka panjang untuk mengobati gagal ginjal.

Sementara untuk hernia femoralis, faktor yang jadi pemicunya adalah tekanan berlebihan di perut akibat:

  • kegemukan,
  • mengejan,
  • angkat berat,
  • sembelit, dan
  • batuk kronis.

Cara mengobati hernia pada wanita

Mengobati hernia akan disesuaikan dengan gejala dan tingkat keparahan yang dialami. Berikut ini adalah cara untuk mengobati hernia.

Minum obat-obatan

Jika Anda mengalami gejala yang berhubungan dengan refluks asam lambung atau maag, dokter akan meresepkan beberapa obat seperti berikut.

  • Antasida yang menetralkan asam lambung sehingga dapat membantu meredakan gejala maag.
  • Obat penghambat reseptor H2 yang dapat menghambat produksi asam lambung agar tidak berlebihan.
  • Obat penghambat pompa proton yang bekerja untuk penghambat asam lambung yang lebih kuat daripada penghambat reseptor H2 dan mempercepat kerongkongan yang rusak untuk sembuh.

Operasi

Terkadang hernia pada wanita memerlukan pembedahan ketika obat yang di atas tidak lagi ampuh menangani gejala, atau ketika sudah menyebabkan komplikasi.

Pembedahan dilakukan dengan membuat sayatan di area yang bermasalah. Kemudian, jaringan yang menonjol akan ditarik dan posisikan ke lokasi yang benar.

Anda mungkin perlu menjalani opname, hingga kondisi membaik. Luka bekas operasi harus rajin dibersihkan, diobati, dan diganti perbannya.

Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadi infeksi bakteri. Selama proses pemulihan, Anda mungkin diminta untuk menjalani pemeriksaan rutin.

Itulah ulasan mengenai hernia yang terjadi pada wanita. Jadi, jika Anda mengalami gejala yang disebutkan, terutama munculnya benjolan di sekitar perut dan paha atas, segera periksa ke dokter.

Verifying...

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Goethals A, Azmat CE, Adams CT. Femoral Hernia. [Updated 2021 Nov 11]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2022 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK535449/

Femoral hernia. Mount Sinai Health System. (n.d.). Retrieved April 8, 2022, from https://www.mountsinai.org/health-library/diseases-conditions/femoral-hernia

Colino, S., Phillips, Q., Schipani, D., Tricarico, E., & Dyckman, R. (n.d.). The differences between hernias in men versus women. EverydayHealth.com. Retrieved April 8, 2022, from https://www.everydayhealth.com/hernia/symptoms/differences-between-hernias-men-versus-women/

Mayo Foundation for Medical Education and Research. (2022, March 5). Umbilical hernia. Mayo Clinic. Retrieved April 8, 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/umbilical-hernia/symptoms-causes/syc-20378685

Mayo Foundation for Medical Education and Research. (2021, February 23). Hiatal hernia. Mayo Clinic. Retrieved April 8, 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hiatal-hernia/symptoms-causes/syc-20373379

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 4 weeks ago
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro