Transplantasi Pankreas dan Pankreas Buatan, Harapan Baru Pengobatan Diabetes

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 30 November 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Diabetes melitus merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Meski begitu, penyakit diabetes tipe ini masih bisa dikendalikan. Penderita diabetes tipe 1 tetap bisa hidup sehat, tapi sangat bergantung dengan terapi insulin akibat kerusakan sel-sel penghasil insulin di pankreas. Namun, transplantasi pankreas dan pankreas buatan disebut menjadi harapan baru dalam pengobatan diabetes tipe 1.

Dalam kondisi apa penderita diabetes perlu melakukan transplantasi pankreas atau pankreas buatan? Simak penjelasan lebih lengkapnya berikut ini.

Kerusakan pankreas pada diabetes melitus tipe 1

Insulin diproduksi oleh tubuh di pankreas (sel beta). Tingginya kadar gula darah pada kondisi diabetes tipe 1 disebabkan oleh kerusakan pankreas. Padahal, hormon insulin memiliki peranan penting dalam proses metabolisme atau produksi dan pembakaran energi di dalam tubuh.

Umumnya, setelah makan, pankreas akan melepaskan insulin ke dalam aliran darah. Insulin membantu mengubah gula dalam darah (glukosa) menjadi energi. Insulin juga membantu organ dan jaringan lain seperti hati, otot, dan sel-sel lemak untuk mengambil kelebihan glukosa dan menyimpannya sebagai cadangan energi.

Pada diabetes tipe 1, kondisi autoimun menyebabkan kerusakan pada sel beta pankreas yang menghasilkan insulin. Akibatnya, pankreas tidak dapat memproduksi insulin secara optimal. Ketika semua sel beta rusak, produksi insulin bisa benar-benar terhenti.

Tanpa hormon insulin, glukosa bisa menumpuk dalam darah dan menyebabkan hiperglikemia. Kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan terganggunya metabolisme tubuh sehingga memunculkan berbagai gejala diabetes seperti kelelahan kronis, sering buang air kecil, dan luka yang sulit sembuh.

Waspadai, Tanda dan Gejala Diabetes Tipe 1 yang Muncul pada Anak

Jika tidak ditangani dengan tepat, gangguan metabolisme dapat mengarah pada komplikasi diabetes, seperti neuropati diabetik (gangguan saraf) dan gastropati diabetik (gangguan pencernaan).

Oleh karena itu, pengobatan diabetes tipe 1 tidak dapat lepas dari terapi insulin. Namun sejalan dengan perkembangan teknologi kesehatan, ditemukan bentuk pengobatan lain yang membuat penderita diabetes tipe 1 tidak lagi harus bergantung dengan penggunaan insulin secara manual.

Transplantasi pankreas dan pankreas buatan merupakan prosedur pengobatan diabetes, khususnya untuk tipe 1, yang juga dapat dilakukan untuk mengendalikan kadar gula darah. Sekalipun menjadi alternatif yang direkomendasikan, tak semua pasien diabetes tipe 1 dapat langsung melakukan transplantasi pankreas atau memasang sistem pankreas buatan.

Transplantasi pankreas untuk diabetes

Operasi transplantasi pankreas

Dalam studi American Diabetes Association, prosedur transplantasi atau pencangkokkan pankreas menjadi pengobatan yang direkomendasikan bagi penderita diabetes tipe 1. Meski memberikan hasil positif bagi diabetes tipe 1, prosedur ini tidak umum dilakukan pada pasien dengan diabetes tipe 2.

Transplantasi pankreas dapat meningkatkan kualitas hidup penderita diabetes dengan lebih baik. Pun demikian, pasien diabetes tipe 1 biasanya tidak serta-merta dapat langsung melakukan prosedur ini. Hal ini karena risiko operasi juga membawa risiko kesehatan. 

Transplantasi pankreas akan dianjurkan ketika kondisi diabetes tidak bisa lagi diatasi dengan terapi insulin, konsumsi obat-obatan, dan perubahan gaya hidup yang lebih sehat. Kondisi tersebut bisa disebabkan karena kerusakan pankreas yang parah atau adanya komplikasi.

Proses transplantasi pankreas dilakukan dengan mengganti pankreas yang rusak dengan pankreas sehat dari pendonor.

Untuk melakukan prosedur transplantasi pankreas, diperlukan beberapa  pemeriksaan terlebih dahulu. Salah satunya adalah uji kecocokan antara organ pendonor dengan tubuh si penerima donor. Jika hasil tes menunjukkan banyak kesesuaian, transplantasi pankreas akan memiliki risiko penolakan yang lebih kecil.

Transplantasi pankreas untuk pengobatan diabetes tipe 1 biasanya akan dilakukan apabila disertai dengan komplikasi pada ginjal. Dengan begitu, pasien akan langsung menjalani dua proses tranplantasi sekaligus, yaitu pankreas dan ginjal.

Namun demikian, terdapat beberapa kelompok orang yang tidak dapat menjalani transplantasi pankreas, yaitu:

  • Orang dengan besitas
  • Pasien HIV/AIDS
  • Memiliki riwayat kanker
  • Mengonsumsi alkohol serta rokok

Sistem pankreas buatan untuk pengobatan diabetes tipe 1

Pankreas buatan untuk diabetes

Berbeda dari transplantasi, pemasangan pankreas buatan tidak melibatkan donor organ alami.

Pankreas buatan tidak berbentuk seperti pankreas asli. Pankreas buatan di sini adalah sebuah perangkat yang merupakan sistem eksternal.

Pankreas buatan ini menjalankan dua fungsi sekaligus, yakni memantai kadar gula darah (glukosa) dan memompa insulin secara terus-menerus.

Terdapat tiga komponen dalam sistem pankreas buatan.

  1. Sistem pemantauan glukosa berkelanjutan/Continuous Glucose Monitoring (CGM)
    Alat ini berfungsi memantau kadar glukosa melalui sensor di bawah kulit. CGM nantinya akan mengirimkan hasilnya ke monitor nirkabel.Orang yang menggunakan CGM harus memeriksa monitor untuk mengetahui apakah kadar glukosa mereka terlalu tinggi atau terlalu rendah. Mereka juga dapat mengatur alat tersebut sehingga memberikan tanda apabila kadar glukosa dalam tubuh terlalu tinggi.
  2. Pompa insulin, yang dipasang di tubuh agar dapat melepaskan insulin secara otomatis tanpa Anda harus menyuntikkannya sendiri
  3. Komponen teknologi yang menghubungkan CGM dan pompa insulin agar bisa berkoordinasi.

Bagaimana sistem pankreas buatan bekerja?

Pertukaran informasi dalam setiap komponen perangkat ini akan bekerja selayaknya pengaturan insulin dalam organ pankreas sehat.

Pada sistem pankreas buatan, monitor glukosa akan mengirimkan informasi menuju pengontrol eksternal yang dilengkapi dengan algoritma tertentu. Algoritma perangkat ini akan menghitung kadar insulin dalam tubuh dan memerintahkan pompa insulin untuk melepaskan insulin sesuai dengan dosis yang dibutuhkan.

Dengan begitu, sistem ini secara signifikan dapat menurunkan risiko terjadi tingginya kadar gula darah (hiperglikemia) ataupun kondisi gula darah yang terlalu rendah (hipoglikemia) pada penderita diabetes.

Sayangnya, sistem pankreas buatan yang dirancang saat ini masih belum sempurna dan memiliki banyak kekurangan. Belum ditemukan sistem pankreas buatan yang benar-benar efektif dan minim risiko. Food and Drug Administration Amerika Serikat bahkan belum menyetujui perangkat ini untuk digunakan untuk penanganan diabetes.

Penderita diabetes tipe 1 yang tidak dapat dibantu dengan pengobatan insulin juga lebih dianjurkan untuk melakukan transplantasi pankreas dibandingkan memasang perangkat ini.

Namun, uji klinis untuk pengobatan diabetes dengan pankreas buatan masih terus dilakukan. Melihat potensi kegunaan dan kemudahan pemakaiannya, bukan tak mungkin pankreas buatan menjadi salah satu pilihan pengobatan diabetes yang paling diandalkan di masa depan.

Berapa Banyak Kalori yang Berhasil Saya Bakar Saat Berolahraga?

Ingin tahu berapa banyak kalori yang berhasil kamu bakar dalam sehari? Efektifkah olahraga yang kamu pilih untuk membakar kalori? Cek selengkapnya.

Mau Cari Tahu!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenali Jenis-jenis Penyakit Degeneratif yang Umum Terjadi

Penyakit degeneratif adalah penyakit kronis yang memengaruhi saraf, pembuluh darah, hingga tulang. Cari tahu informasi lengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Lansia, Masalah Kesehatan pada Lansia 18 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Pilihan Beras dan Sumber Karbohidrat Sehat Pengganti Nasi untuk Diabetes

Mengonsumsi sumber karbohidrat seperti beras dapat memengaruhi kadar gula darah diabetes. Lantas, pengganti beras untuk diabetes apa yang sehat?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 15 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Awas! Risiko Anda Terkena Kanker Bisa Meningkat Jika Idap Hiperinsulinemia

Hiperinsulinemia adalah kondisi tubuh yang memiliki kadar insulin terlalu tinggi. Kenapa hiperinsulinemia bisa memicu risiko kanker?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Penyakit Diabetes, Gula Darah Normal 3 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Penderita Diabetes Berisiko Tinggi Terkena 4 Jenis Infeksi Ini

Diabetes membuat sistem imun alias daya tahan tubuh seseorang menurun drastis. Akibatnya, 4 infeksi ini mudah sekali menyerang penderita diabetes.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 1 31 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat yoga untuk diabetes

4 Manfaat Yoga untuk Diabetesi yang Sayang Jika Dilewatkan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
Buah untuk Diabetes

8 Buah Terbaik yang Aman untuk Gula Darah Pengidap Diabetes

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
cek atau tes gula darah

5 Jenis Tes untuk Cek Kadar Gula Darah Serta Cara Membaca Hasilnya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
Diet pasien diabetes

Diet Pasien Diabetes untuk Menjaga Pola Makan dan Berat Badan Seimbang

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit