home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Apa Artinya Jika Kadar Alkali Fosfatase Tinggi Setelah Tes Darah?

Apa Artinya Jika Kadar Alkali Fosfatase Tinggi Setelah Tes Darah?

Alkali fosfatase adalah enzim yang ada di seluruh jaringan tubuh. Meskipun banyak yang tidak tahu, jumlah alkali fosfat yang tinggi ternyata bisa menandakan adanya gangguan kesehatan tertentu. Lantas, apa sih yang jadi penyebab alkali fosfat tinggi? Bagaimana cara menormalkannya kembali?

Apa penyebab alkali fosfatase tinggi?

Alkali fosfat adalah enzim yang berperan penting untuk mengolah protein agar bisa lebih mudah dicerna tubuh. Enzim ini terdapat di hampir semua organ tubuh, tapi paling banyak ditemukan pada hati dan tulang.

Tingkat alkali fosfat yang tinggi seringkali dikaitkan dengan gangguan fungsi hati, misalnya sirosis, hepatitis, kolesistitis, batu empedu, dan kanker hati.

Namun, sebenarnya masih banyak penyebab lain yang membuat hasil tes alkali fosfatase Anda melonjak, seperti gangguan kelenjar kelenjar paratiroid dan gangguan kesehatan tulang (riket, osteomalasia, kanker tulang, dan kekurangan vitamin D)

Pada beberapa kasus, tingginya kadar enzim ini bisa menandakan kondisi gagal jantung, kanker ginjal, atau kanker jenis lainnya.

Alkali fosfatase tinggi tidak selalu jadi tanda penyakit

Anak-anak dan remaja cenderung punya kadar alkali fosfatase yang lebih tinggi ketimbang orang dewasa. Hal ini disebabkan karena anak-anak dan remaja masih mengalami pertumbuhan tulang. Biasanya, enzim ini akan cukup tinggi jumlahnya ketika masa-masa pertumbuhan.

Kehamilan juga dapat meningkatkan kadar enzim ini dalam tubuh. Pada wanita hamil, alkali fosfat banyak terdapat pada plasenta.

Asupan makanan juga bisa meningkatkan alkali fosfat

Beberapa makanan yang bisa menyebabkan alkali fosfat meningkat adalah:

  • Makanan yang mengandung zink tinggi, seperti kerang laut, daging sapi, daging ayam, susu, dan produk susu lainnya.
  • Makanan sumber fosfor, seperti susu, keju, yogurt, telur, salmon, ayam, dan daging.
  • Makanan kaya B12, seperti kepiting, salmon, telur, ayam dan daging sapi.
  • Makanan berlemak tinggi dan minyak, contohnya minyak kelapa dan minyak jagung.

Meski begitu, semua makanan tersebut bukanlah penyebab utama tingginya jumlah alkali fosfatase dalam tubuh dan hanya sedikit pengaruhnya.

Untuk mengetahui lebih jelas apa yang menyebabkan jumlah alkali fosfat Anda tinggi, sebaiknya tanyakan dan konsultasikan pada dokter. Biasanya, dokter akan menganjurkan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Bagaimana bila alkali fosfat tinggi? Pengobatan apa yang dilakukan?

Pengobatan yang dilakukan akan disesuaikan dengan penyebab dari tingginya alkali fosfatase. Jika memang akibat gangguan fungsi hati, maka dokter akan mengobati gangguan tersebut. Namun, Anda juga bisa mengubah pola diet Anda selama ini agar kadar alkali fosfatase kembali membaik.

Jangan lupa untuk tetap menerapkan gaya hidup sehat, dari olahraga rutin hingga meninggalkan segala kebiasaan buruk yang bisa mengganggu kesehatan Anda. Sebaiknya tetap mengonsumsi makanan-makanan yang sehat. Jika Anda bingung pola diet apa yang tepat, konsultasikan pada dokter dan ahli gizi.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

LIVESTRONG.COM. (2017). Elevated Alkaline Phosphatase & Cancer. [online] Available at: https://www.livestrong.com/article/298946-elevated-alkaline-phosphatase-cancer/  [Accessed 24 Jan. 2018].

Medscape. (2018). Ask the Experts – What Are the Reasons for an Elevated Alkaline…. [online] Available at: https://www.medscape.com/viewarticle/41342 0 [Accessed 24 Jan. 2018].

Healthline. (2018). Alkaline Phosphatase Level Test (ALP). [online] Available at: https://www.healthline.com/health/alp#results  [Accessed 24 Jan. 2018].

WebMD. (2018). What Is an Alkaline Phosphatase Test?. [online] WebMD. Available at: https://www.webmd.com/a-to-z-guides/alkaline_phosphatase_test#1  [Accessed 24 Jan. 2018].

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3341633/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M Diperbarui 02/11/2020
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri