Apa Artinya Jika Kadar Alkali Fosfatase Tinggi Setelah Tes Darah?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 November 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Alkali fosfatase adalah enzim yang ada di seluruh jaringan tubuh. Meskipun banyak yang tidak tahu, jumlah alkali fosfat yang tinggi ternyata bisa menandakan adanya gangguan kesehatan tertentu. Lantas, apa sih yang jadi penyebab alkali fosfat tinggi? Bagaimana cara menormalkannya kembali?

Apa penyebab alkali fosfatase tinggi?

Alkali fosfat adalah enzim yang berperan penting untuk mengolah protein agar bisa lebih mudah dicerna tubuh. Enzim ini terdapat di hampir semua organ tubuh, tapi paling banyak ditemukan pada hati dan tulang.

Tingkat alkali fosfat yang tinggi seringkali dikaitkan dengan gangguan fungsi hati, misalnya sirosis, hepatitis, kolesistitis, batu empedu, dan kanker hati.

Namun, sebenarnya masih banyak penyebab lain yang membuat hasil tes alkali fosfatase Anda melonjak, seperti gangguan kelenjar kelenjar paratiroid dan gangguan kesehatan tulang (riket, osteomalasia, kanker tulang, dan kekurangan vitamin D)

Pada beberapa kasus, tingginya kadar enzim ini bisa menandakan kondisi gagal jantung, kanker ginjal, atau kanker jenis lainnya.

Alkali fosfatase tinggi tidak selalu jadi tanda penyakit

Anak-anak dan remaja cenderung punya kadar alkali fosfatase yang lebih tinggi ketimbang orang dewasa. Hal ini disebabkan karena anak-anak dan remaja masih mengalami pertumbuhan tulang. Biasanya, enzim ini akan cukup tinggi jumlahnya ketika masa-masa pertumbuhan.

Kehamilan juga dapat meningkatkan kadar enzim ini dalam tubuh. Pada wanita hamil, alkali fosfat banyak terdapat pada plasenta.

Asupan makanan juga bisa meningkatkan alkali fosfat

Beberapa makanan yang bisa menyebabkan alkali fosfat meningkat adalah:

  • Makanan yang mengandung zink tinggi, seperti kerang laut, daging sapi, daging ayam, susu, dan produk susu lainnya.
  • Makanan sumber fosfor, seperti susu, keju, yogurt, telur, salmon, ayam, dan daging.
  • Makanan kaya B12, seperti kepiting, salmon, telur, ayam dan daging sapi.
  • Makanan berlemak tinggi dan minyak, contohnya minyak kelapa dan minyak jagung.

Meski begitu, semua makanan tersebut bukanlah penyebab utama tingginya jumlah alkali fosfatase dalam tubuh dan hanya sedikit pengaruhnya.

Untuk mengetahui lebih jelas apa yang menyebabkan jumlah alkali fosfat Anda tinggi, sebaiknya tanyakan dan konsultasikan pada dokter. Biasanya, dokter akan menganjurkan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Bagaimana bila alkali fosfat tinggi? Pengobatan apa yang dilakukan?

Pengobatan yang dilakukan akan disesuaikan dengan penyebab dari tingginya alkali fosfatase. Jika memang akibat gangguan fungsi hati, maka dokter akan mengobati gangguan tersebut. Namun, Anda juga bisa mengubah pola diet Anda selama ini agar kadar alkali fosfatase kembali membaik.

Jangan lupa untuk tetap menerapkan gaya hidup sehat, dari olahraga rutin hingga meninggalkan segala kebiasaan buruk yang bisa mengganggu kesehatan Anda. Sebaiknya tetap mengonsumsi makanan-makanan yang sehat. Jika Anda bingung pola diet apa yang tepat, konsultasikan pada dokter dan ahli gizi.

Habis Minum Minuman Beralkohol?

Ukur berapa kadar alkohol dalam darahmu sekarang!

Hitung di Sini!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Saraf Kejepit, Apa Penyebab dan Bagaimana Gejalanya?

Jika dibiarkan terjadi dalam waktu lama, kondisi ini bisa membuat saraf Anda rusak permanen. Apa saja yang menyebabkan saraf kejepit?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Kesehatan Otak dan Saraf, Penyakit Saraf Lainnya 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Waspada Brazilian Blowout, Teknik Meluruskan Rambut dengan Formalin

Smoothing sudah menjadi cara lama untuk meluruskan rambut. Sekarang ada tren Brazilian blowout dengan metode baru. Benarkah lebih aman dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Zat Aditif pada Makanan Ternyata Tak Selalu Berbahaya

Zat aditif ada dalam setiap makanan kemasan. Biasanya sengaja ditambahkan untuk tujuan tertentu. Namun, apakah berbahaya bila dikonsumsi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Fakta Gizi, Nutrisi 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Mengatasi Mimisan dengan Cepat, Mulai dari Bahan Alami hingga Obat Medis

Mimisan bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja, tapi Anda tak perlu panik. Berikut adalah berbagai obat mimisan alami yang ampuh hentikan perdarahan.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara merangsang istri

Untuk Para Suami, Ini 10 Trik Memanjakan Istri Agar Lebih Bergairah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
telat datang bulan

Berapa Lama Telat Datang Bulan Dapat Menjadi Pertanda Kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
mengatasi kesepian

5 Langkah Mengatasi Kesepian, Agar Hidup Lebih Semangat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
sakit kepala setelah keramas

Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit