backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

8 Langkah Pertolongan Pertama Saat Asam Lambung Naik

Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan · General Practitioner · None


Ditulis oleh Annisa Nur Indah Setiawati · Tanggal diperbarui 3 minggu lalu

8 Langkah Pertolongan Pertama Saat Asam Lambung Naik

Jika Anda memiliki masalah asam lambung, seperti GERD, penting untuk mengetahui pertolongan pertama saat asam lambung naik. Dengan begitu, Anda bisa segera mengurangi keluhan dan mencegah kondisi bertambah parah.

Pertolongan pertama saat asam lambung naik

Penyakit refluks gastroesofageal (GERD) terjadi ketika saluran pencernaan bagian atas tidak berfungsi dengan baik sehingga menyebabkan isi lambung naik ke kerongkongan dan mengiritasi.

Kondisi ini tidak boleh diabaikan karena bisa muncul gejala yang sangat mengganggu aktivitas, seperti nyeri ulu hati yang intens, mual, hingga muntah.

Untungnya, ada langkah pertolongan pertama yang bisa Anda lakukan untuk segera mengatasi gejalanya.

1. Duduk ke posisi tegak

posisi tidur asam lambung

Duduk dengan posisi tegak dan menghindari berbaring setelah makan adalah langkah pertolongan pertama yang efektif saat asam lambung naik.

Ketika Anda berbaring, gravitasi tidak dapat menjaga asam lambung di perut sehingga membuat asam lebih mudah naik ke kerongkongan.

Sementara itu, ketika Anda duduk dalam posisi tegak, gravitasi membantu menjaga asam lambung tetap di perut.

Posisi ini juga mengurangi tekanan pada sfingter esofagus bagian bawah sehingga bisa bekerja lebih efektif dalam menahan asam lambung tidak naik.

2. Longgarkan pakaian yang dikenakan

Ketika asam lambung naik, pertolongan pertama yang bisa Anda lakukan lainnya yaitu melonggarkan pakaian terutama di bagian perut.

Pakaian yang ketat, terutama di area perut, dapat menambah tekanan pada lambung.

Tekanan ini bisa mendorong asam lambung naik ke kerongkongan, yang mengakibatkan gejala refluks asam seperti rasa terbakar di dada (heartburn).

Saat asam lambung naik, tubuh Anda mungkin juga merasa tidak nyaman. Pakaian ketat dapat menambah ketidaknyamanan ini. 

Artikel terkait

3. Minum air putih hangat

Air putih hangat untuk lambung ternyata membantu menetralkan keasaman lambung sehingga dapat.

Dengan minum air, konsentrasi asam di perut bisa berkurang, sehingga gejala sakit asam lambung dapat mereda.

Minum air dapat merangsang produksi air liur yang bersifat basa. Hal ini dapat membantu menetralkan asam lambung serta mempercepat proses pencernaan.

Air putih juga dapat membantu mempercepat pengosongan lambung, yang dapat mengurangi tekanan di perut sehingga asam lambung berkurang.

4. Minum jahe hangat

Pertolongan pertama saat asam lambung naik ke dada juga bisa dengan mengonsumsi minuman jahe

Jahe memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat membantu meredakan iritasi dan peradangan pada lambung dan kerongkongan.

Ketika asam lambung naik, jaringan kerongkongan bisa menjadi iritasi dan meradang. Jahe membantu mengurangi peradangan ini dan memberikan rasa nyaman.

Minuman untuk asam lambung ini juga dapat merangsang produksi enzim pencernaan dan cairan lambung, yang membantu mempercepat proses pencernaan.

Apa yang harus dilakukan saat asam lambung naik di malam hari?

  • Duduk atau berdiri tegak.
  • Tinggikan kepala saat tidur.
  • Longgarkan pakaian.
  • Minum air putih.
  • Konsumsi obat antasida.
  • Minum jahe hangat.

5. Mengonsumsi madu

Salah satu penelitian dalam jurnal Food science & Nutrition mengatakan bahwa madu, khususnya madu Manuka, efektif mengatasi GERD.

Penelitian dilakukan pada 30 pasien GERD yang dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok yang mengonsumsi madu manuka dan kelompok plasebo.

Penelitian yang dilakukan selama 4 minggu ini mengatakan bahwa kelompok yang mengonsumsi madu Manuka mengalami gejala GERD yang mereda.

Namun, kelompok plasebo tingkat perbaikannya jauh lebih rendah. Dapat disimpulkan bahwa minum madu bisa menjadi cara penanganan asam lambung naik yang tepat.

6. Mengunyah permen karet

Pertolongan pertama saat asam lambung kambuh lainnya yaitu dengan mengunyah permen karet.

Mengunyah permen karet merangsang kelenjar ludah untuk menghasilkan lebih banyak air liur. Air liur ini bersifat basa dan membantu menetralkan asam lambung. 

Dengan lebih banyak air liur, asam yang naik ke kerongkongan dapat dibilas kembali ke lambung, sehingga mengurangi iritasi dan rasa terbakar.

Air liur juga bersifat basa yang dapat menetralkan asam lambung sehingga gejalanya akan semakin berkurang.

7. Posisi tidur miring ke kiri

Ketika gejala menyerang saat malam hari, posisi tidur untuk asam lambung yang tepat yaitu miring ke kiri.

Dikutip dari Canadian Society of Intestinal Research, gejala asam lambung bisa lebih buruk ketika tidur miring ke kanan atau telentang.

Hal ini karena saluran kerongkongan terletak di tengah tubuh, tetapi lambung berbentuk melengkung dengan sebagian besar volumenya berada di sisi perut bagian kiri.

Artinya, posisi tubuh ini dapat menampung cairan lambung beserta isinya tanpa melewati saluran kerongkongan.

Selain itu, Anda bisa memposisikan tidur setengah duduk dengan meninggikan bantal minimal 2 bantal agar asam lambung tidak naik.

8. Lakukan pernapasan perut

Pernapasan perut bermanfaat sebagai pertolongan pertama saat asam lambung naik. Teknik ini berfokus pada penggunaan otot diafragma untuk bernapas, bukan otot dada. 

Ketika diafragma digunakan, hal ini memberikan tekanan di sekitarnya, termasuk sfingter esofagus bawah.

Tekanan ini membuat otot area tersebut lebih kuat dan sfingter esofagus dapat melakukan tugasnya lebih baik. 

Proses ini dapat mencegah asam lambung naik ke kerongkongan sehingga gejala asam lambung pun reda.

Teknik pernapasan juga membantu meredakan stres dan kecemasan yang merupakan faktor risiko asam lambung naik.

Apabila cara-cara pertolongan pertama saat asam lambung naik di atas tak kunjung sembuh, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter.

Dokter biasanya akan memberikan obat untuk asam lambung agar gejalanya segera sembuh. 

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.



Ditinjau secara medis oleh

dr. Andreas Wilson Setiawan

General Practitioner · None


Ditulis oleh Annisa Nur Indah Setiawati · Tanggal diperbarui 3 minggu lalu

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan