backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

Begini Posisi Tidur yang Nyaman Saat Asam Lambung Naik

Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro · General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Annisa Nur Indah Setiawati · Tanggal diperbarui 07/04/2024

Begini Posisi Tidur yang Nyaman Saat Asam Lambung Naik

Gejala asam lambung naik atau maag bisa memburuk pada malam hari saat tidur. Salah satu faktornya yaitu posisi tidur yang tidak tepat. Berbaring membuat gravitasi tidak lagi menurunkan asam lambung sehingga asam mudah naik ke kerongkongan. Untungnya, ada beberapa posisi tidur untuk meringankan gejala asam lambung naik yang bisa Anda coba.

Posisi tidur yang aman untuk masalah asam lambung

Selain posisi tidur yang tidak tepat, terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan gejala naiknya asam lambung atau GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) lebih parah saat tidur. 

Salah satunya adalah penurunan aktivitas otot area kerongkongan untuk menelan dan mendorong asam ke lambung. 

Ketika otot-otot ini tidak bekerja dengan baik, kemungkinan terjadinya refluks asam pun meningkat. 

Produksi air liur saat tidur juga berkurang, padahal air liur berperan membantu menetralkan asam lambung.

Kombinasi ketiga hal inilah yang membuat penyandang GERD merasa gejalanya memburuk di malam hari.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui posisi tidur yang benar saat asam lambung naik untuk meredakan gejalanya. 

1. Miring ke kiri

posisi tidur saat masuk angin

Posisi tidur saat asam lambung yang aman yaitu miring ke kiri. Hal ini tertulis dalam salah satu penelitian dalam The American Journal of Gastroenterology pada tahun 2022.

Penelitian dilakukan kepada 57 orang dengan sakit maag kronis yang dipantau selama tidur. Mereka tidur dengan jumlah waktu yang sama di sisi kiri, kanan, dan telentang.

Hasilnya, peserta merasa gejala GERD lebih baik pada saat berada di sisi kiri dibandingkan telentang atau menghadap kanan. 

Hal ini karena posisi tersebut memungkinkan sfingter esofagus bagian bawah (katup antara kerongkongan dan lambung) tetap tegak dan membantu mencegah refluks asam.

2. Tinggikan kepala

Meninggikan kepala lebih tinggi dari lambung bisa meredakan gejala refluks asam. Tambahlah 1 – 2 bantal sehingga memberikan dukungan pada kepala dan tubuh bagian atas.

Ketika Anda tidur dengan posisi yang lebih tegak, gravitasi membantu mencegah isi lambung naik ke kerongkongan. 

Ini dapat mengurangi kemungkinan terjadinya refluks asam yang sering kali membuat tidur menjadi tidak nyaman.

Meskipun terlihat sederhana, langkah ini bisa sangat membantu dalam meningkatkan kualitas tidur Anda dan mengurangi gejala asam lambung.

3. Hindari tidur telentang

tidur telentang saat hamil

Hindarilah posisi tidur telentang ketika gejala asam lambung sedang kambuh.

Ketika tidur telentang, saluran pencernaan bagian atas berada dalam posisi horizontal. Dalam keadaan ini, tidak ada gravitasi yang bekerja untuk menahan aliran kembali isi lambung.

Sebagai akibatnya, asam lambung lebih mudah naik ke atas menuju kerongkongan. Ini bukanlah situasi ideal bagi orang yang sensitif terhadap refluks asam.

Kondisi ini membuat gejala asam lambung naik seperti terbakar di dada (heartburn) dan rasa tidak nyaman di bagian atas perut cenderung menjadi lebih sering dan lebih kuat.

Kenapa masalah asam lambung membuat tidak bisa tidur?

Asam lambung yang naik ke kerongkongan dapat menyebabkan sensasi terbakar atau nyeri dada yang dikenal sebagai heartburn. Sensasi tidak nyaman ini bisa membuat Anda merasa tidak nyaman saat berbaring, sehingga mengganggu tidur Anda.

Tips tidur ketika asam lambung

Selain mengatur posisi tidur, berikut ini beberapa tips mengatasi susah tidur karena asam lambung agar tidur lebih nyaman.

  • Hindari makan sebelum tidur. Cobalah untuk menjaga jadwal makan malam yang teratur dan hindari makan terlalu larut malam. Ini dapat mengurangi kemungkinan terjadinya refluks asam saat tidur.
  • Gunakan baju longgar. Pakaian yang terlalu ketat, terutama di sekitar pinggang dan perut, dapat menekan perut, meningkatkan tekanan pada lambung, dan memperburuk gejala refluks. 
  • Hindari makan berat, berlemak, dan berkafein 4 jam sebelum tidur. Makanan tersebut dapat merangsang produksi asam lambung dan memperparah gejala ketika tidur.
  • Kelola stres dengan baik. Stres dapat memicu pelepasan hormon stres seperti kortisol, yang dapat meningkatkan produksi asam lambung.

Apabila Anda memiliki keluhan lain yang memperparah kondisi asam lambung, jangan ragu konsultasikan dengan dokter.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Patricia Lukas Goentoro

General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Annisa Nur Indah Setiawati · Tanggal diperbarui 07/04/2024

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan