Tahukah Anda, Pola Makan Buruk Berisiko Penyakit Jantung Pada Anak?

Oleh

Gagal jantung merupakan faktor utama kematian pada pria dan wanita. Menariknya, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa ternyata penyakit jantung berakar dari masalah pola makan buruk yang dimulai sejak usia dini. Dengan kata lain, anak-anak sudah mulai “menumpuk risiko” sejak usia dini untuk menderita komplikasi jantung di kemudian hari dengan makanan yang mereka pilih (atau dipilihkan) untuk dikonsumsi.

Penelitian Young Finns

Para peneliti dari “Young Finns Study” telah mengamati pola makan lebih dari 3,500 subyek anak-anak berusia 3 – 18 tahun. Peneliti kemudian mengaitkan peningkatan risiko penyakit jantung dengan kelompok anak-anak yang hanya sedikit mengonsumsi sayur dan buah-buahan selama hidupnya. Kelompok anak yang memiliki asupan buah dan sayur lebih tinggi menunjukkan risiko yang lebih rendah terhadap penyakit jantung. Hasil penelitian ini dapat menjelaskan mengapa kita, dari usia dini, selalu diminta untuk memakan sayur dan buah-buahan. Sayangnya, petuah emas ini sering diabaikan.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa, jika anak-anak terlalu dini sudah ogah makan buah dan sayuran, mereka akan meneruskan pola makan tidak sehat ini sampai dewasa karena terbiasa. Hal ini juga berarti orangtua harus berperan lebih aktif dalam mengontrol dan mengetahui apa yang anak mereka konsumsi—di rumah dan di sekolah.

Pengaruh orangtua

Mudah saja, anak-akan akan memakan apa yang orangtua mereka hidangkan saat makan. Jika Anda membawa pulang junk food, anak Anda akan memakan junk food. Jika Anda menghidangkan masakan dari bahan-bahan organik, mereka akan memakan makanan organik. Pola makan dibiasakan semenjak dini, oleh karena itu penting bagi Anda untuk mengenalkan beragam makanan sehat di saat otak dan tubuh anak sedang dalam masa tumbuh kembang. Membiasakan anak-anak makan makanan sehat adalah pilihan yang tepat.

Dari penjelasan studi Young Finns di atas, nyatanya banyak anak yang berisiko menderita berbagai penyakit saat mereka tumbuh dewasa, dan ini tentu bukanlah hal yang baik. Sejumlah penyakit seperti penyakit jantung memang dapat dicegah, tetapi butuh kesadaran masyarakat untuk benar-benar memahami dan mengontrolnya sedemikian rupa.

Melihat epidemik penyakit jantung yang semakin meradang, dianjurkan untuk menghindari risiko tersebut dengan memulai pola makan yang lebih sehat (untuk dewasa dan terutama anak-anak). Menghindari penyakit dimulai dan diakhiri oleh sebuah pilihan: apa yang Anda pilih untuk konsumsi dan bagaimana Anda menjalani gaya hidup Anda.

Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk memastikan pola makan yang sehat, yaitu:

  • Kurangi gula
  • Kurangi makanan beku siap saji dan junk food
  • Perbanyak sayur dan buah-buahan
  • Perbanyak minum air putih
  • Rutin olahraga dan ikuti kegiatan-kegiatan luar ruangan

Ini adalah sebagian dari sekian banyak “petuah emas” untuk hidup sehat, yang tentunya tidak bisa diraih dalam sehari semalam saja. Sudah waktunya untuk lebih memperhatikan asupan makanan pada generasi muda untuk masa depan yang lebih baik.

Generasi muda ini akan memimpin dunia di kemudian hari. Membuat mereka sehat dan bugar harus menjadi tujuan bersama kita semua.

Yang juga perlu Anda baca