Tahukah Anda, Pola Makan Buruk Berisiko Penyakit Jantung Pada Anak?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29/11/2019
Bagikan sekarang

Gagal jantung merupakan faktor utama kematian pada pria dan wanita. Menariknya, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa ternyata penyakit jantung berakar dari masalah pola makan buruk yang dimulai sejak usia dini. Dengan kata lain, anak-anak sudah mulai “menumpuk risiko” sejak usia dini untuk menderita komplikasi jantung di kemudian hari dengan makanan yang mereka pilih (atau dipilihkan) untuk dikonsumsi.

Penelitian Young Finns

Para peneliti dari “Young Finns Study” telah mengamati pola makan lebih dari 3,500 subyek anak-anak berusia 3 – 18 tahun. Peneliti kemudian mengaitkan peningkatan risiko penyakit jantung dengan kelompok anak-anak yang hanya sedikit mengonsumsi sayur dan buah-buahan selama hidupnya. Kelompok anak yang memiliki asupan buah dan sayur lebih tinggi menunjukkan risiko yang lebih rendah terhadap penyakit jantung. Hasil penelitian ini dapat menjelaskan mengapa kita, dari usia dini, selalu diminta untuk memakan sayur dan buah-buahan. Sayangnya, petuah emas ini sering diabaikan.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa, jika anak-anak terlalu dini sudah ogah makan buah dan sayuran, mereka akan meneruskan pola makan tidak sehat ini sampai dewasa karena terbiasa. Hal ini juga berarti orangtua harus berperan lebih aktif dalam mengontrol dan mengetahui apa yang anak mereka konsumsi—di rumah dan di sekolah.

Pengaruh orangtua

Mudah saja, anak-akan akan memakan apa yang orangtua mereka hidangkan saat makan. Jika Anda membawa pulang junk food, anak Anda akan memakan junk food. Jika Anda menghidangkan masakan dari bahan-bahan organik, mereka akan memakan makanan organik. Pola makan dibiasakan semenjak dini, oleh karena itu penting bagi Anda untuk mengenalkan beragam makanan sehat di saat otak dan tubuh anak sedang dalam masa tumbuh kembang. Membiasakan anak-anak makan makanan sehat adalah pilihan yang tepat.

Dari penjelasan studi Young Finns di atas, nyatanya banyak anak yang berisiko menderita berbagai penyakit saat mereka tumbuh dewasa, dan ini tentu bukanlah hal yang baik. Sejumlah penyakit seperti penyakit jantung memang dapat dicegah, tetapi butuh kesadaran masyarakat untuk benar-benar memahami dan mengontrolnya sedemikian rupa.

Melihat epidemik penyakit jantung yang semakin meradang, dianjurkan untuk menghindari risiko tersebut dengan memulai pola makan yang lebih sehat (untuk dewasa dan terutama anak-anak). Menghindari penyakit dimulai dan diakhiri oleh sebuah pilihan: apa yang Anda pilih untuk konsumsi dan bagaimana Anda menjalani gaya hidup Anda.

Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk memastikan pola makan yang sehat, yaitu:

  • Kurangi gula
  • Kurangi makanan beku siap saji dan junk food
  • Perbanyak sayur dan buah-buahan
  • Perbanyak minum air putih
  • Rutin olahraga dan ikuti kegiatan-kegiatan luar ruangan

Ini adalah sebagian dari sekian banyak “petuah emas” untuk hidup sehat, yang tentunya tidak bisa diraih dalam sehari semalam saja. Sudah waktunya untuk lebih memperhatikan asupan makanan pada generasi muda untuk masa depan yang lebih baik.

Generasi muda ini akan memimpin dunia di kemudian hari. Membuat mereka sehat dan bugar harus menjadi tujuan bersama kita semua.

You are already subscribed to notifications.

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Berbagai Jenis Gangguan Makan yang Umum Dialami Ibu Hamil

    Gangguan makan yang dialami oleh ibu hamil tentu akan memberikan dampak yang berbahaya bagi keselamatan dan perkembangan janin.

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha

    Kulit Wajah Terlihat Kusam Saat Hamil, Apa Penyebabnya?

    Alih-alih mendapatkan pregnancy glow, sebagian orang malah merasa kulit wajah jadi lebih kusam saat hamil. Apa penyebabnya?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha

    Kapan Waktu Terbaik untuk Kontrol Kandungan Selama Pandemi COVID-19?

    Pemeriksaan kehamilan amatlah penting. Di sisi lain, pemeriksaan kehamilan selama pandemi COVID-19 membuat ibu rentan tertular. Apa yang harus ibu lakukan?

    Ditulis oleh: Diah Ayu
    dr. Ivander Utama, F.MAS, Sp.OG
    Coronavirus, COVID-19 29/04/2020

    6 Makanan Bergizi untuk Memperkuat Kandungan

    Selain sehat untuk ibu, berbagai makanan ini juga dapat memperkuat janin dalam kandungan agar masa kehamilan tetap lancar.

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha

    Direkomendasikan untuk Anda

    Tips Mengajak Orang Tua Pindah ke Tempat yang Baru

    Tips Mengajak Orang Tua Pindah ke Tempat yang Baru

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 25/05/2020
    Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

    Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020
    Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

    Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
    4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

    4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020