Penyebab Bayi Kolik dan Menangis Berjam-jam Tanpa Henti

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Pernahkah bayi Anda menangis sepanjang waktu? Menangis merupakan hal yang normal bayi lakukan, tetapi jika bayi menangis sepanjang waktu, bayi dapat membuat ibu menjadi khawatir. Bayi yang menangis sepanjang waktu, mungkin bisa lebih dari 3 jam, biasa disebut dengan kolik. Bayi Anda biasanya sering kolik pada usia kurang dari 5 bulan.

Apa itu kolik?

Kolik adalah sebuah kondisi yang bukan termasuk penyakit dan tidak akan membahayakan bayi, tetapi mungkin agak mengganggu dan membuat khawatir orangtua. Biasanya bayi menangis karena mereka pipis, lapar, takut, atau ingin tidur, tetapi bayi kolik akan terus-terusan menangis dan tanpa ada penyebabnya. Ada beberapa hal yang dapat membedakan kolik dengan tangis biasa, yaitu:

  • Kolik biasanya mulai terjadi pada usia bayi 2 atau 3 minggu, biasanya terjadi pada sore atau malam hari
  • Bayi menangis lebih dari 3 jam, bisa terjadi lebih dari 3 hari dalam seminggu, dan bisa berlangsung setidaknya selama 3 minggu
  • Biasanya mengalami masa puncak pada 6-8 minggu dan bisa berlangsung sampai bayi berusia 3-4 bulan.

Jika bayi kolik, biasanya ibu akan kebingungan menanganinya. Tangisan bayi saat kolik juga lebih keras dibandingkan ia biasa menangis.

Apa yang menyebabkan bayi kolik?

Tidak ada yang mengetahui apa yang menyebabkan kolik pada bayi. Para ahli memperkirakan bahwa sekitar 8-40% bayi pernah mengalami kolik. Tidak juga ada yang tahu mengapa ada bayi yang mengalami kolik dan ada juga yang tidak. Ya, tidak semua bayi pasti mengalami kolik, sebagian ada yang tidak mengalaminya. Bayi kolik mungkin bisa disebabkan oleh berbagai hal.

Beberapa ahli menduga bahwa kolik yang panjang merupakan pelepasan fisik pada bayi yang sensitif. Ketika hari berganti, bayi mungkin tidak dapat menangani apa yang ia lihat, suara yang ia dengar, atau sensasi yang ia rasakan, sehingga bayi menjadi bingung dan menangis terus-menerus. Beberapa juga menganggap kolik merupakan tahap perkembangan alami dari bayi karena ia menyesuaikan diri dengan lingkungan yang berbeda dari yang ia rasakan saat dalam rahim ibu.

Teori lain menyebutkan bahwa kolik terkadang disebabkan oleh ketidakseimbangan bakteri baik dalam usus. Penelitian menunjukkan bahwa bayi dengan kolik memiliki mikroflora usus yang berbeda dengan bayi yang tidak mengalami kolik. Pengobatan dengan probiotik, terutama Lactobacillus reuteri, membantu meredakan kolik pada beberapa bayi.

Beberapa orang mungkin mengira kolik disebabkan karena perut bayi mengandung gas, sehingga membuat bayi tidak nyaman. Namun, ternyata gas pada perut bayi bukanlah menjadi alasan bayi kolik. Gas pada perut bayi justru muncul karena bayi kolik (menangis terus-menerus). Pada saat menangis, tanpa sadar bayi banyak menelan udara, sehingga menyebabkan perutnya bergas. Mungkin Anda akan memperhatikan bayi akan mengepalkan tangannya, menekuk kakinya dan kemudian meluruskannya, dan kemudian ia akan merasa lebih baik setelah ia mengeluarkan gas dalam perutnya atau terjadi pergerakan dalam ususnya.

Jika bayi Anda mempunyai intoleransi atau alergi susu, mungkin ini juga dapat menyebabkan kolik pada bayi Anda. Masalah perut yang diakibatkan oleh intoleransi susu mungkin dapat membuat bayi Anda menangis terus-terusan. Jika masalah ini muncul karena bayi Anda diberi susu formula, Anda mungkin dapat mengganti jenis susu formula bayi Anda menjadi susu khusus untuk bayi yang menderita intoleransi susu di mana protein susunya telah dipecah.

Bagaimana menangani bayi yang sedang kolik?

Sebelum menenangkan bayi Anda, sebaiknya Anda tenangkan diri Anda terlebih dahulu. Kadang mendengar bayi yang tidak berhenti menangis dapat membuat Anda merasa ingin marah dan kesal. Bayi kolik merupakan hal normal dialami oleh semua bayi. Anda sebagai orangtua tidak perlu merasa buruk atau merasa bersalah dengan hal ini. Anda hanya perlu sabar dan memberi pengertian yang lebih kepada bayi Anda.

Di saat bayi Anda kolik, Anda mungkin tidak dapat membuatnya berhenti menangis secara langsung. Tetapi, dengan melakukan beberapa usaha, mungkin Anda dapat membuat bayi Anda lebih tenang sampai ia benar-benar berhenti menangis.

Menurut Dr. Harvey Karp, penulis buku The Happiest Baby on the Block, terdapat lima cara untuk menenangkan bayi saat menangis, yaitu:

  • membedong bayi, sehingga bayi merasa lebih hangat dan nyaman
  • membisikkan suara “sssshh…” yang panjang ke telinga bayi
  • menggendong dan mengayun bayi dengan lembut
  • membiarkan bayi mengisap dot atau empeng
  • gendong bayi Anda dalam posisi miring

Melakukan semua hal ini secara bersamaan merupakan cara terbaik untuk menenangkan bayi Anda.

BACA JUGA

Share now :

Direview tanggal: April 24, 2018 | Terakhir Diedit: Agustus 24, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca