backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

Kenapa Bayi Sering Menangis Saat Sore Menjelang Maghrib?

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 08/11/2023

Kenapa Bayi Sering Menangis Saat Sore Menjelang Maghrib?

Mungkin Anda pernah dengar mitos yang bilang bahwa bayi menangis tiap sore menjelang maghrib artinya ada makhluk halus di sekitarnya. Tentu bukan inilah yang sebenarnya terjadi jika dilihat dari sisi kesehatan anak. Berikut faktanya yang harus Anda ketahui serta cara mengatasi bayi menangis saat maghrib.

Kenapa bayi menangis tiap sore hari?

bayi menangis saat tidur

Faktanya, hampir semua bayi di dunia sering menangis tiap sore, terlebih bayi yang baru lahir. Adapun hal ini merupakan hal yang normal.

Fenomena bayi menangis atau rewel di sore hari atau saat menjelang maghrib biasanya dikenal dengan istilah jam arsenik atau arsenic hour.

Dilansir dari La Leche League GB, bayi biasanya mulai menangis di sore hari pada usia sekitar enam hingga delapan minggu.

Sayangnya, dunia kesehatan sampai saat ini belum mengetahui pasti apa penyebabnya. Namun, beberapa faktor di bawah ini diduga memicu bayi rewel saat menjelang maghrib.

1. Bayi kelaparan

Beberapa pakar kesehatan anak mengaitkan fenomena menangis di sore hari dengan proses tumbuh kembang bayi.

Salah satu alasan paling umum adalah karena bayi merasa kelaparan. Tangisan yang bayi luapkan pada waktu ini sering menjadi tanda bahwa bayi ingin menyusu.

2. Bayi gelisah

Pada waktu ini, bayi sering merasa gelisah dan tidak tenang sehingga ia akan menangis untuk menyalurkan emosi yang dirasakan. 

Perubahan waktu yang drastis, dari siang ke malam, juga mungkin membuat bayi terlalu banyak mendapatkan rangsangan dari lingkungan sekitarnya yang membuat bayi stres dan gelisah. 

Akibat merasa gelisah, bayi akan mencari payudara ibu karena bisa merasa lebih tenang saat menyedot ASI, merasa dekat dan aman saat digendong, serta mencium aroma tubuh ibunya.   

Akan tetapi, rasa gelisah ini bisa membuat bayi kesulitan untuk menempel di payudara ibu dengan baik karena belum sepenuhnya merasa nyaman. Alhasil ia tidak mendapatkan ASI secara optimal. 

Perut yang kelaparan ditambah dengan kegelisahan di waktu yang bersamaan bisa menjadi penyebab mengapa bayi sering menangis di sore hari saat menjelang maghrib.

Meski mungkin terkadang terlihat mengkhawatirkan, kebiasaan ini biasanya akan mulai berkurang di sekitar usia 12 minggu.

Oleh karena itu, Anda umumnya cukup membantu bayi merasa tenang dan bisa menyusu dengan baik untuk mengatasi bayi menangis saat maghrib.

Perlu Anda Ketahui

Beberapa bayi mungkin hanya akan rewel sebentar selama beberapa waktu. Namun, untuk bayi lainnya, ia bisa rewel untuk waktu yang lebih lama. Sebagai perkiraan, jam arsenik pada bayi bisa terjadi dari jam 5 sore hingga jam 11 malam.

3. Kondisi medis tertentu

Meski umumnya bayi menangis saat maghrib merupakan hal yang normal, terkadang hal ini juga bisa menandakan bayi sedang mengalami kondisi tertentu. 

Beberapa kondisi yang bisa menyebabkan bayi menangis saat maghrib di antaranya sebagai berikut.

  • Kembung.
  • Refluks.
  • Kolik.
  • Demam.
  • Infeksi telinga.
  • Ruam popok.
  • Alergi atau intoleransi makanan.
  • Tumbuh gigi.

Untuk memastikan penyebab dan mengetahui cara mengatasi bayi menangis saat maghrib, Anda bisa melakukan konsultasi ke dokter. 

Bila diperlukan, dokter mungkin juga akan melakukan beberapa pemeriksan pada bayi sesuai dengan kondisi yang diduga menjadi penyebabnya.

Cara mengatasi bayi menangis saat Maghrib

Alasan kenapa bayi menangis

Bayi rewel di sore hari mungkin bisa membuat Anda khawatir dan juga tidak nyaman. 

Namun, Anda harus tetap tenang untuk bisa memahami penyebab tangisan bayi agar bisa mengatasi bayi menangis saat maghrib.

Beberapa hal ini mungkin bisa Anda coba lakukan untuk mengatasi bayi menangis saat maghrib.

  • Mematikan televisi.
  • Meredupkan cahaya lampu.
  • Memasak untuk santap malam atau melakukan kegiatan lain lebih awal sehingga bisa menemani bayi di sore hari.
  • Mandikan bayi dengan air hangat di sore hari.
  • Gendong bayi atau pastikan bayi dekat dengan Anda saat sore hari. Anda juga bisa sambil menimang atau menepuk bayi secara perlahan saat digendong. 
  • Membacakan cerita atau bernyanyi untuk bayi Anda agar mereka merasa tenang.
  • Pijat bayi secara perlahan.
  • Putarkan suara yang menenangkan, seperti lagu atau nyanyian yang tenang, atau Anda juga bisa mencoba bernyanyi atau bersenandung untuk bayi.
  • Susui bayi jika ia terlihat mulai lapar.
  • Pastikan bayi tidur siang agar ia tidak merasa kelelahan di sore hari. Biasanya, bayi yang kelelahan lebih mudah rewel.

Jika Anda merasa kesulitan menjaga bayi di sore hari, jangan sungkan untuk meminta bantuan kepada pasangan Anda atau orang terdekat untuk menemani bayi saat Anda harus melakukan kegiatan lain.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Carla Pramudita Susanto

General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 08/11/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan