Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Memberi Makan Bayi Pertama Kali Sebaiknya Dengan Cara Apa?

Memberi Makan Bayi Pertama Kali Sebaiknya Dengan Cara Apa?

Semakin berkembangnya zaman, ilmu pengetahuan pun semakin berkembang. Termasuk pengetahuan ibu dalam mengurus, mendidik, dan memberi makan anak. Apalagi belakangan ini banyak tren dan cara-cara baru dalam memberikan makan ke bayi. Nah sebaiknya bagaimana, sih, cara memberi makan bayi pertama kali?

Memberi makan bayi pertama kali sebaiknya bagaimana?

Sebelum pertama kali memberikan makan ke bayi, pastikan terlebih dahulu apakah bayi Anda sudah siap menerima makanan selain ASI?

Bayi umumnya sudah siap makan selain ASI jika kepalanya sudah bisa tegak sendiri dan ia sudah bisa duduk meski masih dibantu. Bayi yang sudah siap makan juga akan terlihat mulai ikut tertarik melihat orang makan dan mencoba mengambil makanan di dekatnya. Kebanyakan bayi menunjukkan tanda-tanda tersebut mulai usia 6 bulan.

Lalu, bagaimana seharusnya respon ibu jika bayi sudah menunjukkan tanda-tanda siap makan? Cobalah memberi bayi makan makanan yang bertekstur lumat, seperti puree atau bubur bayi. Untuk pertama kali ini, baiknya suapi bayi secara langsung dulu.

Mulailah dengan makanan yang lumat karena pada umur ini gigi bayi baru tumbuh sedikit dan baru belajar mengunyah. Bayi juga perlu waktu untuk mengenal makanan. Begitu usianya bertambah, ganti perlahan ke makanan yang bertekstur lunak atau makanan cincang. Anda bisa memberi makan bayi pertama kali yang dilunakkan setelah berusia 8 bulan.

Pada usia ini, Anda juga bisa mulai memberikan bayi makanan yang bisa digenggam atau finger foods. Bayi bisa mulai diajarkan untuk mengambil sendiri makanannya dan menyuapi dirinya sendiri. Perlahan, Anda bisa membiarkan bayi makan sendiri, tentunya masih dalam pengawasan Anda.

Bersabarlah dan terus berusaha agar bayi mau makan, tapi jangan sampai memaksanya. Jika bayi mulai tidak tertarik pada makanan itu, jauhkan hal-hal yang bisa mengganggu bayi makan.

Tetap awasi bayi saat ia sudah bisa makan sendiri

Melihat bayi sudah bisa makan sendiri tentu membuat ibu senang. Selain meringankan tugas ibu, kemandirian dan kecerdasan bayi pun bertambah. Namun, jangan tinggalkan bayi begitu saja saat ia makan.

Tetap perhatikan bayi saat makan, apa saja makanan yang ia makan, berapa banyak makanan yang ia makan, apakah gizi dan kalori yang ia terima dari makanan yang ia makan sudah cukup. Terkadang, hal-hal seperti ini mungkin terlewat saat bayi makan sendiri.

Jika perlu, Anda tetap memberi makan bayi pertama kali dengan menyuapinya. Jadi, makanan yang tersaji untuk bayi benar-benar habis dan masuk ke perut bayi, bukan habis karena banyak yang tumpah saat bayi menyuapi dirinya sendiri. Ingat, pemberian makan ke bayi yang optimal tidak hanya bergantung pada apa makanannya, tapi juga bagaimana, kapan, di mana, dan siapa yang memberi makan bayi pertama kali.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

WHO. (2001). Guiding Principles for Complementary Feeding of The Breastfed Child. [online] Available at: http://www.who.int/nutrition/publications/guiding_principles_compfeeding_breastfed.pdf [Accessed 22 Apr. 2019 ].

IDAI. (2016). Memberi Makan pada Bayi: Kapan, Apa, dan Bagaimana?. [online] Available at: http://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/memberi-makan-pada-bayi-kapan-apa-dan-bagaimana [Accessed 22 Apr. 2019].

Unicef. Booklet Pesan Utama, Paket Konseling: Pemberian Makan Bayi dan Anak. [online] Available at: https://www.unicef.org/indonesia/id/PaketKonseling-3Logos.pdf [Accessed 22 Apr. 2019].

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Arinda Veratamala, S.Gz Diperbarui 12/04/2021