Panduan untuk Orangtua Dalam Membimbing Anak Berolahraga

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 02/12/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Sumber foto: myhealthbeijing

Sudah menjadi peran orangtua untuk mengantarkan anaknya ke gerbang kesuksesan. Namun dalam prosesnya, orangtua juga perlu menjadi pembimbing yang baik dalam segala kegiatan yang anak ikuti untuk mengembangkan dirinya. Pengembangan diri yang dilakukan oleh anak tentu harus positif agar dapat menjadi bekal untuk kehidupannya di masa depan.

Banyak kegiatan yang dapat dilakukan anak untuk mengembangkan diri mereka, salah satunya olahraga. Dengan berolahraga, ternyata tidak hanya fisik anak yang dilatih, namun ada keuntungan secara psikologis dan sosial yang didapatkan oleh anak. Sebelumnya, olahraga yang dimaksud dalam artikel adalah olahraga dalam mengikuti satu bidang, seperti sepak bola, basket, renang, bulu tangkis, dan jenis olahraga kompetitif lainnya, bukan hanya jogging, squatting, dll.

Pentingnya olahraga untuk anak

Olahraga membutuhkan anak untuk menggerakkan tubuh dan pikirannya. Peneliti menyatakan bahwa berpartisipasi dalam olahraga memberikan efek yang baik untuk anak, seperti menggerakkan tubuh, mengembangkan skill dan jiwa sportif, menaikkan harga diri, persistensi pada anak, dan memperluas lingkaran pertemanan anak (Theokas, 2009). Ada juga penelitian yang dilakukan di Meksiko dengan responden anak-anak yang menyatakan bahwa anak yang mengikuti olahraga memiliki kemungkinan untuk menderita obesitas lebih rendah dibandingkan dengan anak yang tidak mengikuti olahraga (Salazar-Martinez, dkk., 2006).

Selain menguntungkan, baik untuk badan, jiwa, dan lingkaran sosial, ternyata anak yang mengikuti bidang olahraga memiliki skor tinggi pada tes kebiasaan belajar. Pada penelitian ini, atlet anak lebih termotivasi untuk belajar dan memiliki alasan yang jelas mengapa mereka harus belajar. Penelitian ini dilakukan oleh Ana Capdevila dari Universitat Jaume I dalam tesisnya. Ana Capdevila juga menemukan bahwa siswa perempuan yang bersekolah di sekolah swasta dan berolahraga secara kompetitif dengan orangtua yang memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi, memiliki performa akademis yang lebih baik daripada remaja nonatlet. Sebagai tambahannya, atlet temaja memiliki kebiasaan belajar yang baik dan menggunakan waktu kosongnya dalam kegiatan yang lebih bermanfaat dibandingkan yang remaja nonatlet.

Peran orangtua dalam membimbing olahraga anak

Dukungan dari orangtua sangat penting bagi anak untuk terus melakukan olahraga. Karena, bagaimanapun juga, kesuksesan menurut anak berasal dari pandangan mereka mengenai usaha yang telah mereka lakukan dan penerimaan sosial, menurut peneltian dari Dr. Jean Whitehead. Dukungan dari orangtua juga terbukti dapat membuat olahraga menjadi lebih menyenangkan dan menantang bagi anak perempuan.

Berikut adalah panduan dari Women’s Sports Foundation (2011) untuk orang tua dalam membimbing anak dalam berolahraga:

Yang harus dilakukan

  • Buat sesi olahraga menjadi lebih menyenangkan agar anak tertarik untuk terus bermain
  • Perlu diingat jika kesalahan yang dibuat oleh anak sangatlah wajar
  • Luangkan waktu untuk berdiskusi dengan anak mengenai olahraga yang ia ikuti dengan alur pembicaraan yang suportif
  • Berikan penghargaan terhadap usaha anak untuk berolahraga
  • Selalu berpikiran positif dalam mendukung anak
  • Menjadi panutan yang baik bagi anak dalam berolahraga

Yang tak boleh dilakukan

  • Berteriak kepada anak
  • Mengomentari kesalahan anak secara berkelanjutan
  • Mengomentari kesalahan anak di depan orang lain
  • Tidak sabar dalam melihat perkembangan anak, sehingga menuntut anak untuk bekerja dalam performa baik dalam sekali coba
  • Menuntut anak untuk mengambil jalur pro (menjadi atlet profesional)
  • Meremehkan usaha anak dalam mencoba
  • Membandingkan anak dengan anak lain yang lebih baik
  • Membuat sesi olahraga tidak menyenangkan dengan hanya berlatih tanpa bermain

Walaupun telah mengetahui keuntungan jika anak melakukan olahraga, 9 dari 10 orangtua di Amerika pada survei dari espnW/Aspen Institute Project Play Survey of Parents on Youth Sports Issues (2014), mengaku mereka mengkhawatirkan cedera dan kecelakaan yang mungkin terjadi dalam sesi olahraga. Namun sesungguhnya, setiap insiden dalam olahraga bisa dicegah, menurut Centers of Disease Control and Prevention. Dr. Shannon Cohen dari Rumah Sakit Anak East Tennessee membeberkan kunci utama untuk mencegah terjadinya kecelakaan pada anak. Hal itu adalah menjadikan setiap sesi olahraga menyenangkan bagi anak. Dengan begitu, tidak perlu ragu agar anak berpartisipasi akif dalam olahraga, kan?

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Berbagai Cara Mudah Mengatasi Ruam Susu Pada Bayi ASI Eksklusif

    Para ibu mungkin sudah tidak asing lagi dengan kemunculan ruam susu atau ruam di pipi bayi. Namun, apakah ruam susu itu dan bagaimana cara mengatasinya?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit

    Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

    Baru-baru ini ilmuwan jepang menemukan rahasia cara sempurna memeiuk bayi. Bagaimana caranya agar bayi nyaman dan tenang?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Parenting, Tips Parenting 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit

    7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

    Kadar kolesterol tinggi bisa menghantui siapa pun. Pelajari sekarang juga apa itu kolesterol dan semua pertanyaan seputar kolesterol yang sering diajukan.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Nutrisi, Hidup Sehat 22/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

    Membentak anak dapat memberikan dampak yang buruk. Apa akibat dari anak terlalu sering dibentak dan apa yang harus dilakukan orangtua?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Parenting, Tips Parenting 22/06/2020 . Waktu baca 8 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    Konten Bersponsor
    penyebab stunting

    Benarkah Cacingan Bisa Menyebabkan Stunting pada Anak?

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 5 menit
    Olahraga di luar rumah pandemi

    Olahraga di Luar Rumah Saat Pandemi? Perhatikan Hal-hal Ini

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Dipublikasikan tanggal: 30/06/2020 . Waktu baca 4 menit

    Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit
    mengatasi ruam popok bayi

    Si Kecil Mengalami Ruam? Berikut 8 Cara Mengobatinya

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 7 menit