Beralih dari Ranjang Bayi, Begini Cara Melatih Anak Tidur di Kasurnya Sendiri

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum.

Tidak selamanya anak tidur di ranjang bayi yang sempit. Ya, ada saatnya si kecil akan tumbuh besar dan pindah ke tempat tidur anak-anak, baik masih sekamar dengan Anda atau di kamar sendiri. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para orangtua. Pasalnya, tidak semua anak mau tidur sendiri, entah karena terbiasa tidur di ranjang bayi atau takut tidur sendirian. Lantas, bagaimana caranya agar anak mau pindah ke tempat tidurnya? Bagaimana supaya membiasakan anak tidur sendiri dan mengajarkannya tidak takut?

Kapan sebaiknya anak tidur sendiri di kasurnya?

Sebetulnya, tidak ada patokan khusus kapan anak harus pindah dari ranjang bayi ke tempat tidur. Ikuti saja kemauan si kecil dan bicarakan baik-baik kapan ia siap untuk tidur sendiri di kasur.

Tanda-tanda anak sudah siap untuk pindah ke tempat tidurnya sendiri adalah saat ia mulai sering memanjat sekat-sekat ranjang bayi, merasa kesempitan saat tidur, atau lebih banyak menghabiskan waktu di tempat tidur Anda. Biasanya, hal ini sering dilakukan oleh anak usia 1,5 sampai 3,5 tahun.

Meski begitu, Deborah Lin-Dyken, seorang pakar gangguan tidur anak, mengungkap kepada Baby Center bahwa sebaiknya tunggu anak sampai berusia 3 tahun supaya lebih siap untuk tidur sendiri.

Cara mengajarkan anak tidur di kasur sendiri

Sebelum mengajarkan anak tidur sendiri di kasurnya, sebaiknya beri tahu si kecil sekitar satu minggu sebelumnya supaya ia tidak kaget. Berikan penjelasan kepadanya bahwa ia sudah bukan ‘bayi’ lagi dan mulai tumbuh besar. Katakan padanya, “Sekarang adik sudah besar, yuk tidur di kasur sendiri.”

Tanpa harus memaksanya, Anda dapat mengajarkan anak tidur sendiri di kasurnya dengan cara berikut ini.

1. Pilih kasur yang nyaman

anak tidur

Sebelum mengajari anak tidur di kasurnya sendiri, langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah menyiapkan tempat tidur yang nyaman untuk si kecil. Pilihlah jenis kasur yang empuk, lembut, dan bebas dari tungau untuk menjaga kulit anak yang sensitif. Selain itu, pastikan kasur yang Anda pilih tidak terlalu tinggi untuk memudahkan anak naik atau turun dari kasur.

Sebaiknya, libatkan anak saat memilih kasur, seprai, sampai selimut untuknya. Mungkin saja si kecil lebih menyukai kasur yang bergambar super hero atau binatang. Kalau anak sudah tertarik dengan kasur pilihannya sejak awal, maka nantinya akan lebih mudah bagi Anda untuk mengajarkannya tidur sendiri di kasur barunya.

Bila memungkinkan, letakkan kasur di tempat yang sama dengan posisi ranjang bayi. Dengan begitu, anak akan lebih mudah beradaptasi dengan kasur barunya karena suasananya tidak banyak berubah.

2. Biarkan anak menaruh barang favoritnya di sekitar kasur

memilih mainan anak

Berikan kebebasan bagi anak untuk meletakkan semua barang favoritnya di sekitar kasur. Sebab, anak biasanya akan lebih mudah tidur jika dikelilingi oleh barang-barang yang ia sukai.

Yang terpenting, pastikan anak merasa nyaman dan menyukai suasana kamar atau kasur barunya. Jika suasana hati anak membaik, maka akan lebih mudah bagi Anda untuk mengajarkan anak pindah tempat tidur ke kasur.

3. Biasakan anak tidur siang di kasur

anak perlu tidur siang

Sebelum melatih anak tidur di kasurnya saat malam hari, cobalah latih anak tidur siang di kasur. Sebagai langkah awal, Anda bisa mengajak si kecil bermain bersama di kasur sampai ia ketiduran. Entah dengan membacakan buku cerita, main mobil-mobilan, dan sebagainya.

Begitu ia mulai merasa nyaman tidur di kasur saat siang hari, barulah Anda bisa mengajaknya pelan-pelan untuk tidur di kasur saat malam hari. Ingat, tetap temani si kecil sampai ia benar-benar tidur dengan nyenyak di kasur. Jika perlu, letakkan beberapa bantal atau guling di sekitar tubuh anak untuk mencegahnya terjatuh dari tempat tidur.

4. Ajak saudara kandungnya tidur bersama

anak kembar identik

Kalau si kecil punya saudara kandung yang lebih tua, mintalah bantuan sang kakak untuk mengajak si adik tidur bersamanya di kasur. Si adik tentu akan lebih tenang dan aman karena merasa dijaga oleh kakaknya sepanjang malam. Selain mengajarkan si kecil tidur di kasur, hal ini juga dapat mempererat hubungan antara kakak dan adik, lho.

5. Lihat respon anak saat tidur

anak tidur

Setelah si kecil berhasil tidur di atas kasur barunya, perhatikan gerak-gerik anak saat tidur. Apakah ia mulai bisa tidur nyenyak atau justru terlihat tidak nyaman dan mulai merengek minta pindah?

Jika si kecil menunjukkan gelagat tidak nyaman saat tidur, tepuk tubuhnya pelan-pelan untuk menenangkan anak. Ingat, jangan tinggalkan si kecil tidur sendirian dalam kondisi tidak nyaman, ya.

Jangan juga paksa anak tidur di kasur barunya jika ia memang belum siap. Biarkan ia kembali tidur di ranjang bayinya daripada membiarkan anak rewel sepanjang malam.

Bila anak berhasil melewatkan satu malam dengan baik, berikan ia penghargaan kecil untuk menghargai usahanya. Misalnya dengan memberikan buku cerita baru, stiker bergambar, atau pergi jalan-jalan ke taman esok hari. Penghargaan tak perlu mahal, yang penting bermanfaat dan membuat si kecil merasa dihargai saat berhasil tidur sendiri.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca