4 Kiat Mengajarkan Anak Menjadi Sosok Teman yang Baik

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 17/11/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Selain anggota keluarga di rumah, anak membutuhkan teman. Pasalnya, teman menghabiskan waktu bersama si kecil seharian di sekolah maupun di rumah. Agar hubungan mereka dapat rukun dan langgeng, Anda perlu mengajarkan anak untuk menjadi teman yang baik. Yuk, ikuti beberapa caranya berikut ini.

Kenapa perlu mengajarkan anak menjadi teman yang baik?

Teman adalah sosok yang penting bagi kehidupan anak. Memiliki teman dan menjalin persahabatan memungkinkan anak untuk belajar mengenal dirinya sendiri lebih baik. Selain itu menurut laman Life Education, adanya teman juga dapat meningkatkan rasa percaya diri, sosialisasi, dan kompetisi dalam diri anak.

Ketika anak dewasa, teman juga bisa membantu mereka untuk menemukan jati diri dan mengurangi kecemasan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa teman menjadi bagian penting dalam perkembangan sosial, emoisional, dan kesehatan fisik anak.

Namun, menjalin pertemanan bagi anak-anak bukanlah hal yang mudah. Pasalnya, hal ini melibatkan berbagai keterampilan, salah satunya kemampuan anak menempatkan diri mereka sendiri sebagai teman yang baik.

Jika tidak, anak mungkin akan bersikap agresif dan sering mengejek temannya. Itulah sebabnya, peran orangtua sangat dibutuhkan agar si kecil berhasil membangun persahabatan yang sehat.

Berikut ada beberapa cara untuk mengajarkan anak untuk menjadi teman yang baik, seperti:

1. Meningkatkan empati

adik kakak anak berantem bertengkar berkelahi

Melatih anak untuk menjadi teman yang baik dimulai dengan mengasah rasa empatinya. Empati adalah kemampuan anak untuk menempatkan diri pada posisi orang lain untuk memahami emosi seseorang.

Adanya empati memungkinkan anak untuk tidak melakukan hal yang mungkin menyakiti temannya, seperti mengejek atau membully temannya. Ada banyak hal yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan empati anak, salah satunya membantunya mengatasi emosi negatif.

Saat Anda memergoki anak bertengkar dan memukul temannya, jangan langsung memarahinya. Dekati ia dan jelaskan hal ini dengan lembut, “Kamu kesel, ya, sama Adit? Lain kali jangan dipukul, kan sakit. Kamu kasih tahu dia baik-baik, kalau kamu mau pinjam mainannya, oke?”

Menjelaskan hal ini pada anak bisa membantu anak untuk memahami perasaan orang lain lebih baik dan meningkatkan empatinya.

2. Ajari keterampilan dalam bersosialisasi

kartu identitas anak

Cara mengajarkan anak menjadi teman yang baik selanjutnya adalah meningkatkan kemampuannya dalam bersosialisasi. Anda bisa mengajari anak cara berbicara yang sopan, seperti mengucapkan terima kasih, maaf, dan ungkapan-ungkapan yang bisa menunjukkan kepedulian anak pada temannya.

3. Baca buku mengenai persahabatan bersama

kecerdasan emosional pada anak

Persahabatan adalah hal yang abstrak, yang mungkin sulit untuk dipahami anak. Anda bisa meningkatkan pengetahuan anak mengenai persahabatan melalui kegiatan membaca buku.

Buku bacaan biasanya memiliki topik persahabatan yang beragam, misalnya mengajari menghormati perbedaan, memberi tahu caranya menghibur teman yang bersedih, atau cara meminta maaf pada teman. Lewat beragam bacaan ini bisa memberi gambaran seperti apa memperlakukan teman dengan baik.

4. Jadilah contoh

cara memuji anak

Cara mengajarkan anak untuk menjadi teman yang baik tidak hanya dari buku. Buku memang memberikan gambaran, namun anak perlu sosok nyata yang bisa ia tiru. Nah, di sinilah peran Anda sangat dibutuhkan karena anak akan sangat memerhatikan perilaku Anda.

Mengajari keterampilan ini tidak bisa dilakukan secara instan. Anak butuh waktu untuk mencerna dan terbiasa dengan hal tersebut. Ia mungkin sesekali melakukan kesalahan dan ini adalah hal yang wajar. Jadi, Anda harus selalu mengawasi dan membimbing anak agar bisa menjadi teman yang baik bagi orang lain.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Vitamin Terbaik untuk Sistem Pencernaan Anak

Vitamin merupakan salah satu nutrisi yang penting untuk kesehatan sistem pencernaan anak. Lantas, jenis vitamin mana yang paling baik? Lihat di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Parenting, Nutrisi Anak 23/04/2020 . Waktu baca 6 menit

Seberapa Banyak Kebutuhan Cairan Anak Balita Usia 2-5 Tahun?

Menjaga tubuh agar tetap terhidrasi tidak hanya tugas orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Lalu, seberapa banyak kebutuhan cairan anak balita?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Parenting, Nutrisi Anak 14/04/2020 . Waktu baca 7 menit

Begini Cara Dekat dengan Anak Pasangan Tanpa Rasa Canggung

Bila Anda sedang menjalin hubungan dengan seorang single parent, tentu harus mendekatkan diri dengan anaknya. Berikut cara dekat dengan anak pasangan.

Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Hidup Sehat, Seks & Asmara 18/03/2020 . Waktu baca 3 menit

Kulit Anak Terinfeksi Setelah Dicakar Kucing; Apakah Akan Menular ke Anak Lain?

Dicakar kucing tidak hanya menimbulkan lecet, tapi juga bisa berisiko menimbulkan infeksi pada anak. Lantas, bila si kecil terinfeksi, apakah akan menular?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Anak, Parenting 22/02/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara memandikan bayi yang baru lahir

Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 9 menit
akibat anak terlalu sering dibentak

Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . Waktu baca 8 menit
depresi pasca melahirkan ayah

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit
menghukum anak berbohong

Menghukum Anak Karena Berbohong Justru Akan Membuatnya Berbohong Lagi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 29/04/2020 . Waktu baca 5 menit