5 Tips Mendidik Anak Menjadi Perempuan Tangguh dan Mandiri Seperti Kartini

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29/11/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Dengan mendidik anak perempuan, dunia bisa menjadi lebih baik. Setujukah Anda dengan pernyataan tersebut?

Sebagai orangtua, Anda tentu menginginkan yang terbaik bagi gadis kecil Anda hingga ia dewasa kelak. Sayangnya, di era modern ini masyarakat masih saja sering mengesampingkan peran dan suara perempuan. Jadi bila sejak kecil mental anak perempuan Anda tidak disiapkan, akan sulit baginya untuk menjadi sosok yang tangguh dan mandiri.

Bagaimana caranya mendidik anak perempuan dengan nilai pemberdayaan dan kesetaraan gender? Ini dia tips-tipsnya.

1. Tanamkan kepercayaan diri

Kepercayaan diri adalah modal utama untuk membentuk kepribadian anak perempuan. Jadi usahakan untuk menanamkan kepercayaan diri, bukan keraguan. Hindari mengkritik anak seperti, “Anak perempuan kok makannya rakus? Tidak lihat badanmu sudah segitu besar?” atau, “Anak perempuan jangan main panas-panasan di luar. Jadi gosong kulitmu. Bagaimana mau dapat jodoh nanti?” Kritikan-kritikan pedas tanpa disadari membuat anak berkecil hati.

Lebih baik bangun kepercayaan dirinya secara positif. Misalnya dengan mengajari anak mengendalikan nafsu makan dan berolahraga rutin. Anda juga bisa memuji kualitas baik anak seperti, “Tadi kamu hebat sekali waktu main sepak bola! Ibu bangga lihatnya.”

2. Kembangkan minat dan bakatnya

Bagian penting dari mendidik anak perempuan adalah menggali minat dan bakatnya. Bahkan jika ia punya bakat yang tidak begitu lumrah buat anak perempuan, misalnya bela diri. Dengan begitu, anak perempuan bisa mengembangkan dirinya secara maksimal tanpa ada unsur paksaan.

Sementara kalau Anda memaksakan anak perempuan pokoknya harus jago main musik atau menari, bisa jadi anak merasa tidak cocok. Akhirnya ia pun melakukannya setengah hati dan tidak bisa menggapai mimpinya.

Ingat, yang terpenting adalah memberi kesempatan bagi putri Anda untuk menjelajahi berbagai kesempatan. Kemudian, percayakan anak untuk menentukan sendiri bidang apa yang paling diminati dan dikuasainya.

3. Mencoba berbagai hal baru

Perluas wawasan anak perempuan dengan mencoba berbagai hal dan pengalaman baru. Ini akan membantunya beradaptasi dengan keberagaman dan belajar menyelesaikan masalah. Daripada pergi ke mal terus, Anda bisa mengajak anak jalan-jalan ke kota atau daerah yang budayanya sangat berbeda dengan tempat tinggal Anda saat ini.

Atau kalau selama ini anak selalu minta diantar ke sekolah. Sesekali cobalah untuk bersepeda bersama putri Anda. Ia akan belajar bahwa ada banyak cara untuk pergi ke sekolah, tak harus diantar dengan sepeda motor misalnya. Ia juga akan belajar memecahkan masalah dan jadi mandiri bila suatu hari Anda berhalangan mengantarnya ke sekolah.

4. Ajari anak mengambil keputusan

Mendidik anak perempuan bukan berarti mendikte segala keputusan untuknya. Justru Anda perlu melatih kemampuannya mengambil keputusan. Suatu hari nanti, anak akan tumbuh jadi wanita yang berpendirian dan bertekad. Tak melulu bergantung pada orang lain untuk menentukan pilihan baginya.

Mulai dengan hal sederhana seperti menanyakan apakah anak lebih memilih pergi ke pesta ulang tahun teman sekelasnya atau ikut ujian renang yang kebetulan jatuh di hari yang sama. Atau biarkan anak memilih sendiri satu barang yang mau dibeli, buku bacaan atau mainan baru.

5. Dengarkan anak

Anak perempuan yang tangguh tahu bahwa pendapatnya penting dan patut didengar. Jadi, Anda harus belajar untuk mendengarkan anak. Jangan selalu berasumsi Anda tahu apa yang dirasakan atau dipikirkan putri Anda. Sebaliknya, dengarkan dan tanya anak lebih jauh soal pikiran dan perasaannya.

Misalnya jika anak mengeluh soal tugas sekolahnya. Tak perlu langsung memarahi anak, apalagi menuduhnya malas. Anda justru bisa bertanya, “Kenapa kamu merasa malas? Menurutmu kira-kira bagaimana caranya supaya malasnya bisa hilang?” Dari jawabannya, Anda bisa memberikan nasihat yang tepat. Ia juga jadi tahu bahwa Anda menghargai perasaannya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

Momen anak disunat menjadi salah satu hal penting, khususnya di Indonesia. Tapi, dari sisi medis, kapan waktu yang tepat untuk melakukan sunat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Banyak gejala penyakit yang sering kali kita abaikan karena terkesan remeh. Padahal, jika dibiarkan justru efeknya bisa fatal.

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 03/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Salah satu cara mempererat hubungan dengan bayi adalah dengan memandikannya. Bagaimana cara memandikan bayi baru lahir yang tepat dan aman?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25/06/2020 . Waktu baca 9 menit

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Kadang, ibu tidak memperhatikan kapan harus mengganti popok dan cenderung membiarkan bayinya memakai popok terlalu lama. Ini akibatnya pada bayi Anda.

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kode wadah plastik pada makanan atau minuman

Apakah Wadah Plastik untuk Makanan Anda Aman Bagi Kesehatan? Cari Tahu Lewat Kode Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
botol plastik hangat

Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat bersepeda

Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit