Panduan Memilih Film Anak yang Berkualitas dan Mendidik

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Tak hanya untuk orang dewasa saja, menonton film juga jadi aktivitas waktu luang yang sangat disukai anak-anak. Namun, banyaknya film yang tayang di televisi atau bioskop mengharuskan orangtua untuk lebih selektif terhadap tontonan anak. Pasalnya, tidak semua film boleh ditonton oleh anak kecil. Yuk, cari tahu cara memiliki film anak yang bagus dan mendidik dalam artikel ini.

Memilih film anak yang bagus

Para orangtua, berikut berbagai cara memilih film anak yang bagus, berkualitas, dan mendidik:

1. Pilih film anak sesuai dengan usianya

menonton tv terlalu dekat

Pada dasarnya setiap film diproduksi sesuai dengan target pasarnya masing-masing, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Oleh karena itu, Anda perlu memastikan kalau film yang akan ditonton anak sesuai dengan usianya.

Di Indonesia, film bioskop yang ramah anak masuk dalam kategori Semua Umur (SU). Sementara untuk produksi internasional, film ramah anak masuk dalam kategori G (General Audience).

Saat di bioskop, Anda bisa melihat kategori film pada poster film atau pada layar peringatan Lembaga Sensor Film (LSF) yang muncul di awal pertunjukan. Untuk mencari tahu informasi lebih lanjut tentang film yang akan Anda tonton, Anda juga bisa menanyakan langsung pada petugas bioskop. Apabila menonton dari DVD, maka Anda bisa memeriksa kategori film tersebut di bagian sampul depan atau belakang kemasannya.

Lantas, bagaimana kategori film di layar televisi? Faktanya, kategori film di televisi berbeda dengan yang ada di bioskopi. Di layar televisi, kategori film dibuat lebih banyak dan spesifik berdasarkan usia anak. Berikut berbagai kategori film anak yang tayang di televisi:

  • SU (semua kalangan di atas usia 2 tahun)
  • P (anak usia prasekolah usia 2-6 tahun)
  • A (anak usia 7-12 tahun)

Jika ingin  menonton film anak lewat siaran TV, Anda bisa menemukan kategori film di sudut kanan atau kiri atas layar kaca.

2. Pilihlah tema film anak yang mendidik

durasi nonton tv anak

Jangan hanya melihat sebuah film dari pemainnya saja. Bagi orangtua, konten atau isi cerita dalam film anak juga penting untuk diperhatikan. Hindari film yang banyak menyuguhkan adegan kekerasan atau pertengkaran, baik secara verbal maupun non verbal. Tak hanya itu, pastikan kalau film yang akan ditonton si kecil bebas dari unsur SARA atau berbau seksual.

Ingat, anak-anak memiliki rasa ingin tahu dan daya imajinasi anak sangat tinggi. Ditambah lagi, mereka umumnya belum bisa membedakan mana hal yang baik dan buruk. Alhasil, ketika ia terpapar berbagai konten negatif setiap hari, ia bisa saja berpikir bahwa hal buruk lumrah untuk dilakukan.

Nah, Anda tentu tidak mau ‘kan kalau si kecil melakukan hal tersebut? Oleh karena itu, pastikan bahwa film yang akan ditonton akan memuat konten-konten positif yang mengajarkan anak untuk berperilaku baik dengan orang lain. Jadi, tak hanya mendapatkan hiburan semata, anak Anda juga akan mendapatkan pelajaran berharga untuk ke depannya.

3. Cari ulasan film di berbagai media

mengecek handphone

Sebelum memberikan lampu hijau untuk si kecil menonton film, Anda harus mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang film yang akan mereka tonton terlebih dahulu. Informasi ini termasuk kategori film, genre, maupun alur ceritanya.

Anda bisa menanyakan langsung pada teman atau kerabat dekat yang memang sudah menonton film tersebut. Selain itu, Anda juga bisa mencari informasi dari majalah film atau situs  internet.

Ya, saat ini sudah banyak website khusus yang menyajikan berbagai ulasan tentang film-film yang akan, sedang, atau telah diputar di bioskop. Di website yang khusus membahas tentang berbagai film ini, Anda bisa melihat penilaian tentang suatu film dari para kritikus film atau orang-orang yang memang telah menonton film tersebut.

Jika semua ulasan menunjukkan hasil yang positif, maka film tersebut bisa jadi pertimbangan untuk bahan tontonan si kecil. Namun, pastikan Anda bertanya dulu kepada si kecil apakah ia tertarik atau tidak untuk menonton film tersebut. Jika anak Anda tidak tertarik, maka jangan sekalipun Anda memaksanya untuk menonton. Hal ini karena anak akan lebih cepat merasa bosan ketika diajak untuk menonton film tersebut.

Ortu harus dampingi anak ketika menonton film

anak menonton film berdasarkan umur

Film merupakan salah satu sarana pembelajaran yang efektif bagi anak Anda. Melalui film, anak-anak dapat mengenal kosakata, warna, gerakan, benda, ritme, dan masih banyak lagi. Sayangnya, tak semua film anak menyuguhkan tayangan yang berkualitas dan mengedukasi. Beberapa film anak justru ada yang diam-diam menyelipkan adegan kekerasan.

Misalnya, karekter A di salah satu film animasi memukul karakter B dengan palu gada ukuran jumbo sampai badannya babak belur dan gepeng. Meski adegan tersebut dikemas secara hiperbolik dan tidak realistis, anak-anak belum bisa membedakan mana fantasi dan kenyataan. Alhasil, mereka bisa menganggap segala hal yang dilihat di film sebagai sebuah kebenaran. Tak hanya itu, anak Anda mungkin saja memiliki keinginan untuk mencoba melakukan hal tersebut ke temannya.

Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mendampingi anak-anak ketika menonton film. Dengan menonton film bersama, Anda bisa langsung mengganti channel atau menghentikan kegiatan menonton jika dirasa film tersebut tidak baik untuk anak Anda.

Lebih jauh lagi, mendampingi anak menonton film bisa jadi salah satu cara untuk mengeratkan hubungan anak dan orangtua sekaligus ajang diskusi yang mengasyikan. Orangtua bisa menjelaskan ke anak tentang apa pesan moral yang disampaikan film tersebut sekaligus mendorong anak bersikap kritis tentang apa yang dia tonton. Anda bisa membuat jadwal rutin di akhir pekan untuk menonton film bersama dengan anak, entah itu di bioskop atau di rumah.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca