Aturan Memberikan Hadiah ke Anak Agar Tak Berdampak Negatif

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16/08/2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Semua anak pasti suka diberikan hadiah oleh orangtuanya, hanya sekadar es krim, makanan yang disukainya, mainan, barang yang sedang diinginkannya, dan lain sebagainya. Namun, apakah baik selalu memberikan hadiah ke anak?

Memberikan ke anak tentu dengan tujuan baik, agar anak semangat belajar, anak mematuhi perintah orangtua, anak berubah menjadi lebih baik, dan lainnya. Tapi, terus-terusan memberikan hadiah ke anak mungkin dapat berdampak pada kehidupan anak. Baik atau tidak, kira-kira?

Apa manfaat memberikan hadiah ke anak?

Hadiah atau reward dapat membantu orangtua dalam memotivasi anaknya untuk melakukan sesuatu yang belum mereka capai. Juga, dapat membantu dalam mengubah perilaku anak ke arah yang lebih positif atau membentuk kebiasaan baik anak. Mulai dari hal kecil, seperti membereskan tempat tidur di pagi hari, mencuci piring setelah makan, selalu sikat gigi sebelum tidur, sampai pada prestasi anak di sekolah.

Memberikan hadiah ke anak tidak selalu harus dalam jumlah yang besar. Makanan kesukaan anak, bermain bersama di taman, atau pergi ke tempat yang anak inginkan bisa jadi hadiah dari Anda untuk anak. Bahkan, sebuah pelukan, ciuman, tos, dan sebuah pujian ke anak juga merupakan bentuk hadiah pada anak. Murah, bukan? Jadi, hadiah tak hanya benda seperti yang selama ini Anda bayangkan.

Hadiah ini harus diberikan sesegera mungkin setelah anak berhasil mencapai tujuannya. Mengapa? Karena biasanya balita atau anak prasekolah tidak mengingat hadiah tersebut jika diberikan terlalu lama setelah perilaku. Akibatnya, hadiah tidak bekerja dengan baik dalam memotivasi anak.

Perlu Anda ketahui, hadiah tak hanya sekadar benda untuk anak, tapi lebih dari itu. Ini merupakan sebuah bentuk penghargaan dari orangtua kepada anaknya. Untuk itu, saat memberikan hadiah ke anak, Anda perlu memberitahu anak tentang apa yang ia lakukan dan mengapa ia menerima hadiah ini. Dengan begitu, anak tahu bahwa ia telah melakukan hal yang baik dan yang Anda sukai. Hadiah juga dapat mengeratkan hubungan Anda dengan anak.

Dampak negatif memberikan hadiah ke anak

Terkadang, penggunaan hadiah dalam mengembangkan sikap positif pada anak tidak selalu berhasil. Anak justru bisa menjadi ketergantungan dengan hadiah. Anak bisa saja hanya melakukan kebiasaan yang ingin ditanamkan hanya sekali untuk mendapatkan hadiah dan selanjutnya tidak melakukannya lagi.

Hadiah juga dapat membatasi perilaku positif anak yang seharusnya bisa ia kembangkan sendiri. Karena hadiah, anak hanya mengetahui perilaku positif atau perilaku baik adalah yang menjadi tujuan ia mendapatkan hadiah dan perilaku lainnya tidak baik. Hal ini bisa mencegah anak untuk mengembangkan rasa ingin “melakukan hal yang benar”.

Untuk itu, Anda harus berhati-hati dalam memberikan hadiah ini, terutama hadiah dalam bentuk benda atau jalan-jalan. Bukan hadiah yang bersifat kasih sayang, seperti ciuman dan pelukan, atau pujian. Hadiah dalam bentuk ini bisa kapan saja Anda berikan.

Tips menggunakan hadiah untuk memotivasi anak

Memberikan hadiah ke anak memang memiliki banyak manfaat. Namun, pemberian hadiah ini terkadang tidak berjalan sesuai rencana Anda. Agar hadiah berfungsi dengan baik pada anak, Anda bisa mengikuti beberapa tips di bawah ini:

  • Sebaiknya berikan hadiah ke anak jika ia telah berhasil melakukan hal yang menjadi tujuan hadiah tersebut berkali-kali. Misalnya, sudah mampu bangun pagi selama 10 hari berturut-turut kemudian baru Anda kasih hadiah. Hal ini bertujuan agar setelah diberi hadiah, anak tetap melakukan hal tersebut hingga menjadi kebiasaan.
  • Jangan terlalu sering memberikan hadiah dalam bentuk materi ke anak. Ini dapat membuatnya menjadi ketergantungan dengan hadiah saat ingin mencapai sesuatu. Ketahui kapan harus menggunakan hadiah dalam bentuk materi untuk memotivasi anak.
  • Pujian dan perhatian harus selalu digunakan bersama dengan atau tanpa hadiah materi. Kedua hal tersebut dapat membuat hubungan Anda dan anak makin baik.
  • Pilih hadiah dalam bentuk materi yang disukai anak dan berbeda-beda di setiap kesempatan agar daya tarik anak terhadap hadiah tersebut tetap besar, sehingga anak akan terus berusaha untuk mencapainya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bagaimana Cara Menghadapi Ledakan Amarah Anak yang Bikin Jengah?

Kemarahakn yang muncul dari anak tanpa diketahui alasannya kerap membuat Anda jengah. Begini cara menghadapi ledakan amarah anak dengan baik.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Parenting, Tips Parenting 06/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Bukan Dimarahi, Ini 5 Cara Agar Anak Mau Mendengarkan Orangtua

Supaya anak mau mendengarkan kata-kata orangtua, Anda perlu siasat khusus. Jangan malah dimarahi atau dibentak. Yuk, simak tips-tipsnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Tips Parenting 30/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Tidak Perlu Bingung Pilih Hewan Peliharaan untuk Anak, Ini 5 Tips dan Manfaatnya

Hewan peliharaan dan anak adalah gambaran yang menggemaskan. Namun, para orangtua perlu mempertimbangkan beberapa hal sebelum memilih hewan untuk anak.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Parenting, Tips Parenting 10/05/2020 . Waktu baca 6 menit

Menghukum Anak Karena Berbohong Justru Akan Membuatnya Berbohong Lagi

Menghukum anak yang berbohong cenderung mendorong mereka membuat kebohongan lainnya, terutama jika si anak takut pada hukuman yang akan diterimanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Parenting, Tips Parenting 29/04/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mengatasi anak step kejang demam saat anak kejang

Apa yang Harus Diakukan Jika Anak Step (Kejang Demam)

Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
Dipublikasikan tanggal: 21/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit
mengatasi ruam popok bayi

Si Kecil Mengalami Ruam? Berikut 8 Cara Mengobatinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 7 menit
Konten Bersponsor
menyikat gigi bersama merupakan salah satu cara mendorong minat si kecil dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut pada anak

5 Tips Ajarkan Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 16/06/2020 . Waktu baca 5 menit