Membantu Anak yang Pemalu untuk Menghadapi Sekolah

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Yakinkan anak Anda bahwa ia bukanlah satu-satunya yang merasa malu. Adalah normal untuk merasa gelisah berada di lingkungan yang baru. Guru anak Anda akan mengerti kondisi ini dan akan mengadakan permainan dan aktivitas untuk membantu anak-anak saling mengenal.

Jika anak Anda belum pernah mengikuti preschool, Anda dapat membuatnya masuk sekolah dengan perlahan-lahan. Kunjungi sekolah sebelum hari pertama anak Anda masuk dan tanyakan saran dari guru-guru.

Akan berguna untuk mengetahui apabila teman-teman sekelasnya tinggal dekat dengan Anda. Anda dapat mengundang mereka untuk bermain bersama sebelum hari pertama sekolah dimulai sehingga anak Anda akan mengenal beberapa wajah familiar.

Walau anak Anda pernah mengikuti preschool, ia masih membutuhkan dukungan saat sekolah dimulai. Jika diperbolehkan oleh sekolah, tinggallah sebentar di sekolah pada hari pertama. Anda dapat mengenalkan anak Anda pada anak-anak lainnya, namun jika ia tidak terlihat senang, jangan dipaksa. Gunakan mainan atau aktivitas yang dapat dilakukan dengannya.

Saat Anda harus meninggalkan anak Anda, ucapkan perpisahan. Pergi secara diam-diam saat Anda berpikir ia tidak akan menyadarinya dapat membuatnya marah. Anda tidak ingin merusak rasa percaya anak terhadap Anda saat ia memerlukan Anda.

Pastikan anak Anda mengetahui siapa yang akan menjemputnya dan kapan ia akan dijemput. Kemudian segera pergi. Semakin Anda berlama-lama, akan membuat anak dan Anda semakin sulit berpisah. Jika anak Anda marah, mintalah bantuan guru yang dapat mendistraksinya atau memintanya bermain dengan anak lain.

Berkomunikasilah dengan guru anak Anda. Ia dapat memberi tahu Anda tentang siapa teman bermain yang paling akrab dengan anak Anda, agar Anda dapat menjaga pertemanan anak seusai sekolah. Jika Anda dan guru bekerja sama, Anda dapat membantu anak Anda betah lebih cepat.

Cobalah untuk mengenali orangtua murid lainnya. Jika anak Anda melihat Anda berteman dengan orangtua lain, kemungkinan kepercayaan dirinya akan meningkat. Anda juga lebih mudah untuk mengundang anak-anak lainnya untuk bermain setelah sekolah.

Namun, jangan bebani anak Anda dengan kehidupan bersosialisasi. Ikuti kecepatan anak Anda, namun ingatlah bahwa penting untuk anak Anda bertemu dengan orang-orang dan aktivitas lainnya. Akan semakin buruk jika anak Anda kehilangan kesempatan tersebut. Anak-anak belajar banyak tentang dunia dari interaksi dengan anak-anak lainnya.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

    Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Parenting, Tips Parenting 14 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

    Tips Mengajak Orang Tua Pindah ke Tempat yang Baru

    Orang tua sering kali enggan diajak untuk pindah karena tak mau meninggalkan segala kenangan di rumah lama. Bagaimana cara membujuknya?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Hidup Sehat, Perawatan Lansia 25 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

    Panduan Lengkap Mengukur Tekanan Darah Anak di Rumah

    Anak-anak mungkin mengalami tekanan darah tinggi. Orangtua dapat mengukur tekanan darah anak di rumah dengan panduan berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Hipertensi, Health Centers 22 April 2020 . Waktu baca 7 menit

    Grup WhatsApp Keluarga Ternyata Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental

    Siapa sangka bahwa ratusan pesan yang dikirimkan setiap hari di grup keluarga, terutama platform WhatsApp bisa pengaruhi kesehatan mental Anda.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Hidup Sehat, Psikologi 29 Februari 2020 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    cara membersihkan badan bayi

    Cara Membersihkan Badan Bayi dari Kepala, Tali Pusat, Sampai Organ Intim

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
    tantrum

    Apa Penyebab Anak dan Tantrum dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Dipublikasikan tanggal: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
    bullying pada remaja

    Tanda yang Muncul Jika Anak Anda Jadi Korban Bullying

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
    akibat anak terlalu sering dibentak

    Apa Dampaknya Bila Orangtua Sering Membentak Anak?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 22 Juni 2020 . Waktu baca 8 menit