5 Aturan Penting Saat Membantu Anak Mengerjakan PR

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Memasuki masa sekolah, anak biasanya sudah mulai mendapatkan tugas atau PR. Akan tetapi terkadang PR diberikan dalam jumlah banyak dan dengan kesulitan yang tinggi, sehingga orangtua mau tak mau harus ikut turun tangan membantu mengerjakannya. Lantas, sejauh apa orangtua boleh membantu anak mengejarkan PR? Simak aturan penting dalam membantu mengerjakan PR anak di bawah ini.

Bolehkah orangtua membantu anak mengerjakan PR?

Pada dasarnya membantu anak ketika mengalami kesulitan adalah kewajiban setiap orangtua. PR atau pekerjaan rumah yang diberikan oleh guru kepada murid-murid merupakan bagian yang tidak pernah terpisahkan dari kegiatan proses belajar.

Hampir setiap hari anak pulang sekolah membawa PR, bahkan anak TK pun punya tugas yang harus dikerjakan di rumah. Oleh karena itu, peran Anda sebagai orangtua sangat diperlukan untuk membantu anak mengerjakan PR.

Namun membantu anak mengerjakan PR tetap ada batasannya. Anda tidak boleh mengambil alih sepenuhnya tugas anak, apa pun alasannya. Ingat, tugas ini diberikan untuk mengukur pemahaman murid akan materi yang sudah diajarkan di sekolah.

Lalu bagaimana dengan Anda, sejauh mana Anda bisa membantu anak Anda dalam mengerjakan PR? Jangan khawatir, Anda tetap bisa membantu anak mengerjakan PR dengan mengikuti tips berikut ini.

Hal yang harus orangtua lakukan saat membantu anak mengerjakan PR

1. Buat suasana yang nyaman

Berbagai penelitian telah menyatakan bahwa satu-satunya cara terbaik untuk meningkatkan kinerja anak dalam mengerjakan PR adalah dengan memberikan kenyamanan di rumah Anda.

Biarkan anak memilih tempat belajar yang mereka sukai. Namun jika anak Anda termasuk yang mudah teralih perhatiannya, siapkan ruangan khusus agar anak bisa belajar dengan tenang.

Hal yang terpenting, di mana pun anak mengerjakan tugas pastikan ia bebas dari gangguan. Hindari belajar dekat jendela, simpan smartphone Anda, dan matikan televisi saat anak sedang membuat PR.

2. Bikin jadwal yang pasti

Selain memastikan suasana rumah yang nyaman dan menyenangkan, Anda juga harus membuat rutinitas khusus untuk mengejarkan PR. Tanyakan kapan waktu efektif untuk belajar sesuai dengan kemauannya. Tentukan waktu yang cocok untuk anak dan keluarga, kemudian berpeganglah pada waktu tersebut.

Jika ia memilih setelah sekolah, maka memberikan anak-anak setidaknya 30 menit waktu untuk bersantai atau beristirahat sebelum mengerjakan PR adalah ide yang bagus. Selain itu, buatlah kesepakatan pada anak jika tidak ada televis, handphone, ataupun gadget lainnya sampai tugasnya selesai dan diperiksa. Kuncinya adalah konsisten dengan rutinitas.

4. Jangan langsung memberi jawaban

PR adalah cara yang digunakan guru untuk mengetahui seberapa banyak anak menyerap pelajaran di kelas. Jika saat mengerjakan PR anak mulai tampak kebingungan, jangan langsung membantu memberinya jawaban. Berikan ia dengan pertanyaan yang membuatnya berpikir, sehingga anak berusaha untuk mencari tahu jawabannya sendiri.

Misalnya, “Bagaimana cara Kakak mengerjakan tugas matematika yang kemarin? Kira-kira bisa dipakai untuk menjawab soal-soal yang sekarang, tidak?”. Jika anak berhasil mengerjakan PR yang menurutnya sulit tadi, jangan ragu untuk memuji anak Anda atas kerja keras dan usaha mereka.

Ingat, jangan marahi atau bahkan membentak anak ketika ia mengalami kesulitan ketika mengerjakan tugasnya. Daripada harus memarahi anak, Anda sebaiknya mencontohkan pengerjaan tugas yang mirip atau serupa

5. Akui ketidakmampuan Anda

Jangan takut untuk mengatakan, “Ibu juga tidak tahu bagaimana cara mengerjakan soal ini. Yuk, coba kita pikirkan bersama caranya.” Ini menunjukkan pada anak Anda bahwa tidak masalah untuk tidak tahu jawabannya dan membuat kesalahan.

Lebih penting lagi, ini menunjukkan kepadanya bagaimana usaha mencari jawaban sendiri dari PR yang sulit.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: April 27, 2017 | Terakhir Diedit: April 9, 2018

Sumber
Yang juga perlu Anda baca