Bentuk Karakter Anak Sejak Dini dengan Berbagai Aktivitas Fisik Ini

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21/01/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Orangtua dan lingkungan dapat menjadi faktor penting dalam pembentukan karakter anak. Bunda dapat mengajak atau mendorong untuk melakukan berbagai aktivitas fisik yang bermanfaat positif bagi karakter si Kecil.

5 potensi prestasi si Kecil

Karakter positif seperti sopan santun dan sifat kasih sayang pada manusia tidak datang dengan sendirinya. Bunda perlu membimbing si Kecil dengan penuh kesabaran dan lemah lembut. Apa saja potensi yang perlu dibentuk sejak dini? 

Berpikir Kreatif

Imajinasi seorang anak tidak ada batasnya dan Bunda dapat memaksimalkan potensi ini. Kreativitas membantu si Kecil menjadi lebih percaya diri, mengembangkan keterampilan sosial, dan belajar lebih baik. 

Berikan ruang khusus bagi si Kecil untuk bebas menyalurkan berpikir kreatifnya. Tidak harus mewah, Bunda dapat mulai dengan menyediakan mainan seperti bongkahan plastik yang dapat disusun atau mungkin buku gambar dan membebaskan si Kecil untuk berkreasi. 

Supel

Memiliki teman atau sahabat berguna saat anak membutuhkan dukungan dari seseorang yang dapat dipercaya selain keluarga dan akan terus berlangsung sejak kecil hingga mereka dewasa. Perlu latihan untuk menjadi seorang teman yang baik. Untuk itu, penting untuk mengajarkan si Kecil tentang pentingnya bersosialisasi sejak dini.

Mandiri

Si Kecil mulai mandiri secara fisik ketika mulai dapat merangkak, berdiri, berjalan, atau berlari dengan sendiri. Sejalan dengan ini, secara mental pun mereka mulai lebih mandiri. Dengan demikian, si Kecil akan lebih aktif dan banyak melakukan aktivitas yang bahkan mungkin dapat membahayakan dirinya sendiri.

Untuk itu, penting bagi Bunda untuk menentukan batasan tetapi tanpa mengganggu atau menghambat perkembangan kreativitas si Kecil. Melarang si Kecil saat akan melakukan tindakan yang berbahaya merupakan suatu kewajiban. Namun jika mungkin, lebih baik berikan pilihan atau arahkan si Kecil pada aktivitas lain sebelum melarang atau berkata tidak.

Tumbuh tinggi dan kuat

Menjalani pola makan sehat dan aktif secara fisik setiap hari merupakan kunci si Kecil memiliki pertumbuhan yang maksimal. Sebagai orang tua, Anda memiliki peran besar dalam menerapkan kebiasaan yang akan ditiru oleh si Kecil. Jadikan semua hal lebih menyenangkan, termasuk saat akan mengonsumsi makanan sehat dan menjalankan aktivitas. Kebiasaan ini akan terus diterapkan si Kecil hingga mereka memasuki usia remaja.

Percaya diri

Mulai dari mengambil langkah pertama hingga belajar membaca, tumbuh rasa percaya diri ketika si Kecil mempelajari dan menguasai keterampilan baru. Kepercayaan diri memberi si Kecil keberanian untuk terus mengeksplorasi dan memperluas keterampilan.

Peran Bunda adalah selalu mendukung si Kecil dengan menyediakan berbagai aktivitas yang tetap aman, tetapi dapat memberikan pelajaran baru yang berharga. Tidak lupa Bunda tetap perlu mengawasi setiap si Kecil melakukan kegiatan apapun.

Aktivitas fisik untuk bantu membangun karakter

Aktif secara fisik baik dan penting untuk anak-anak. Dengan sering bergerak, otot, tulang, dan sendi dapat menjadi lebih kuat. Setidaknya si Kecil butuh bergerak aktif selama 60 menit setiap hari. Namun, tentu di balik itu si Kecil juga tetap perlu memenuhi asupan gizi yang seimbang.

Maka dari itu, penting untuk Bunda menyediakan bermacam-macam sumber makanan sehat. Lebih baik lagi jika Bunda memberikan tambahan asupan gizi dari alternatif lain seperti susu formula soya yang telah difortifikasi.

Ketika si Kecil menginjak usia yang dipenuhi dengan beragam aktivitas, Bunda perlu mengawasi mana saja kegiatan yang memberikan dampak positif terutama pada pembentukan karakter anak. Lalu aktivitas apa saja yang baik untuk membangun karakter anak. Berikut beberapa contohnya.

Olahraga

Berolahraga bukan hanya baik untuk kesehatan fisik, tetapi juga bagi kesehatan mental. Penelitian telah menunjukan bahwa olahraga bermanfaat secara psikologis bagi anak karena mengajarkan beberapa keterampilan penting dalam hidup.

Bagi anak yang sudah menginjak usia sekolah, pelajaran olahraga pun sama-sama memberikan dampak positif. Menurut penelitian yang diikuti oleh para pelajar sekolah dasar di Jakarta, pelajaran olahraga dapat meningkatkan kemampuan dalam menyelesaikan masalah, menstimulasi kemampuan berbahasa, mengembangkan kemampuan bersosialisasi, dan sebagai sarana untuk menyampaikan emosi.

Kegiatan yang berhubungan dengan verbal

Karakter anak dalam kemampuan berbicara dapat dibangun dengan melakukan berbagai kegiatan yang mengandalkan verbal. Bunda dapat mengajak si Kecil berbagi cerita meski kata-kata yang digunakannya mungkin masih terbatas.

Lalu juga dengan mengajak bernyanyi bersama, Bunda membantu perkembangan kemampuan mendengar dan berbicara si Kecil.

Membaca buku bersama

Membaca membantu mengembangkan kemampuan dalam mendengar dan mengerti, menambah kosa kata, serta keterampilan dalam menghubungkan suara dan kata yang didengarkan.

Bunda bisa lebih kreatif saat membaca buku dengan si Kecil agar aktivitas dengan anak ini terasa lebih menyenangkan. Contohnya dengan menyemangati anak untuk memperagakan gerakan hewan yang ada di buku, atau menirukan suara hewan di buku.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    3 Kiat Sukses Menjaga Kebugaran Tubuh untuk Pria Usia 40 Tahun ke Atas

    Kebugaran tubuh pria di usia 40 tahun ke atas bisa dijaga dengan berbagai tips di artikel ini, agar Anda senantiasa sehat dan segar hingga usia senja nanti.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Kebugaran, Hidup Sehat 30/07/2018 . Waktu baca 4 menit

    Catat Baik-Baik, Ini Daftar Anjuran dan Pantangan Setelah Lari Maraton

    Setelah lari maraton ada berbagai hal yang perlu dilakukan untuk mempercepat pemulihan dan juga menghindari risiko cedera. Berikut ulasannya.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Olahraga Lari, Kebugaran, Hidup Sehat 25/07/2018 . Waktu baca 5 menit

    Bolehkah Melakukan Yoga Saat Sakit?

    Dilema adalah saat kondisi badan sedang tidak fit, namun Anda juga harus latihan yoga secara rutin. Lantas, bolehkah yoga saat sakit?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Yoga & Pilates, Kebugaran, Hidup Sehat 08/07/2018 . Waktu baca 4 menit

    Jalan Maju Sudah Biasa! Yuk, Coba Jalan Mundur Demi 4 Manfaat Sehat Ini

    Sekilas jalan mundur nampak tak memberikan manfaat. Tapi ternyata, aktivitas ini justru menawarkan banyak manfaat yang baik untuk kesehatan, loh. Apa saja?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Hidup Sehat, Fakta Unik 21/06/2018 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    cedera olahraga

    10 Jenis Cedera Olahraga yang Paling Sering Terjadi

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 11/06/2020 . Waktu baca 8 menit
    kebiasaan sederhana untuk menjaga kesehatan tubuh

    4 Prinsip Hidup yang Harus Dijalani Jika Anda Ingin Punya Umur Panjang

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 22/04/2019 . Waktu baca 4 menit

    Berapa Lama Lansia Harus Berolahraga? (Plus, Jenis Olahraganya yang Terbaik)

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
    Dipublikasikan tanggal: 08/11/2018 . Waktu baca 3 menit
    gerakan olahraga tabata

    6 Gerakan Olahraga Tabata Terbaik untuk Bakar Lebih Banyak Kalori

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 13/08/2018 . Waktu baca 4 menit