Bayi Kuning: Ketahui Penyebab, Tanda, dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Pernah melihat atau mengalami si kecil lahir dengan kondisi kulit berwarna kuning? Ini adalah kondisi yang sangat wajar terjadi pada bayi baru lahir, karena tingginya kadar bilirubin di dalam tubuh. Kondisi ini disebut dengan jaundice atau penyakit kuning pada bayi. Berikut penjelasan seputar penyakit kuning pada bayi.

Apa itu penyakit kuning pada bayi?

bayi berjemur penyakit kuning pada bayi

Jaundice atau di Indonesia lebih dikenal sebagai penyakit kuning pada bayi adalah perubahan warna pada kulit dan mata bayi yang baru lahir menjadi kuning.

Sakit kuning pada bayi biasa terjadi pada bayi baru lahir, terutama pada bayi prematur dan bayi yang mengalami ketidakcukupan cairan.

Jaundice bisa hilang dengan sendirinya atau dengan pengobatan ringan selama satu atau dua minggu. Atau, juga bisa membutuhkan waktu sampai dua bulan pada bayi prematur

Namun, penyakit kuning juga bisa menjadi penyakit yang lebih serius, dalam kasus yang sangat jarang. 

Penyakit jaundice yang berat atau yang tidak diobati dapat menyebabkan kerusakan otak yang disebut dengan kernikterus. Hal ini dapat menyebabkan masalah seumur hidup yang serius.

Apa yang menyebabkan bayi kuning saat lahir?

penyakit-kuning-pada-bayi

Penyakit kuning terjadi karena darah bayi mengalami kelebihan bilirubin, yaitu pigmen berwarna kuning pada sel darah merah. 

Mengutip dari Kids Health, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab bayi kuning, yaitu:

Bayi lahir prematur

Bilirubin merupakan produk sampingan yang dibuat saat tubuh memecah sel darah merah yang sudah tua.

Bilirubin ini akan dihilangkan dari darah oleh hati dan pada akhirnya akan dikeluarkan tubuh melalui feses bayi.

Pada saat bayi masih dalam kandungan, tugas tersebut dilakukan oleh organ hati ibu. Namun, setelah bayi lahir, bayi harus melakukan pekerjaan tersebut sendiri.

Mengingat bayi baru lahir, hati bayi masih membutuhkan waktu untuk memulai pekerjaan barunya tersebut, sehingga sebagian belum siap untuk memecah bilirubin.

Akhirnya, bilirubin menumpuk di darah bayi dan menyebabkan kulit dan mata bayi menguning.

Pada bayi prematur, tentu organ hatinya belum matang, sehingga ia lebih mungkin untuk mengalami penyakit kuning. 

Kondisi bayi kuning juga lebih mungkin terjadi pada bayi yang mengalami ketidakcukupan cairan.

Tidak cukupnya cairan di dalam tubuh dapat menyebabkan kadar bilirubin dalam darah meningkat, sehingga menyebabkan penyakit kuning.

Infeksi

Penyakit ini juga bisa disebabkan oleh hal lain, seperti infeksi, kekurangan enzim, masalah pada sistem pencernaan bayi (terutama hati).

Selain itu, kondisi ini juga bisa muncul karena ada masalah pada jenis darah ibu dan bayi (inkompatibilitas ABO dan RH), tetapi hal ini jarang terjadi. 

Bayi Anda mungkin bisa mengalami masalah ini jika jaundice muncul kurang dari satu hari setelah lahir.

Pada bayi sehat, jaundice biasanya baru muncul 2-3 hari setelah bayi lahir.

Golongan darah bayi berbeda dengan ibu

Kondisi bayi kuning juga bisa disebabkan oleh masalah rhesus (Rh) darah ibu terjadi karena ibu dan bayi memiliki jenis darah yang berbeda maupun golongan darah ibu dan bayi yang berbeda.

Kondisi tersebut membuat tubuh ibu akan menghasilkan antibodi yang dapat melawan sel darah merah bayi. 

Hal ini juga akan menyebabkan penumpukan bilirubin dalam darah bayi. Sebenarnya, hal ini bisa dicegah dengan cara memberikan ibu suntikan Rh immune-globulin.

Faktor yang meningkatkan risiko bayi kuning

Selain ciri-ciri bayi mengalami penyakit di atas, ada beberapa faktor yang membuat bayi berisiko mengalami kuning, yaitu: 

Kelahiran prematur

Ciri-ciri bayi prematur yaitu lahir sebelum minggu ke-38 tidak memiliki kemampuan untuk menyaring darah dengan cepat seperti pada bayi yang lahir normal. 

Bayi yang lahir prematur organnya belum siap untuk bekerja sebagaimana mestinya.

Mengalami memar selama kelahiran

Selama proses persalinan berlangsung, bisa saja ia mengalami memar akibat berbagai hal. Kondisi ini akan berisiko untuk meningkatkan bilirubin ke dalam darah.

Golongan darah

Jika ibu memiliki jenis golongan darah yang berbeda dengan si bayi, ia akan membentuk antibodi agar darahnya tidak tercampur dengan ibu.

Hal ini memungkinkan bayi untuk mengalami ikterus atau penumpukan bilirubin lebih besar.

Ibu atau bayi kurang gizi

Nutrisi ibu menyusui yang tidak mencukupi berisiko untuk membuat si bayi mengalami penumpukan bilirubin,

Selain itu, dehidrasi atau asupan rendah yang terjadi pada si bayi juga dapat mengakibatkan bayi kuning.

Apa saja yang bisa menjadi tanda bayi mengalami penyakit kuning?

jaudince

Mengutip dari NHS, bayi yang mengalami penyakit kuning akan menunjukkan ciri-ciri seperti:

  • Warna kulit bayi akan menguning, pertama akan dimulai dari wajah, kemudian dada, perut, dan kaki
  • Bagian putih pada mata bayi juga akan menguning
  • Urine berwarna hitam atau kuning pekat
  • Feses bayi berwarna pucat padahal seharusnya kekuningan menuju oranye

Gejala atau tanda penyakit kuning di atas biasanya dialami dalam 2-3 hari setelah dilahirkan.

Untuk mengetahuinya, Anda bisa menekan dengan lembut dahi atau hidung bayi.

Jika kulit bayi yang Anda tekan tampak menguning setelahnya, mungkin bayi Anda mempunyai penyakit kuning tingkat ringan.

Bayi yang mempunyai kadar bilirubin tinggi dalam darah, biasanya juga akan menunjukkan tanda-tanda seperti:

Bagaimana cara mengobati bayi kuning?

mengobati bayi

Sebetulnya, hampir sebagian besar kasus ini tidak memerlukan pengobatan apa pun. 

Anda dianjurkan untuk terus menyusui si kecil supaya kelebihan bilirubin bisa dikeluarkan lewat feses. Pastikan Anda menyusui bayi setidaknya 8-12 kali dalam sehari.

Maka, jangan heran jika nantinya feses bayi tampak lebih kecokelatan atau kekuningan karena mengandung bilirubin.

Jika tubuh bayi terus menguning, dokter biasanya akan menyarankan fototerapi (filtered sunlight) untuk membantu menyingkirkan kelebihan bilirubin dalam tubuh si kecil.

Fototerapi ini dilakukan dengan cara menyinari tubuh bayi dengan lampu bili-light atau dengan bili-blanket.

Selama proses terapi, bayi akan dibiarkan telanjang supaya seluruh tubuhnya terkena sinar dari fototerapi tersebut. Kedua matanya pun juga akan ditutupi supaya matanya terlindungi.

Sinar ultraviolet ini akan diserap oleh kulit bayi yang akan membantu mengubah bilirubin ke dalam bentuk yang lebih mudah untuk dibuang oleh tubuh bayi melalui air seninya. 

Saat disinari, tubuh bayi tidak ditutupi oleh sesuatu apapun (telanjang), tetapi mata bayi ditutupi dengan penutup mata.

Fototerapi cukup efektif dalam mengobati kuning pada bayi. Namun, jika bayi terus mengalami peningkatan kadar bilirubin walaupun sudah melakukan fototerapi, perawatan intensif mungkin perlu dilakukan pada bayi. 

Bayi mungkin memerlukan transfusi darah untuk menggantikan darah bayi yang mengandung kadar bilirubin tinggi, dengan darah pendonor yang mengandung kadar bilirubin normal.

Menurut sebuah penelitian yang dimuat pada The New England Journal of Medicine tahun 2015, prosedur ini jauh lebih efektif dan minim efek samping untuk mengobati penyakit kuning pada bayi.

Hal ini jika dibandingkan dengan menjemurnya di bawah sinar matahari langsung.

Bisakah penyakit kuning diatasi dengan menjemur bayi?

Sebetulnya, hal ini tidak sepenuhnya salah karena memang terdapat beberapa kasus sakit kuning yang berkurang berkat terkena sinar matahari.

Akan tetapi, perlu dicatat bahwa menjemur bayi setiap pagi bukanlah satu-satunya cara mengobati penyakit kuning. 

Pasalnya, rutinitas ini sebenarnya tidak cukup efektif mengurangi kadar bilirubin, tapi lebih kepada memenuhi asupan vitamin D pada bayi. 

Justru dengan membiarkan bayi usia 0-6 bulan terkena sinar matahari langsung dapat membuat kulitnya terbakar dan kepanasan.

Kapan harus membawa bayi ke dokter?

waardenburg syndrome sindrom Waardenburg

Mengutip dari Mayo Clinic, Anda harus segera membawa bayi ke dokter bila mengalami hal di bawah ini:

  • Kulit bayi berubah menjadi sangat kuning
  • Pertumbuhan bayi tidak mengalami peningkatan (berat dan tinggi badan) atau tidak mau menyusu
  • Bayi menangis dengan nada yang tinggi serta melengking
  • Bayi kuning berlangsung selama lebih dari 3 minggu

Kondisi yang parah dan tidak ditangani secara cepat, dapat mengakibatkan bayi mengalami berbagai kondisi lain.

Bilirubin yang terlalu banyak jumlahnya di dalam tubuh bisa meracuni otak bayi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Perkembangan Bayi 1 Minggu

Bayi Anda kini sudah memasuki usia 1 minggu. Apa saja perkembangan bayi 1 minggu? Cari tahu kemampuan si kecil ketika berusia 1 minggu di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 6 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Tahap Demi Tahap Perkembangan Bayi Usia 0-11 Bulan

Satu tahun pertama merupakan masa tumbuh kembang yang paling penting. Yuk, simak tahap perkembangan bayi dari baru lahir hingga berusia 11 bulan berikut.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 6 Oktober 2020 . Waktu baca 16 menit

Informasi Seputar Jam Bayi Tidur, Cara Menidurkan, dan Posisi yang Tepat

Bayi memiliki waktu tidur yang berbeda dengan orang dewasa. Ketahui cara menidurkan bayi yang membuatnya nyaman plus lama waktunya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 5 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit

Cara Membersihkan Badan Bayi dari Kepala, Tali Pusat, Sampai Organ Intim

Kebanyakan orangtua baru bingung bagaimana cara membersihkan badan bayi. Berikut panduannya, mulai dari kepala, tali pusat, sampai organ intim si kecil.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 5 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bayi baru lahir

Tahapan Perkembangan Bayi Baru Lahir 0-7 Minggu

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 15 menit
Kulit bayi Sensitif

Ketahui 4 Tips Merawat Kulit Bayi Sensitif

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
menghadapi anak masturbasi

Yang Perlu Ortu Lakukan Saat Memergoki Anak Masturbasi

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
perkembangan bayi 2 minggu setelah lahir

Perkembangan Bayi 2 Minggu

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 6 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit