Bayi Kuning, Mana yang Normal dan Mana yang Berbahaya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 24/04/2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Keadaan ketika bayi Anda kuning disebut juga dengan jaundice. Jaundice sering dialami pada bayi baru lahir. Warna kuning yang dapat dilihat di kulit dan mata bayi Anda disebabkan oleh karena penumpukan bilirubin yang belum terkonjugasi (pigmen warna yang dihasilkan akibat pemecahan hemoglobin di sel darah merah).

Pada sebagian besar bayi, penumpukan bilirubin tersebut merupakan keadaan yang normal. Akan tetapi jika jumlahnya sangat banyak, penumpukan bilirubin tersebut dapat beredar hingga ke otak (kernicterus) dan merupakan keadaan yang sangat berbahaya.

Kondisi bayi kuning yang normal

Jaundice yang normal (jaundice fisiologis) disebabkan oleh karena fungsi hati bayi yang memang belum berfungsi secara sempurna. Hati memiliki peran penting dalam metabolisme bilirubin. Jenis bilirubin yang menyebabkan jaundice ini disebut dengan bilirubin yang belum terkonjugasi, atau bilirubin indirek. Bilirubin yang belum terkonjugasi ini akan diubah ke bentuk yang sudah terkonjugasi di hati sehingga mudah dikeluarkan dari dalam tubuh.

Karena bayi baru lahir masih memiliki fungsi hati yang belum sempurna, maka bilirubin tersebut tidak sepenuhnya dikonjugasi dan dikeluarkan dari dalam tubuh. Biasanya jaundice fisiologis muncul pada saat bayi berusia 24-72 jam. Anda tidak perlu khawatir jika bayi Anda mengalami jaundice fisiologis karena keadaan ini normal dialami pada bayi.

Kondisi bayi kuning yang berbahaya

Jaundice yang tidak normal (jaundice patologis) disebabkan oleh keadaan lain yang bukan fisiologis, seperti penyakit yang menyebabkan pemecahan hemoglobin yang berlebihan. Contohnya, anemia hemolitik, perbedaan golongan darah yang menyebabkan ketidakcocokan ABO atau rhesus, serta kurangnya enzim (G6PD).

Bayi yang lahir prematur, bayi yang mengalami sumbatan di saluran cerna, dan bayi yang mengalami perdarahan juga dapat menderita jaundice patologis. Pada keadaan ini, bayi akan terlihat kuning langsung pada 24 jam pertama kehidupannya.

Selain itu, jika bayi masih kuning sampai usia 1-2 minggu, Anda juga perlu waspada apakah ada penyakit yang menyebabkan bayi Anda kuning. Biasanya akan dilakukan pengecekan kadar bilirubin pada bayi yang mengalami jaundice. Pada bayi dengan jaundice patologis, kadar bilirubinnya akan sangat meningkat.

Kapan bayi kuning harus segera diperiksakan ke dokter?

Perlu diingat, meskipun bayi Anda kuning, biasanya bayi yang mengalami jaundice fisiologis tidak menimbulkan gejala. Berikut hal-hal yang diwaspadai jika bayi Anda kuning.

  • Tetap terlihat kuning setelah satu minggu dan warna kuningnya menyebar terus hingga ke lengan atau kaki.
  • Tampak sakit dan lemas.
  • Tidak mau makan.
  • Rewel dan menangis terus.
  • Memiliki lengan dan tungkai yang “keplek” (floppy arms and legs).
  • Demam dengan suhu 38 derajat C atau lebih.
  • Kejang.
  • Kesulitan bernapas dan terlihat biru.

Jika Anda menemukan tanda-tanda tersebut pada bayi Anda yang kuning, maka Anda harus segera membawanya ke dokter untuk dicari penyebabnya dan ditangani lebih lanjut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Munculnya kista saat hamil adalah hal yang umum terjadi. Walau biasanya tidak berbahaya, ibu hamil perlu memahami apa saja pengaruhnya terhadap kandungan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit

5 Tips Ajarkan Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak

Tips ini akan membantu Anda menerapkan kebiasaan kesehatan gigi dan mulut pada anak sejak dini. Yuk, cari tahu apa saja caranya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Parenting, Tips Parenting 16/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

Tak hanya wanita yang harus memerhatikan perubahan pada dirinya. Sebagai suami Anda juga harus peka melihat tanda istri hamil dan segera mempersiapkan diri.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesuburan, Kehamilan, Hidup Sehat 13/06/2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara memandikan bayi yang baru lahir

Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 9 menit

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit
mengatasi ruam popok bayi

Si Kecil Mengalami Ruam? Berikut 8 Cara Mengobatinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 7 menit
pelukan bayi perkembangan bayi 14 minggu perkembangan bayi 3 bulan 2 minggu

Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit