Apakah Pup Bayi Anda Normal? Cek di Sini

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20/04/2020
Bagikan sekarang

Saat bayi Anda lahir, pasti ada beberapa hal yang sering menjadi kekhawatiran Anda sebagai seorang ibu. Anda yang menjadi orang tua baru pasti memiliki pertanyaan berbagai hal mengenai kesehatan bayi yang baru lahir. Namun, Anda juga harus mengenal pup bayi Anda. Mengapa? Karena kesehatan bayi  dapat dilihat dari fesesnya. Apakah pup bayi Anda normal? Kita akan cari tahu dalam di artikel ini.

Seperti apa pup bayi yang baru lahir?

Pada umumnya, pup bayi yang baru lahir berwarna hijau kehitaman atau biasa disebut mekonium. Warna ini dihasilkan oleh kolostrum yaitu zat yang dikeluarkan oleh kelenjar air susu ibu pada tahap akhir masa kehamilan. Zat ini akan terkandung dalam ASI yang ibu keluarkan setelah persalinan hingga memasuki hari ke-7 pasca kelahiran bayi.

Kolostrum sangat baik bagi bayi, karena pencernaan bayi yang belum sempurna, sehingga membutuhkan makanan dalam bentuk konsentrat, dengan ciri-ciri jumlah volume sedikit, namun kaya akan gizi. Mekonium kadang tidak begitu berbau, dan berlangsung hanya dalam satu atau dua hari ke depan.

Setelah dua hingga empat hari, kotoran bayi akan mulai berubah, berwarna lebih ringan, menjadi hijau dan tidak begitu lengket, dan hal ini pertanda bahwa usus bayi Anda baik-baik saja. Anda boleh panik jika kondisi fesesnya masih seperti ini setelah 48 jam, atau bayi Anda justru tidak mengeluarkan mekonium dalam waktu 48 jam setelah lahir. Lalu, bagaimana fesesnya setelah ini?

Mengenal pup bayi berdasarkan warnanya

Kesehatan bayi Anda tentu menjadi prioritas yang utama, kita dapat mengetahui apakah bayi dalam kondisi sehat atau tidak, salah satunya adalah dengan mengenal normal atau tidaknya ketika bayi mengeluarkan kotoran. Dengan mengetahui kondisi feses bayi, frekuensi bayi BAB, atau yang lainnya, orang tua bisa mengetahui apakah bayinya dalam kondisi sehat atau tidak khususnya dalam hal masalah pencernaan.

Selain itu, orang tua juga bisa mengetahui apakah makanan yang dikonsumsi bayi memberikan dampak yang baik atau tidak terhadap pencernaan bayi. Kenali warna feses bayi agar Anda bisa segera mendeteksi bila terjadi kelainan pada sistem pencernaannya.

1. Hijau kecoklatan

Saat bayi mulai diberi ASI, mekonium berganti menjadi hijau kecoklatan. Jika feses bayi Anda berwarna hijau kecoklatan, ini termasuk kategori normal.

2. Kuning

Setelah kelahiran, bayi yang diberi ASI biasanya memiliki kotoran berwarna kuning, ini adalah indikasi feses normal. Susu yang dikonsumsi bayi amat mempengaruhi warna fesesnya. Bila bayi minum ASI secara eksklusif, tinjanya berwarna lebih cerah dan cemerlang atau didominasi warna kuning.

3. Cokelat

Jika Anda memberi susu formula pada bayi Anda, warna fesesnya mungkin akan menjadi coklat muda atau pucat dan hal ini termasuk kategori normal.

Ketika Anda mengganti popok bayi Anda, perhatikan tekstur buang air besarnya. Jika Anda khawatir tentang warna atau tekstur feses bayi Anda, segera hubungi dokter untuk konsultasi. Hal ini penting terutama jika feses bayi Anda berwarna hitam setelah beberapa hari pertama setelah kelahiran, berwarna merah atau berdarah, berwarna putih atau abu-abu, secara konsisten berair dan secara konsisten besar, keras, atau sulit untuk keluar, hal ini bertanda bahwa bayi Anda kemungkinan tidak sehat.

BACA JUGA

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Pilihan Susu Formula Agar Bayi Tidak Sembelit

    Susu formula ternyata bisa membuat bayi sembelit. Lantas, seperti apa susu formula untuk bayi yang tidak bikin sembelit? Lihat beberapa pilihannya di sini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji

    Panduan Aman untuk Ibu Menyusui yang Positif COVID-19

    Pandemi COVID-19 memang meresahkan semua orang, termasuk ibu menyusui. Lantas, bagaimana dengan ibu yang positif terinfeksi coronavirus tetap menyusui?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Coronavirus, COVID-19 21/04/2020

    Berat Badan Bayi Ideal Usia 0-12 Bulan

    Berat badan bayi ideal merupakan patokan utama terhadap kualitas perkembangan dari bayi. Berapa seharusnya berat badan bayi di satu tahun pertamanya?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

    Berbagai Bahaya yang Ditimbulkan Akibat Melakukan Aborsi Sendiri

    Tahukah Anda, bahwa melakukan aborsi sendiri dapat menyebabkan munculnya penyakit ganas pada sang ibu? Itulah penyebab utama dari kematian ibu di dunia.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Adinda Rudystina
    Melahirkan, Kehamilan 01/04/2020

    Direkomendasikan untuk Anda

    bab anak 2 tahun berwarna hijau

    Apakah Normal Jika BAB Anak Usia 2 Tahun Berwarna Hijau?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Dipublikasikan tanggal: 02/06/2020
    rasa asi

    Kerap Bikin Penasaran, Ternyata Seperti Inilah Rasa ASI

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 23/05/2020
    warna bab bayi

    Perhatikan, Ini Warna BAB Bayi yang Normal

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Dipublikasikan tanggal: 13/05/2020
    frekuensi normal BAB bayi baru lahir

    Begini Frekuensi Normal BAB Bayi yang Baru Saja Lahir

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 27/04/2020