Bagaimana Menghadapi Anak Remaja yang Sedang Berduka?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 03/12/2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Anak remaja yang masih mengalami perkembangan emosi, biasanya akan mudah merasa depresi dan tertekan apalagi jika mengalami hal yang buruk. Salah satunya ketika mengetahui ia kehilangan teman baiknya. Meskipun sebagian besar dari mereka sudah mengetahui tentang konsep meninggal, namun kehilangan seseorang yang dekat dengannya adalah hal yang baru ia rasakan. Oleh karena itu, dibutuhkan peran orangtua untuk membantu menghibur anak remaja yang mengalami kondisi ini. Berikut adalah cara untuk menghadapi serta menghibur anak remaja yang sedang bersedih akibat kehilangan temannya.

Cara menghadapi anak remaja yang bersedih akibat kematian orang dekatnya

1. Katakan sesuatu dan dengarkan

Anda mungkin bingung apa yang harus dikatakan pada anak Anda yang sedang bersedih itu. Namun, jangan biarkan ia sendiri tenggelam di dalam kesedihannya. Anda bisa mengatakan hal-hal yang membuat dirinya tenang. Hindari hal-hal yang bersifat menasihati, sebab hal tersebut hanya akan membuat anak remaja Anda menjadi tak nyaman. Dengarkan ia saat ia menceritakan mengenai duka yang ia rasakan. Katakan padanya berduka adalah suatu yang normal

2. Mengajak bicara di waktu yang tepat

Anak remaja yang sedang bersedih juga memerlukan waktu untuk dirinya sendiri. Sebenarnya, mereka tahu bagaimana mengatasi rasa sedih dan kehilangan yang dirasakan, namun dukungan Anda masih sangat diperlukan untuk membuatnya nyaman. Untuk mengisi keheningan, Anda bisa memeluk, memegang tangan, atau menawarkan anak Anda tisu. Buatlah anak Ada menjadi lebih nyaman.

3. Pastikan bila kebutuhan dasar anak Anda terpenuhi

Saat mengalami masa sedih dan sulit, banyak orang yang hidupnya menjadi tak teratur, seperti melewatkan waktu makan atau kurang tidur. Hal ini juga mungkin terjadi pada anak Anda. Menurut American Psychological Association, 39% remaja melewatkan waktu makan ketika sedih dan stres. Oleh karena itu, Anda lah yang berperan untuk memastikan segala kebutuhan dasar anak Anda terpenuhi. Tidur yang kurang dan makan yang tidak teratur justru akan membuat tubuh menjadi semakin lelah dan tingkat stres sangat mungkin untuk meningkat.

4. Berikan motivasi dan dorongan pada anak

Berikan dorongan dan motivasi pada anak remaja Anda untuk kembali membuka diri dan melakukan hubungan pertemanan baru dengan teman-teman lainnya. Bagi remaja, teman adalah rumah kedua dan sudah dianggap seperti keluarga sendiri. Oleh karena itu, coba lah untuk meningkatkan keberanian si anak kembali dalam menjalin pertemanan dengan orang baru. Bantu ia untuk beradaptasi dengan teman-tema barunya.

5. Berikan pengertian

Meskipun sudah terbilang besar, mungkin sebagian besar anak remaja masih belum mengerti benar tentang konsep kehilangan yang ia rasakan. Mereka akan cenderung melampiaskan emosi pada hal apapun itu, tidak memandang apakah itu baik atau buruk bagi dirinya. Karena itu, Anda harus mewaspadai dan sangat memerhatikan anak Anda saat itu. Tidak sedikit anak remaja yang justru terjerumus ke dalam pergaulan yang buruk akibat tertekan dan merasa depresi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

Momen anak disunat menjadi salah satu hal penting, khususnya di Indonesia. Tapi, dari sisi medis, kapan waktu yang tepat untuk melakukan sunat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Banyak gejala penyakit yang sering kali kita abaikan karena terkesan remeh. Padahal, jika dibiarkan justru efeknya bisa fatal.

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 03/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

Camilan yang gurih memang menggoda. Namun, sebaiknya mulai ganti camilan Anda dengan kacang almond, terutama untuk penderita hipertensi.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hipertensi, Health Centers 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Apakah Anda Termasuk Orang yang Cukup Bersih? Cek Dulu di Sini!

Selama ini Anda sudah mahir menjaga kebersihan diri atau belum? Ini dia tips-tips supaya tubuh selalu bersih dan bebas dari penyakit.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 22/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kode wadah plastik pada makanan atau minuman

Apakah Wadah Plastik untuk Makanan Anda Aman Bagi Kesehatan? Cari Tahu Lewat Kode Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
botol plastik hangat

Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat bersepeda

Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit