4 Manfaat Mengajari Anak Laki-Laki Mengerjakan Pekerjaan Rumah Tangga

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 02/11/2017
Bagikan sekarang

Siapa bilang bersih-bersih rumah hanya menjadi tanggung jawab anak perempuan? Pekerjaan rumah tangga seperti beres-beres rumah, mengepel, menyapu, membersihkan kaca jendela rumah seharusnya juga dikerjakan anak laki-laki. Ingat, beres-beres rumah itu sebenarnya tidak ada hubungannya dengan jenis kelamin anak. Selain itu, anak laki-laki akan mendapat banyak sekali manfaat dengan mengerjakan berbagai pekerjaan rumah tangga. Apa saja, ya?

Manfaat mengajarkan anak laki-laki untuk beres-beres rumah

1. Mengajarkan anak tentang rasa tanggung jawab

Anda pasti menginginkan si kecil nantinya jadi pria dewasa yang bertanggung jawab. Namun, jika ia menolak untuk membereskan mainannya dan Anda membiarkannya, atau justru Anda yang membereskan, Anda justru sedang mengajarkan anak untuk mudah melepaskan tanggung jawab.

Apalagi jika ia sudah terbiasa menganggap bahwa akan ada seseorang entah itu ibu atau adik perempuannya yang akan membereskan rumah. Lebih parah lagi jika anak perempuan Anda memiliki anggapan bahwa memang ini adalah kewajibannya, jadi tidak ada alasan baginya untuk membicarakan hal ini dengan kakak atau adik laki-lakinya.

Hal yang mungkin Anda anggap remeh ini akan menjadi watak bawaan yang akan ia bawa sampai ia dewasa. Mengajarkan si kecil membereskan mainan, tempat tidur, atau meja makan yang berantakan membuatnya ia menjadi orang yang mengerti tentang rasa tanggung jawab dan tidak akan menghindari tugas baik besar ataupun kecil.

2. Membantu prestasi anak di sekolah

Anak yang mengerjakan pekerjaan rumah tangga, menurut para ahli, menunjukkan prestasi yang lebih baik di sekolah. Hal ini bisa menjelaskan mengapa anak perempuan lebih banyak yang berprestasi secara akademis dari para anak laki-laki. Melakukan pekerjaan rumah tangga di rumah bisa mengembangkan rasa tanggung jawab dan etos kerja sejak dini dalam diri anak.

Jika ia bisa membereskan tempat, tidur, menata sepatunya ke dalam rak, mengeluarkan sampah, atau melakukan pekerjaan rumah tangga yang sesuai dengan usianya, maka anak pasti juga bisa mengerjakan pekerjaan sekolahanya dengan baik dan rajin. Hal ini bisa berkaitan dengan rasa tanggung jawab dan kemandirian anak.

Beres-beres rumah itu bukan pekerjaan yang mudah, lho. Saat beres-beres rumah, anak akan dihadapkan dengan berbagai tantangan dan masalah yang harus bisa ia pecahkan. Karena itu, membereskan rumah jadi ajang untuk mengasah logika berpikir dan kemampuan pemecahan masalah anak. Dengan begitu, anak pun akan terbiasa menghadapi masalah di sekolahnya.

3. Mengembangkan rasa empati dan nilai kebaikan pada anak

Meskipun terlihat sederhana, mengajari anak laki-laki mengerjakan pekerjaan rumah tangga memiliki manfaatnya yang tidak terduga, salah satunya mengembangkan rasa empati dan kebaikan pada diri anak Anda. Kok bisa?

Jika tidak diajarkan beberapa anak laki-laki tidak memiliki kepekaan ketika melihat ibunya sedang repot mengerjakan pekerjaan rumah. Jika Anda membiarkan kebiasaan ini terjadi, bukan tidak mungkin kelak ia dewasa, si kecil tidak memiliki rasa empati untuk membantu orang lain atau pasangannya kelak.

Mereka hanya bisa menjadi seorang suami yang hanya bisa berteriak dan menyalahkan orang lain karena makanannya terlambat disajikan atau melihat setumpuk cucian tanpa melakukan apa pun. Jika Anda tidak menginginkan hal ini terjadi, mulailah dari dalam rumah Anda.

Awalnya mungkin berat untuk si kecil melakukan pekerjaan rumah tangga. Tidak perlu memberinya tugas berat, berilah tugas ringan seperti memasang seprai atau mencuci piringnya sendiri saja setelah makan. Anak pun akan terbiasa membantu Anda atau pun ayah mengerjakan pekerjaan rumah tangga.

4. Mematahkan stereotip gender

Hingga saat ini stereotip gender alias pengkotak-kotakkan peran berdasarkan jenis kelamin masih sangat kental dalam masyarakat. Anak perempuan harus melakukan pekerjaan rumah tangga menjadi salah satunya.

Padahal ketika dilahirkan, baik anak perempuan dan laki-laki tidak ada yang punya kode genetik untuk menentukan siapa yang harus mencuci piring dan siapa yang harus membantu mengangkat barang-barang yang berat.

Lantas mengapa pekerjaan rumah tangga terkadang hanya dibebankan pada anak perempuan? Padahal anak laki-laki juga bisa membantu ibu atau ayah di rumah. Hal ini bisa membatasi kemampuan anak untuk berkembang dan memecahkan masalah, mengejar impian, dan memilih jalan hidup mereka kelak.

Mengajarkan anak laki-laki Anda untuk membantu beres-beres akan membuatnya memahami bahwa membantu orangtua atau seseorang tidak ada hubungannya dengan jenis kelamin.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Tips Mengajarkan Anak Agar Rajin Merapikan Mainan Sendiri

Merapikan mainan mungkin tugas yang sederhana, tapi orangtua perlu sedikit trik untuk mengajarkannya kepada anak. Inilah sederet tips untuk Anda.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu

Mencegah Anak Shopaholic, Begini Caranya

Anak menjadi kecanduan belanja atau shopaholic memang merepotkan. Kita harus mencegahnya agar tidak terbiasa hingga dewasa. Berikut tips mencegahnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

5 Langkah Cerdas Menjelaskan COVID-19 dan Penyakit Pandemi pada Anak

Ditetapkannya COVID-19 sebagai pandemi global oleh WHO meningkatkan kewaspadaan masyarakat, termasuk orangtua. Bagaimana menjelaskan COVID-19 ke anak?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 16/03/2020

Segudang Ide Aktivitas Seru Antara Ayah dan Anak Perempuannya

Supaya hubungan antara ayah dan anak tidak renggang, ada beberapa kegiatan seru yang bisa dilakukan oleh ayah dan anak perempuan agar lebih dekat.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi

Direkomendasikan untuk Anda

menghadapi amarah anak

Bagaimana Cara Menghadapi Ledakan Amarah Anak yang Bikin Jengah?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 06/06/2020
agar anak mau mendengarkan orang tua

Bukan Dimarahi, Ini 5 Cara Agar Anak Mau Mendengarkan Orangtua

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 30/05/2020
memilih hewan untuk anak

Tidak Perlu Bingung Pilih Hewan Peliharaan untuk Anak, Ini 5 Tips dan Manfaatnya

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 10/05/2020
perkembangan psikologi anak

Mendidik Anak yang Sukses, Lakukan Tips Berikut Ini!

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 11/04/2020