home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kapan Anak Laki-laki Boleh Mulai Membesarkan Otot?

Kapan Anak Laki-laki Boleh Mulai Membesarkan Otot?

Mempunyai otot yang besar mungkin dambaan setiap laki-laki. Banyak anak laki-laki berpikir bahwa mempunyai otot yang besar itu bagus dan membuat penampilan menjadi lebih menarik. Tak jarang, beberapa anak laki-laki melakukan olahraga yang dapat membentuk ototnya, terutama otot lengan. Namun, hati-hati masa anak-anak masih merupakan masa pertumbuhan. Jangan sampai olahraga untuk membesarkan otot ini mengganggu pertumbuhan anak.

Usia berapa anak boleh membesarkan otot?

Ingat, anak masih dalam masa pertumbuhan, di mana tulang dan ototnya masih mengalami banyak proses untuk bertumbuh dan berkembang. Tepatnya pada masa pubertas, pertumbuhan tulang anak dan pertambahan massa otot anak mencapai puncaknya. Tulang anak bertambah panjang sehingga tinggi anak bertambah dan otot anak bertambah besar sehingga postur tubuh anak juga semakin besar.

Pada saat ini, olahraga memang penting dilakukan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan tulang dan otot anak. Semakin banyak aktivitas yang dilakukan, semakin sering otot dan tulang digunakan, sehingga semakin kuat otot dan tulang anak. Hal ini tentu baik. Namun, yang perlu di garis bawahi adalah jangan terlalu banyak melakukannya. Olahraga yang dilakukan juga harus disesuaikan dengan kemampuan tubuh anak. Terlalu banyak menempatkan tekanan (stress) pada tubuh dapat memicu reaksi tubuh yang berbeda pada usia berbeda.

Karena anak atau remaja belum mencapai pertumbuhan tulang dan otot yang sempurna, maka disarankan agar anak menunggu sampai pertumbuhan tulang dan ototnya selesai, baru bisa melakukan olahraga untuk membesarkan otot. Kira-kira pada usia sekitar 20 tahun anak laki-laki bisa melakukan hal ini karena pada usia ini umumnya anak laki-laki sudah menyelesaikan masa pertumbuhannya. Ini adalah waktu yang baik bagi Anda.

Pada usia sekitar 20 tahun, anak laki-laki dapat mulai membangun massa ototnya dengan mengangkat beban yang lebih berat. Gunakan usia 20-an ini untuk membentuk otot Anda karena massa otot lama-kelamaan akan berkurang secara alami karena penuaan.

Bagaimana cara aman untuk membesarkan otot?

The American Academy of Pediatrics merekomendasikan bagi anak atau remaja yang ingin membesarkan ototnya kurang dari usia tersebut agar:

  • Mulai membesarkan otot dengan bobot latihan yang lebih ringan sehingga otot berkembang dengan bentuk yang tepat
  • Latihan kardio secara teratur
  • Menghindari latihan angkat beban berat sampai pertumbuhan anak benar-benar selesai

Olahraga apa yang baik dilakukan oleh anak?

Bukan berarti anak tidak boleh melakukan olahraga, olahraga justru sangat baik dilakukan oleh anak. Olahraga dilakukan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan otot dan tulang anak. Anak atau remaja disarankan untuk melakukan olahraga yang sifatnya melawan gravitasi (weight-bearing exercise). Olahraga ini memberi beban pada tulang dan otot sehingga membantu otot dan tulang lebih kuat.

Contoh dari olahraga ini, yaitu:

  • Berjalan
  • Lari
  • Sepak bola
  • Futsal
  • Basket
  • Voli
  • Tenis
  • Lompat tali
  • Gimnastik
  • Aerobik

Berenang dan bersepeda bukan merupakan olahraga yang memberi beban pada tulang, tapi kedua olahraga tersebut juga bisa anak lakukan untuk membantu mengembangkan otot yang kuat dan tulang yang kuat.

Ingat, di samping melakukan olahraga tersebut, anak tetap butuh untuk mencukupi kebutuhan nutrisinya dari berbagai makanan bergizi. Nutrisi ini juga diperlukan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Jangan sampai anak malah menjadi kurus karena terlalu banyak olahraga atau karena tuntutan olahraga kegemarannya. Kurang nutrisi dan terlalu banyak melakukan olahraga justru dapat membuat tulang menjadi rapuh, mudah cedera, dan nyeri otot berkepanjangan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

NIH Osteoporosis and Related Bone Diseases. (2015). Kids and Their Bones: A Guide for Parents. [online] Available at: https://www.niams.nih.gov/health_info/bone/bone_health/juvenile/default.asp [Accessed 18 Apr. 2017].

McNary, T. (2015). Perfect Age for Bodybuilding. [online] LIVESTRONG.COM. Available at: http://www.livestrong.com/article/489619-perfect-age-for-bodybuilding/ [Accessed 18 Apr. 2017].

NIH Eunice Kennedy Shriver National Institute of Child Health and Human Development. How does physical activity help build healthy bones?. [online] Available at: https://www.nichd.nih.gov/health/topics/bonehealth/conditioninfo/Pages/activity.aspx [Accessed 18 Apr. 2017].

Brown, Judith E. (2011). Nutrition Through the Life Cycle (fourth edition). Pg: 360. Wadsworth: Cengage Learning.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Arinda Veratamala
Tanggal diperbarui 27/04/2017
x