7 Olahraga Peninggi Badan yang Bisa Dilakukan di Rumah

    7 Olahraga Peninggi Badan yang Bisa Dilakukan di Rumah

    Memiliki postur tubuh tinggi memang dipengaruhi oleh faktor genetik. Namun, Anda yang tak memiliki faktor genetik postur tinggi dari orang tua bisa mencoba beberapa jenis olahraga peninggi badan.

    Lantas, seberapa efektif olahraga peninggi badan ini? Temukan jawabannya di penjelasan berikut yuk!

    Apakah olahraga peninggi badan efektif?

    Mengutip dari situs Medline Plus, sekitar 80 persen dari tinggi seseorang ditentukan oleh variasi urutan DNA yang diwarisi dari orang tua.

    Akan tetapi, peneliti masih terus melakukan riset guna melihat efektivitas faktor luar atau lingkungan terhadap penambahan tinggi badan.

    Beberapa faktor luar tersebut adalah:

    • nutrisi ibu selama kehamilan,
    • asupan makanan setelah anak lahir, dan
    • aktivitas yang dapat memengaruhi pertumbuhan tulang selama anak, seperti olahraga.

    Selama masa tumbuh-kembang hingga pubertas, manfaat olahraga sangat penting untuk kesehatan tulang, terutama gerakan stretching (peregangan).

    Gerakan ini dapat merangsang lempeng epifisis (pertumbuhan) tulang yang berkaitan dengan pertambahan tinggi badan.

    Selain itu, anak yang bergerak aktif dan rutin berolahraga dapat memperbaiki postur, melatih kekuatan otot dan tulang, serta menstimulasi pertumbuhan tulang.

    Meski demikian, olahraga juga tetap dianjurkan untuk orang dewasa karena dapat menjaga kebugaran jasmani dan menguatkan tulang.

    Lantas, apa saja olahraga peninggi badan yang bisa Anda lakukan?

    1. Basket

    basket olahraga peninggi badan

    Jenis olahraga ini mendorong Anda untuk berlari dan melompat. Ketika tubuh Anda berlari dan melompat secara konstan, lempeng epifisis akan terstimulasi.

    Lempeng epifisis sendiri disebut juga lempeng pertumbuhan yang terdiri atas sel-sel pertumbuhan tulang.

    Manfaat lari dan melompat ini akan melancarkan aliran darah ke dalam lempeng epifisis yang membantu merangsang pertumbuhan tulang hingga mencapai tinggi maksimal.

    2. Berenang

    Berenang adalah pilihan olahraga peninggi badan selanjutnya yang banyak membantu anak mendapatkan tubuh yang tinggi.

    Tak heran jika banyak perenang di seluruh dunia memiliki tubuh yang tinggi, dengan tubuh bagian atas yang lebih panjang dibandingkan dengan bagian bawah tubuh.

    Bahkan penelitian yang dilakukan pada anak usia 7-13 tahun yang dimuat dalam Turkish Journal of Sport and Exercise menyebutkan bahwa berenang secara rutin selama 16 minggu memberikan hasil signifikan pada penambahan tinggi badan dan massa otot.

    Hal itu dikarenakan manfaat berenang membantu Anda untuk memperkuat tulang belakang tubuh dan membantu Anda untuk mencapai postur tubuh yang baik.

    Dengan bergerak secara horizontal Anda telah melawan gravitasi.

    Ini berarti dada dan tubuh bagian atas Anda secara konstan melakukan peregangan dan kontraksi yang dapat meningkatkan pertumbuhan tubuh bagian atas.

    3. Bersepeda

    Cara meninggikan badan dengan olahraga selanjutnya adalah bersepeda.

    Manfaat bersepeda tidak hanya membantu meningkatkan stamina, tapi juga berpotensi menambah tinggi badan Anda.

    Ketika Anda bersepeda, tubuh bagian bawah melakukan tugas yang cukup berat dengan mengayuh.

    Kabar baiknya, gerakan mengayuh ini dapat meningkatkan aliran darah pada lutut dan otot paha yang merangsang pertumbuhan.

    4. Sepakbola

    Bermain sepakbola bisa menjadi pilihan olahraga peninggi badan yang menyenangkan untuk anak-anak.

    Olahraga ini dapat merangsang pertumbuhan tulang dan membantu Anda untuk tumbuh lebih tinggi secara alami.

    Sama halnya dengan basket, sepakbola mengharuskan Anda berlari, yang berarti meregangkan otot lutut dan paha untuk mencapai tubuh yang tinggi.

    Bermain sepakbola juga membutuhkan banyak melompat saat menyundul bola dan gerakan ke samping untuk menggiring bola dan menghindari lawan.

    Seluruh kegiatan ini membantu lempeng epifisis menerima darah yang kaya akan oksigen dan hormon pertumbuhan.

    5. Yoga

    olahraga peninggi badan

    Mengutip dari situs Hopkins Medicine, gerakan peregangan dalam yoga dapat memperkuat tulang dan sendi sehingga tubuh terasa jadi lebih lentur.

    Beberapa gerakan yoga seperti mountain pose, triangle pose, tree pose, Surya Namaskar, Adho Mukha Svanasana, Chakrasana, dan pose lainnya dapat membantu dalam membetulkan postur tubuh.

    Gerakan ini juga diyakini memiliki potensi bertambahnya tinggi badan.

    Teknik pernapasan yoga juga dapat menjadi cara yang baik untuk melepas stres dan ketegangan pada otot dan sendi.

    Saat otot dan sendi menjadi lentur dan rileks, hormon pertumbuhan pun dapat mengalir lebih baik melalui tubuh.

    6. Lompat tali

    Lompat tali adalah salah satu olahraga peninggi badan yang mungkin sudah tak asing lagi di telinga.

    Saat melakukan olahraga lompat tali (skipping rope), Anda diharuskan untuk melompat dengan stabil.

    Melompat memanjang dapat membantu tubuh Anda untuk meregang dan berkontraksi sehingga merangsang lempeng epifisis dalam pertumbuhan tulang.

    Ada banyak saraf yang berasal dari telapak kaki yang terhubung dengan tubuh bagian atas Anda.

    Ketika Anda memutar tali, otot akan meregang dan berkontraksi sehingga menghasilkan hormon pertumbuhan ke seluruh daerah tubuh, termasuk tubuh bagian bawah.

    Selain itu, hasil penelitian yang dimuat dalam National Library of Medicine menunjukkan efektivitas skipping rope dapat meningkatkan kepadatan mineral pada tulang.

    Kepadatan mineral pada tulang ini dapat memengaruhi pertumbuhan tulang dan tinggi badan.

    7. Bergelantung

    Gerakan olahraga peninggi badan ini biasanya sangat disukai oleh anak-anak.

    Selain dapat membantu meluruskan dan memanjangkan tulang belakang, bergelantung mendorong anak untuk melakukan banyak pull-up.

    Gerakan pull up menyebabkan kontraksi tulang pada tubuh bagian atas.

    Kontraksi dan peregangan di bagian ini dapat merangsang pertumbuhan tulang dan memengaruhi tinggi badan.

    Nah, olahraga peninggi badan mana yang sudah Anda coba?

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Andreas Wilson Setiawan

    General Practitioner · None


    Ditulis oleh Dwi Ratih Ramadhany · Tanggal diperbarui 27/10/2022

    Iklan
    Iklan
    Iklan
    Iklan