Atasi Sesak Napas pada Bayi dengan Cara-Cara Berikut

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Bayi lebih rentan mengalami berbagai masalah kesehatan dibanding orang dewasa. Salah satunya adalah kondisi sesak napas yang sering kali membuat orangtua khawatir. Namun, Anda tidak perlu panik karena terdapat beberapa tips mudah untuk mengatasi kondisi sesak napas pada bayi.

Penyebab sesak napas pada bayi

Sebelum mengetahui cara mengatasi sesak napas pada bayi, Anda harus terlebih dulu mengetahui apa yang menyebabkan kondisi ini pada bayi Anda.

Pada umumnya, bayi memang memiliki bentuk dan suara pernapasan yang berbeda dengan orang dewasa. Hal ini disebabkan karena struktur organ pernapasan bayi yang masih belum sempurna.

Bayi memiliki saluran pernapasan yang cenderung lebih kecil dan sempit, sehingga penyumbatan lebih mudah terjadi. Selain itu, bagian dalam dada bayi masih bertekstur lunak karena terdiri atas tulang-tulang rawan.

Hal-hal tersebut menyebabkan pernapasan bayi mungkin terdengar lebih cepat, mengambil jeda waktu lebih lama di antara tiap napas, dan disertai dengan bunyi-bunyian yang tidak wajar.

Dilansir dari Healthline, bayi baru lahir biasanya bernapas sebanyak 30-60 tarikan per menit. Ketika memasuki usia 6 bulan, jumlah tersebut menurun menjadi 25-40 kali per menit. Sementara itu, orang dewasa bernapas sebanyak 12-20 kali per menit.

Namun, apabila bayi menunjukkan tanda-tanda pernapasan yang tidak wajar, seperti terlalu cepat atau terlalu lambat, orangtua perlu mewaspadai kondisi tersebut.

Berikut adalah beberapa jenis gangguan pernapasan pada bayi beserta penyebabnya:

1. Takipnea transien

Jika terdapat keanehan atau sesak napas pada bayi, umumnya hal tersebut disebabkan oleh kondisi yang dinamakan dengan takipnea transien.

Kondisi ini disebabkan oleh adanya sisa cairan di dalam paru-paru. Ketika bayi masih berada di dalam kandungan, paru-paru bayi memang terisi oleh cairan. Pada kondisi yang normal, cairan tersebut akan habis terserap melalui sistem limfatik dan pembuluh darah ketika bayi lahir.

Kondisi ini biasanya hanya terjadi untuk sementara waktu dan akan menghilang seiring dengan pertumbuhan bayi.

2. Croup

Croup adalah jenis infeksi virus yang menyebabkan peradangan di trakea dan laring bayi. Kondisi ini juga dapat mengakibatkan sesak napas pada bayi.

3. Wheezing (mengi)

Wheezing atau mengi ditandai dengan bunyi seperti siulan saat bayi menarik napas. Kondisi ini biasanya diakibatkan oleh penyakit lain, seperti pneumonia, asma, atau adanya alergi.

4. Stridor

Mirip dengan mengi, stridor menyebabkan sesak napas pada bayi diikuti dengan suara tinggi. Penyebab paling umum dari stridor adalah laringomalasia, yaitu penyempitan pada saluran pernapasan.

Cara mengatasi sesak napas pada bayi

Saat bayi Anda sesak napas, jangan panik dan usahakan tetap tenang agar Anda bisa mengatasi kondisi ini sebagai pertolongan pertama. Beberapa tips yang bisa Anda lakukan, antara lain:

1. Selalu baringkan tubuh bayi

Cara pertama untuk mengatasi sesak napas pada bayi adalah dengan memperhatikan posisi tubuhnya.

Usahakan untuk menghindari posisi tengkurap ketika bayi tidur. Hal ini penting untuk mencegah risiko sindrom kematian bayi mendadak.

Meskipun alasan pastinya belum diketahui, posisi tengkurap diyakini memperburuk kondisi sesak napas pada bayi karena dapat menyumbat saluran pernapasan atas, menyebabkan penumpukan karbon dioksida, serta penurunan kadar oksigen.

2. Ganti pakaian bayi

Terkadang, sesak napas yang terjadi pada bayi dapat disebabkan oleh kenaikan suhu tubuh dan bayi merasa kepanasan.

Maka dari itu, cobalah untuk mengganti baju bayi Anda dengan bahan yang lebih nyaman dan mempermudah sirkulasi udaranya.

3. Jauhkan bayi dari pemicu alergi

Apabila sesak napas berkaitan dengan kondisi alergi, segera hindarkan bayi dari hal-hal yang dapat memicu alergi, seperti debu, asap, atau makanan tertentu untuk mengatasi kondisi ini.

Selalu jaga kebersihan rumah dari debu dan kotoran, terutama pada barang-barang yang mudah berdebu seperti karpet, sofa, dan boneka. Akan lebih baik apabila Anda memasang air purifier untuk meningkatkan kualitas udara di rumah.

4. Jangan paksa bayi untuk minum

Mungkin terlintas di pikiran Anda untuk memberi minum pada bayi yang sedang mengalami sesak napas demi mengatasi kondisi ini.

Namun, ketika pernapasannya bermasalah, memberikan minum justru berisiko mengakibatkan cairan masuk ke dalam saluran pernapasan atau paru-paru. Kondisi ini dapat memperburuk sesak napas yang dialami oleh bayi, bahkan berpotensi menyebabkan komplikasi kesehatan lainnya.

Apabila Anda tidak yakin dengan penyebab bayi mengalami sesak napas ataupun cara mengatasinya, segeralah menghubungi dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca