×
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:

Perkembangan Setiap Minggu

Kenali Craniosynostosis, Ketika Tengkorak Kepala Bayi Tak Terbentuk Sempurna

Oleh Data medis direview oleh dr. Tania Savitri.

Masa kehamilan merupakan masa yang paling penting bagi tumbuh kembang bayi. Oleh karena itu, sudah sepatutnya ibu hamil menjaga kesehatan dan pola makannya. Namun, tak menutup kemungkinan tetap ada risiko bayi terlahir cacat meski orangtua sudah menjaga kehamilannya. Salah satu bentuk cacat lahir yang mungkin terjadi adalah craniosynostosis. Craniosynostosis adalah kondisi kelainan tulang tengkorak bayi, yang akan semakin memburuk jika tidak cepat mendapat pengobatan.

Craniosynostosis adalah kelainan bentuk tengkorak kepala bayi

Craniosynostosis adalah kondisi cacat lahir yang menyebabkan bentuk kepala bayi tidak normal akibat adanya kelainan pada tulang tengkorak. Tulang tengkorak bukan satu tulang utuh yang berdiri sendiri, melainkan gabungan dari tujuh lempeng tulang yang berbeda. Ketujuh tulang itu dihubungkan satu sama lain oleh jaringan yang disebut sutura.

Sutura yang lentur memungkinkan tulang tengkorak bisa mengembang mengikuti pertumbuhan volume otak. Seiring berjalannya waktu, sutura semakin mengeras dan akhirnya menutup, menyatukan ketujuh lempeng tulang itu menjadi tulang tengkorak yang utuh.

Bayi dikatakan mengalami craniosynostosis jika satu atau beberapa jaringan sutura menutup lebih cepat dari seharusnya. Akibatnya, otak bayi tidak bisa berkembang dengan maksimal karena terhambat oleh tulang tengkorak yang terlanjur menyatu. Kondisi ini sangat berbahaya karena bisa mengakibatkan munculnya beberapa gangguan dan kelainan.

Bentuk tulang tengkorak yang tidak proporsional bisa menimbulkan sakit kepala berkepanjangan, gangguan penglihatan, serta masalah psikologis di kemudian hari.

Apa penyebab craniosynostosis?

Penyebab craniosynostosis belum diketahui pasti. Meski begitu, kadang kondisi ini berhubungan dengan kelainan genetik seperti sindrom Apert, sindrom Pfeiffer, sindrom Crouzon, dan masih banyak lagi. Pada beberapa kasus, craniosynostosis disebabkan oleh perpaduan paparan zat kimia selama kehamilan dan faktor genetik.

Jenis-jenis craniosynostosis

Tergantung dari jenis sutura yang terlibat dalam percepatan penutupan tulang tengkorak, craniosynostosis dibedakan menjadi empat tipe, yaitu:

  • Sagittal. Ini adalah jenis craniosynostosis yang paling sering ditemukan. Sesuai namanya, gangguan ini terjadi di ketika bagian sagittal suture, yang membentang dari depan ke belakang tengkorak bagian atas (area ubun-ubun), menutup terlalu dini. Gangguan ini menyebabkan kepala tumbuh memanjang dan agak pipih.
  • Coronal. Coronal suture membentang dari telinga kanan dan kiri ke bagian atas tengkorak. Penutupan dini pada bagian ini bisa menyebabkan bentuk dahi menjadi tidak rata dan bergelombang.
  • Metopic. Metopic suture membentang dari hidung melalui garis tengah dahi hingga ke ubun-ubun dan terhubung dengan sagittal suture di bagian atas tengkorak. Penutupan dini pada sutura ini menyebabkan dahi membentuk segitiga dengan bagian belakang kepala melebar.
  • Lambdoid. Penutupan dini terjadi di lambdoid suture, yang membentang dari kanan ke kiri di bagian belakang tengkorak. Hal ini menyebabkan sebagian sisi kepala bayi terlihat datar dan posisi salah satu telinga lebih tinggi dari telinga yang lain. Craniosynostosis lambdoid sangat jarang ditemukan.

Gejala craniosynostosis

Gejala dan tanda craniosynostosis biasanya sudah tampak saat bayi lahir, dan semakin terlihat jelas setelah beberapa bulan. Gejala tersebut antara lain:

  • Ubun-ubun pada bagian atas kepala bayi tidak terlihat.
  • Bentuk tengkorak bayi terlihat aneh (tidak proporsional).
  • Munculnya peningkatan tekanan di dalam tengkorak bayi.
  • Kepala bayi tidak berkembang sejalan dengan pertambahan usia.

Pada sebagian kasus, craniosynostosis menyebabkan adanya gangguan atau kerusakan pada otak, serta menghambat proses pertumbuhan secara umum. Berikut adalah gejala-gejala yang perlu Anda waspadai.

  • Muntah tiba-tiba, tanpa didahului rasa mual.
  • Gangguan pendengaran.
  • Mata bengkak atau sulit digerakkan.
  • Lebih sering tidur dan jarang bermain.
  • Suara napas keras dan tidak teratur.
  • Lebih mudah menangis dibanding biasanya.

Bagaimana craniosynostosis didiagnosis?

Craniosynostosis adalah kelainan yang harus ditangani oleh dokter dan tenaga spesialis, misalnya ahli bedah saraf anak atau ahli bedah plastik. Untuk mendiagnosis craniosynostosis, diperlukan beberapa pemeriksaan yang akan dilakukan.

  • Pemeriksaan fisik. Dalam pemeriksaan ini, dokter akan mengukur kepala bayi, serta meraba seluruh permukaan kepala untuk memeriksa keadaan sutura dan ubun-ubun.
  • Scan. Pemeriksaan ini meliputi CT Scan, MRI, atau foto rontgen kepala. Tes ini bertujuan untuk melihat apakah ada jaringan sutura yang menutup lebih cepat dari normal. Pemindaian dengan sinar laser juga bisa dilakukan untuk mendapatkan ukuran kepala dan tulang tengkorak yang akurat.
  • Tes DNA. Jika dicurigai adanya keterkaitan dengan kelainan genetik lain, maka tes DNA bisa dilakukan untuk menentukan jenis kelainan genetik yang menjadi penyebabnya.

Pengobatan craniosynostosis

Craniosynostosis dengan tingkat keparahan ringan atau menengah tidak membutuhkan pengobatan yang serius. Dokter biasanya akan menyarankan bayi Anda untuk menggunakan helm khusus yang berfungsi merapikan bentuk tengkorak serta membantu perkembangan otak.

Jika craniosynostosis parah, pemedahan harus dilakukan untuk mengurangi dan mencegah tekanan otak, memberikan ruang agar otak bisa berkembang, serta merapikan bentuk tulang tengkorak.

Ada dua jenis operasi yang bisa dilakukan untuk menangani craniosynostosis, yaitu:

  • Bedah endoskopi. Bedah minimal invasif ini cocok dilakukan untuk bayi berusia di bawah enam bulan, dengan syarat hanya satu sutura yang bermasalah. Lewat operasi ini, sutura yang bermasalah akan dibuka sehingga otak bisa berkembang secara normal.
  • Bedah terbuka. Operasi jenis ini dilakukan untuk bayi di atas enam bulan, dan tidak hanya untuk mengatasi sutura yang bermasalah, tetapi juga memperbaiki bentuk tulang tengkorak yang tidak proporsional. Masa pemulihan pascaoperasi bedah terbuka lebih lama dibandingkan dengan bedah endoskopi.

Terapi helm dapat diberikan untuk merapikan bentuk tulang tengkorak setelah bedah endoskopi, tetapi pada bedah terbuka terapi ini tidak diperlukan.

Komplikasi yang mungkin terjadi akibat craniosynostosis

Craniosynostosis adalah kondisi yang harus segera ditangani secepat mungkin. Bila ditunda, anak berisiko mengalami gangguan otak. Selain itu, bisa juga menyebabkan cacat bentuk wajah yang dapat mengurangi kualitas hidup anak di masa depan.

Bayi yang memiliki craniosynostosis serius berisiko mengalami peningkatan tekanan dalam tengkoraknya. Jika tidak ditangani, peningkatan tekanan tengkorak ini bisa menyebabkan keterlambatan perkembangan, gangguan fungsi kognitif, kebutaan, kejang, bahkan kematian (meski jarang terjadi).

Baca Juga:

×
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda untuk membantu memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan We are excited to guide you on your parenting journey. Your first email will arrive shortly. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Yang juga perlu Anda baca