Seputar Makanan dan Gizi Anak Usia 3 Tahun

Oleh

Menyambut masa prasekolah, anak Anda sudah harus memiliki kebiasaan makan yang baik. Idealnya, pada usia ini ia tidak lagi menggunakan alasan makan (atau mogok makan) untuk memberontak, bukan juga mengasosiasikan makanan dengan cinta atau kasih sayang. Umumnya (meskipun hampir pasti tidak selalu), anak Anda sekarang akan melihat makan sebagai respon alami terhadap rasa lapar dan menikmati makanan sebagai aktivitas sosial yang menyenangkan.

Meskipun antusiasme anak prasekolah untuk makan masih normal, ia masih mungkin memiliki kebiasaan memilih makanan yang sangat spesifik, dan mungkin berbeda dari hari ke hari.

Anak Anda mungkin menyukai makanan tertentu, dan kemudian berubah tidak menyukai makanan itu sama sekali keesokan harinya. Dia mungkin meminta makanan tertentu selama beberapa hari berturut-turut, dan kemudian bersikeras bahwa dia tidak suka lagi terhadap makanan tersebut. Walaupun sikap plin-plannya mulai terasa menjengkelkan karena mungkin makanan yang Anda sudah sediakan dibiarkan percuma oleh si kecil, namun perilaku ini terbilang normal untuk anak-anak prasekolah, dan bukanlah suatu masalah. Biarkan dia makan makanan lain atau memilih sendiri makanan yang mau ia makan. Selama ia memilih makanan yang tidak terlalu manis, berlemak, atau asin, maka tidak masalah. Cobalah untuk menawarkan dia untuk icip makanan baru yang sehat dengan memberikannya dalam porsi kecil untuk sekadar dicicipi, namun jangan memaksa anak untuk makan porsi penuh dari makanan baru tersebut.

Sebagai orangtua, tugas Anda adalah untuk memastikan bahwa anak Anda memiliki pilihan makanan bergizi saat setiap kali ia makan. Jika si kecil memiliki variasi makanan sehat di meja makan, biarkan dia membuat keputusan tentang apa yang ia ingin makan, dan berapa banyak. Jika dia menolak makan sayur, jangan berkecil hati atau frustrasi. Bujuk (jangan paksa) anak Anda untuk icip makanan tersebut, bahkan jika dia berulang kali menolaknya. Lama-kelamaan, ia mungkin akan berubah pikiran dan ingin mencicipi makanan yang ia pernah tolak. Masa ini adalah waktu yang tepat untuk mengajarkan mengenai camilan sehat dan kebiasaan sehat.

Ingatlah, tidak perlu menyusahkan diri sendiri untuk membuat makanan bergizi. Jika Anda hanya memiliki beberapa menit untuk menyiapkan makanan, cobalah buat sandwich kalkun, tumis kacang panjang, apel, dan segelas susu tanpa lemak atau susu rendah lemak. Makan siang sederhana seperti ini membutuhkan sedikit waktu untuk menyiapkannya dan jauh lebih sehat daripada makan makanan di restoran cepat saji.

Iklan televisi dapat menjadi hambatan yang serius untuk pemenuhan gizi yang baik bagi anak pada masa prasekolah. Beberapa studi menunjukkan bahwa anak-anak yang menonton televisi lebih dari dua puluh dua jam per minggu (lebih dari tiga jam sehari) memiliki risiko lebih besar untuk menderita kelebihan berat badan. Anak-anak usia ini sangat mudah terpengaruh oleh iklan sereal bergula, permen,  dan cokelat, terutama setelah mereka mengunjungi rumah lain di mana makanan ini disajikan. Agar si kecil tak terjangkit obesitas, Anda perlu mengawasi kebiasaan makan anak Anda, di rumah maupun di luar rumah. Pantaulah anak Anda untuk memastikan ia selalu makan sehat dan cukup.

Share now :

Direview tanggal: Januari 1, 1970 | Terakhir Diedit: Oktober 21, 2019

Yang juga perlu Anda baca